DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen dengan Konversi Teks untuk Siswa Kelas VII SMP

Rina Novia Wahyuningtyas

Abstrak


ABSTRACT

 

Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen dengan Konversi Teks untuk Siswa Kelas VII SMP

Wahyuningtyas, Rina Novia. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen dengan Konversi Teks untuk Siswa Kelas VII SMP. Tesis. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd, (II) Dr. Roekhan, M.Pd.

Kata kunci: pengembangan bahan ajar, menulis cerpen, pembelajaran menulis cerpen, konversi teks

Cerpen merupakan salah satu karya fiksi yang banyak disukai. Hal ini dikarenakan bentuk cerpen yang relatif pendek dan dapat dibaca dalam waktu yang singkat. Melalui cerpen, banyak pesan-pesan moral yang dapat disampaikan kepada siswa. Terlebih jika cerpen yang diceritakan mengandung pesan moral dan relevan dengan kehidupan siswa sehari-hari. Maka dari itu cerpen dirasa penting untuk diajarkan di berbagai jenjang pendidikan. Pada kelas VII SMP, terdapat pembelajaran cerpen termasuk didalamnya mengajarkan keterampilan menulis cerpen. Namun, pembelajaran menulis cerpen tidak selalu mencapai keberhasilan yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh dua faktor: (1) faktor internal dari diri siswa dan (2) faktor eksternal yang terkait dengan bahan ajar, media, dan strategi yang digunakan oleh guru. Untuk itu diperlukan pengembangan bahan ajar untuk keterampilan menulis cerpen yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Tujuan umum penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar menulis cerpen. Tujuan umum tersebut kemudian dirinci menjadi dua tujuan khusus, yaitu (1) menghasilkan bahan ajar menulis cerpen yang berisi materi serta latihan, evaluasi, dan refleksi yang telah direvisi berdasarkan hasil uji validasi dan uji coba lapangan, dan (2) mendeskripsikan kelayakan yang meliputi tingkat validitas, kepraktisan, keterbacaan, dan kemenarikan bahan ajar.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Metode penelitian ini diadaptasi dari model pengembangan pembelajaran Borg and Gall. Berdasarkan model tersebut terdapat 4 tahapan prosedur penelitian pengembangan, yakni (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba, dan (4) tahap revisi produk. Produk hasil penelitian ini diuji coba kepada ahli pembelajaran sastra, ahli bahan ajar menulis cerpen, ahli desain bahan ajar, praktisi (guru bahasa Indonesia), dan dua kelompok besar siswa dengan menyebarkan angket.

Berdasarkan hasil uji coba dengan kepada ahli pembelajaran sastra, ahli bahan ajar menulis cerpen, ahli desain bahan ajar, dan praktisi (guru bahasa Indonesia), jika dirata-rata memperoleh persentase sebagai berikut. Hasil uji kelayakan sistematika penulisan bahan ajar memperoleh persentase sebesar 90,6%, kesesuaian kompetensi bahan ajar 91,6%, keakuratan dan kedalaman materi pada bahan ajar 95%, penggunaan bahasa pada bahan ajar 83% dan kelayakan tampilan bahan ajar 91,6%. Selain hasil uji coba tersebut, terdapat hasil uji coba siswa. Menurut hasil uji coba siswa, yang dilakukan pada dua kelas di dua sekolah yang berbeda memperoleh persentase kelayakan sistematika penulisan bahan ajar sebesar 94%, isi dan bahasan 96%, penggunaan bahasa 94%, dan tampilan bahan ajar 93,4%.

Bahan ajar yang dihasilkan pada penelitian ini diberi judul Ayo Menulis Cerpen. Bahan ajar ini terdiri atas 7 bagian, yaitu (1) ayo menulis berisi motivasi untuk siswa menulis, materi menulis pembuka dan dialog cerpen, dan teks yang digunakan sebagai sumber ide, (2) cara pertama audisi ulang tokoh, materi dan latihan menulis cerpen dengan mengubah tokoh, (3) cara kedua seleksi latar, materi dan latihan menulis cerpen dengan mengubah latar, (4) cara ketiga siapa yang bercerita, materi dan latihan menulis cerpen dengan mengubah sudut pandang, (5) cara keempat utak-atik alur,  materi dan latihan menulis cerpen dengan mengambil satu peristiwa dari alur cerpen, (6) cara kelima temamu temaku, materi dan latihan menulis cerpen dengan mengambil tema dari cerita yang dibaca, dan (7) selesaikan tulisanmu, berisi cara menulis penutup cerpen dan memilih judul. Bahan ajar yang didominasi dengan warna hijau ini, dilengkapi dengan materi singkat tentang cerpen dan contoh cerpen sebagai pendahuluan, serta ruang refleksi dan rubrik penilaian sebagai penutup. Perbedaan bahan ajar ini dengan bahan ajar yang lain terletak pada penggunaan strategi konversi teks untuk menulis cerpen.

 

Sebagai langkah pemanfaatan produk yang dihasilkan, ada beberapa saran yang ditujukan untuk pihak yang berkaitan dengan pembelajaran yaitu guru dan siswa. Guru disarankan untuk memanfaatkan bahan ajar yang dihasilkan dengan optimal agar pembelajaran menulis cerpen bisa lebih variatif. Siswa disarankan memanfaatkan produk bahan ajar ini dengan membaca dan memahami langkah-langkah menulis cerpen yang ada. Sehingga siswa dapat belajar mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru.