DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pembelajaran Kontekstual Dan Gaya Befikir Terhadap Hasil Belajar Sosiologi

Izak Jakobis Makulua

Abstrak


ABSTRACT

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan strategi pembelajaran CTL dan srategi pembelajaran konvensional, 2) hasil belajar sosiologi siswa yang memiliki gaya berfikir divergen dan hasil belajar sosiologi siswa yang memiliki gaya berfikir konvergen. 3) ada tidak interaksi dalam strategi pembelajaran dengan gaya berfikir siswa terhadap hasil belajar sosiologi siswa. Hipotesis dalam penelitian ini adalah; 1) terdapat perbedaan hasil belajar sosiologi siswa, yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kontekstual dan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional, 2) terdapat perbedaan hasil belajar sosiologi siswa yang memiliki gaya berfikir divergen dengan hasil belajar sosiologi siswa yang memiliki gaya berfikir konvergen 3) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya berfikir terhadap hasil belajar sosiologi siswa.

Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas XI IPS dengan teknik pengambilan sampel dengan bengunakan random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain penelitian 2 X 2 dengan teknik analisis varians (Anava). Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) hasil belajar sosiologi yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) lebih baik dari hasil belajar siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional, 2) hasil belajar siswa yang memiliki gaya berfikir divergen lebih baik dari hasil belajar siswa yang memiliki gaya berfikir konvergen, 3) terdapat interaksi dalam strategi pembelajaran degan gaya berfikir terhadap hasil belajar sosiologi siswa.

Dalam hal ini hasil belajar sosiologi siswa yang memiliki gaya berfikir divergen lebih baik jika diajarkan dengan strategi pembelajaran kontekstual daripada mengunakan strategi pembelajaran konvergen. Tetapi hasil belajar sosiologi siswa yang memiliki gaya berfikir divergen lebih unggul jika diajar dengan strategi pembelajaran konvensional, terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya berfikir divergen maupun konvergen dalam memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa, Kesimpulan ini memberikan makna bahwa; hasil belajar sosiologi siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kontekstual dan strategi pembelajaran konvensional memiliki keunggulan masing-masing. Saran yang diajukan dalam penelitian ini;bagi siswa khususnya siswa diharapkan memahami gaya berfikir yang dimiliki, sehingga dapat menentukan langkah yang tepat dalam belajar sebagai usaha meningkatkan hasil belajar yang baik,

Kata Kunci: Kontekstual (CTL), Gaya Berfikir, dan Hasil Belajar.

ABSTRACT

This study aims to to know; 1) study results of students who are taught use strategy learning ctl and srategi learning conventional, 2) study results sociology students who have style reflect divergent and study results sociology students who have style reflect convergent, 3 ) the interaction in learning strategy in a reflect on the students learn sociology students. Hypothesis in this research was; 1) there is a difference study results sociology students, are taught with strategy learning contextual and students who are taught to learning conventional, 2) there is a difference study results sociology students who have style reflect divergent with study results sociology students who have style reflect convergent 3) there are interaction between strategy learning and style think of the results of learning sociology students.

The research was done against a student XI social class with the sample collection technique with bengunakan random sampling. Research methodology that is used is quasi-eksperimen with a design research 2 x 2 with analysis technique variance (anava). The results of the study show that the; 1) learning outcomes of sociology that taught with contextual learning strategy (CTL) better than learning outcomes of students who are taught with strategy learning conventional,  2) learning outcomes of students who having the style of thinking divergent better than learning outcomes of students who having the style of thinking convergent, 3 ) there are interaction in learning strategy in style reflect on the students learn sociology.

In this learning outcomes sociology students who have a style of thinking divergent better if taught with contextual learning strategy than use learning strategy convergent. But learning outcomes sociology students who have a style of thinking divergent superior if be taught with strategy learning conventional, there are interactions between strategy of learning and thinking divergent style and convergent in to exert an influence upon learning outcomes students, this conclusion giving the meaning of that; of study result of the sociology of students who are taught with strategy learning are contextual and learning conventional strategy has many advantages each. A suggestion that is proposed in this research; for students in particular it is hoped that students understand the style of thinking owned, that they can even detect accurate steps in learning as an effort to increase learning outcomes good.

Keywords: Contextual (CTL), a Style Of Thinking, And Learning Outcomes.

Proses pembelajaran adalah suatu proses komunikasi Edukatif antara pendidik dan peserta didik. Kegiatan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh cepatnya perkembangan dan perubahan teknologi. Dalam hal inilah pendidik memainkan peran dan fungsinya sebagai fasilitator, motivator dan educator dalam mendidik dan membimbing siswa untuk mampu berfikir, menganalisa dan memecahkan masalah yang dihadapinya. Sehingga siswa memiliki sensitifitas terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan konsep materi pelajaran.

Tantangan yang dihadapi sekolah di Indonesia dalam menunaikan peran dan fungsinya terakumulasi dalam tiga masalah penting, yaitu bagaimana budaya menjadi akar dan sumber bagi pendidikan, pendidikan bagi pembangunan dan pendidikan menghadapi kehidupan global (Tilaar, 2000: 1- 45, Johnson, 1969 : 262-364). Karena pendidikan sendiri lahir sebagai refleksi budaya dan secara timbal balik mempengaruhi perkembangan budaya itu sendiri (Brameld,1950 : 12). Demikian juga pendidikan berperan secara dinamis dalam pembangunan. Sutisna (1977 : 38-40) berpendapat bahwa pendidikan berfungsi mengubah sikap mental tradisional dan menggalakkan inovasi serta penyebaran inovasi seluas mungkin.

Menurut Ani (2003; 67) perkembangan ini berdampak pada cara pandang manusia terhadap manusia, cara pandang terhadap pendidikan, perubahan peran orang tua, guru dan dosen serta perubahan pola hubungan antara mereka. Namun pada kenyataan yang terjadi dilapangan hasil belajar sosiologi secara umum tergolong masih rendah, misalnya di SMA Negeri 1 Taniwel dari tahun pelajaran 2013-2014 sampai 2015 masih belum menunjukan kemajuan yang signifikan. Hal ini terlihat dari gambar hasil nilai ujian akhir siswa SMA Negeri 1 Taniwel pada mata pelajaran sosiologi.

Hasil UAS/US Mata Pelajaran Sosiologi

SMA Negeri 1 Taniwel

Tahun

Pelajaran          Mata Pelajaran / Sosiologi (IPS)

Nilai rata-rata  Nilai terendah Nilai tertinggi

2014 – 2015    65        55        80

Klasifikasi       B         C         A

2013 – 2014    65        50        70

Klasifikasi       B         C         A

Sedangkan gambaran hasil belajar sosiologi secara khusus masih menunjukan lebih banyak hasil rata-rata nilai yang ada, dari pada hasil nilai tertinggi. Ini ditunjukan pada siswa kelas XI IPS yang memiliki nilai rata-rata jumblahnya lebih banyak dari nilai tertinggi (hampir 60 % dari nilai tertinggi dan randah).

 Proses pembelajaran sosiologi yang berlangsung di SMA Negeri 1 Taniwel, masih menunjukan pembelajaran yang mengarah pada pembelajaran konvensional. Anatara lain proses pembelajaran masih berlangsung satu arah yaitu; guru yang lebih dominan menyampaikan informasih ke siswa, dan siswa dianjurkan menguasai materi pembelajaran dengan menghafal konsep-konsep yang ada dan nantinya akan dihafalkan satu-persatu didepan kelas. Hal ini hanya menunjukan pembelajaran yang berupa hafalan bukan pembelajaran bermakna, dimana siswa tidak dapat mengetahui dan memahami pembelajaran yang sebenarnya dan proses pembelajaran tersebut kurang berkesan dalam diri peserta belajar “pembelajar”dan  batasan masalah tersebut di dirumuskan sebagai,perbedaan hasil belajar sosiologi antara siswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran kontekstual dan siswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran konvensional.

Idealnya masalah yang diidentifikasi harus dikaji agar diperoleh peningkatan hasil belajar sosiologi yang optimal. Mengingat kompleknya permasalahan seperti diungkapkan pada identifikasi masalah di atas serta pengkajian pada penelitian ini hanya terbatas pada pembelajaran kontektual dan hasil belajar sosiologi, sebagai akibat dari pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran sosiologi dengan gaya berfikir yang dimiliki siswa.Inisangat berguna atau bermanfaat untuk perkembangan ilmu pengetahuan bagi pengembangan strategi pembelajaran yang mengaitkan materi ajar dengan kehidupan sehari-hari (konteks). Penelitian ini akan memberikan informasi yang rinci tentang keunggulan dan kelemahan pendekatan pembelajaran kontekstual yang teruji secara eksperimen.

Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda pula.  Hasil pembelajaran adalah semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan strategi pembelajaran di bawah kondisi yang berbeda.Degeng, N.S. Ilmu Pembelajaran; Taksonomi Variabel, (Jakrta, Dirjen Dikti 1989),

Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda pula. Variabel strategi pembelajaran diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu; 1) Strategi pengorganisasian (organizational startegi), 2) Strategi penyampaian (delivery startegy) dan 3) Strategi pengelolaan (management strategy). Reigeluth, C.M. dan Merill, M.D. Classes of Instrutional Variabel, Educational Technology (1983)

Bagan 2.1 Strategi Pembelajaran

diadopsi dari Reigeluth dan Merill, 1983: 2)

METODOLOGI

Penelitian ini dilaksanakan pada kelas XI IPS SMA semester 2 tahun ajaran 2014/2015 di SMA Negeri 1 Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat. Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran kontekstual dan gaya berpikir siswa terhadap hasil belajar sosiologi, dengandesain eksperimen semu (quasy exsperiment).

Desain eksperimen yang digunakan adalah desain grup faktorial 2x2 (Fraenkel dan Wallen, 1993; Candiasa, 2002; Seniati dkk, 2005). Pemilihan metode ini disesuaikan dengan data yang diharapkan, yaitu perbedaan hasil belajar sosiologi sebagai akibat perlakuan yang diberikan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar sosiologi siswa. Sebagai variabel bebas perlakukan adalah pendekatan pembelajaran, yang dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu pembelajaran kontekstual dan pembelajaran konvensional. Sebagai variabel terikat adalah gaya berpikir, yang dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu gaya berpikir konvergen dan gaya berpikir divergen.

Data hasil belajar sosiologi dalam penelitian ini diambil dari skor post test saja yang dilakukan pada akhir penelitian atau dengan kata lain tanpa memperhitungkan skor pre test.  Campbell dan Stanley (1966: 25) mengatakan bahwa data penelitian yang hanya memperhitungkan skor post test saja tanpa memperhitungkan skor pretest, faktor validitas internal penelitian tidak memiliki kelemahan serta dapat dikontrol, seperti: history, kematangan, tes, instrumen, regresi, mortalitas (kematian), dan implementasi. Sementara itu, menurut Fraenkel dan Wallen (1993: 222-230) agar hasil suatu penelitian dapat dinyatakan sebagai hasil dari perlakukan eksperimen dan hasilnya dapat digeneralisasi pada kondisi yang sama di luar perlakuan, maka perlu dilakukan pengontrolan. Adapun cara yang digunakan untuk mengontrol validitas internal penelitian ini adalah sebagai berikut.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembahasan sebagai jiwa tesis yang mengungkapkan alasan dan usulan sebagai hasil penelitian, baik yang mendukung hipotesis maupun yang tidak mendukung hipotesis dalam bab V ini dibahas hal-hal yang berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama penelitian dilapangan sebagai situs penelitian ini. Pembehasan dalam bab ini dengan pengetahuan (teori dan hasil penelitian) yang suda ada dan memberikan makna atau interprestasi terhadap implikasi yang bias terjadi. Pembahasan dalam bab ini difokuskan pada pengaruh dua variabel bebas yang diteliti, yaitu strategi pembelajaran kontekstual, strategi pemelajaran konvensional,Bertolak dari penjelasan tersebut di atas, fokus pembahasan ada tiga hal pokok yang dibahas, yaitu: (a) pengaruh strategi pembelajaran kontekstual dan konvensional terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Sosiologi; (b) pengaruh tujuan pembelajaran terhadap hasil belajar mata pelajaran Sosiologi; dan (c) pengaruh gaya berfikir antara strategi pembelajaran terhadap hasil belajar mata pelajaran sosiologi. Melalui perhitungan oneway anava terhadap data hasil belajar gaya berfikir divergen (menjadi signifikan) pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial didapatkan nilai t-hitung sebesar 7,352 dengan p-value sebesar 0,000. Nilai ttabel pada derajat bebas 70 dan taraf nyata 5% sebesar 1,994. Karena thitung > ttabel atau p-value < 0,05ini didukung sejumblah hasil penelitian sebelumnya, juga didukung oleh teori pembelajaran. Johnson (2002); Iwan, (2011) secara operasional teoritik, memberi peluang pelibatan proses mental secara optimal, seperti mengamati, mengklasifikasikan, mengukur, memprediksi dan menginferensi. Aktivitas-aktivitas tersebut merupakan ketrampilan proses yang melandasi pencapaian hasil belajar secara mendalam, kemampuan berfikir, dan kemampuan pemecahan masalah. Melaluihasil uji normalitas yang dilakukan terhadap tiga kelas subyek penelitian dapat dilihat pada rangkuman hasil perhitungan, yang terdapat pada tabel berikut:

Kelompok       Gaya Berfikir  Kolmogorov-Smirnov Z          p-value            Keterangan

Kontekstual     Divergen         1,206   0,109   Normal

Konvergen      1,000   0,270   Normal

Konvensional  Divergen         0,970   0,304   Normal

Konvergen      0,930   0,352   Normal

menunjukkan bahwa p-value masing-masing data penelitian lebih dari taraf nyata 5% sehingga data hasil berdistribusi normal.

PENUTUP

Kesimpulan

Bertolak dari temuan penelitian dan pembahasan dengan adanya sajian yang dapat dilakukan dengan memperhatikan tujuan pada penelitian yang akan dirumuskan adapun kesimpulanya; Hasilbelajar sosiologi siswa diajarkan dengan strategi pembelajaran kontekstual dan konvensional merupakan sebuah keungulan dan mempunyai signifikan. Dalam Strategi pembelajaran kontekstual lebih baik, jika diajarkan kepada siswa yang memiliki gaya berfikir divergen dan strategi pembelajaran konvensional lebih baik, jika diajarkan kepada siswa yang memiliki gaya berfikir konvergen.Terdapat interaksi pembelajaran dan gaya berfikir divergen maupunkonvergen, dalam memberikan pengaruh terhadap hasil belajar.

Saran

Berdasarkan simpulan Penelitian ini disarkan beberapa hal sebagai berikut; Bagi siswa khususnya siswa kelas XI SMA lebih memahami strategi pembelajaran kontekstualdengan gaya berfikir divergen, dan diharapkan para guru untuk lebih memahami gaya berfikir yang dimiliki masing-masing siswanya, dengan mengetahui cara belajar dan berfikir siswa sehinga guru dapat membantu siswa, dalam proses pembelajaranyang dapat dilibatkan keaktifan siswa dalam belajar, terutama dalam belajar kelompok.

DAFTAR RUJUKAN

Abdurrahman, Mulyono.1999. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta dan Depdikbud.

Ahmadi, Abu & Prasetyo J. T. 1997 Strategi belajar Mengajar Bandung: Pustaka Setia.

Aswan dan Zain. 1997, Strategi Belajar Mengajar Jakarta: Rineka Cipta.

Ani M Hasan (2003). Pengembangan Profesionalisme Guru di Abad Pengetahuan. Tersedia http://re-searchengines.com/amhasan.html [13 Juli 2003]

Arikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Arifin, Zainal. (2002). Evaluasi Pembelajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya

Ausubel, D.P. (1963). The Psychology Of Meaningful Verbal Learning, New York: Grune & Stratton Publishers.

Azwar, Saifuddin. (1999). Reliabilitas dan validitas: Seri pengukuran Psikologi. Yogyakarta: Sigma Alpha.

Azwar Saifudin (1998) Sikap Manusia, Teori Dan Pengukuranya. Yokyakarta: Pustaka Pelajar.

Bandura, Albert. (1997). Self-efficacy; The Exercise of Control. New York: W.H. Freeman and Company.

Baser, J. 2006. Doing Action Research: A Guide for School Support Staff. London: Paul Chapman Publishing.

Buchori, Mochtar. (1995). Transformasi Pendidikan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Buzan, Tony. 2008. Buku Pintar Mind Map. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Blanchard, A. (2001). Contextual Teaching and Learning: Primary Learning Theories. http//www.Besteducationalservice.com//contextual//htm. (18 Pebruari 2002).

Bloom, et al (1971), Taxonomy of Educational objectives The Classificati on of Educational Goal Handbook I Cognitive Domain, New York: David Mc.’lay Company.

Candiasa, I Made. 2002. "Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Gaya Kognitif terhadap Kemampuan Memogram Komputer Eksperimen pada Mahasiswa IKIP Singaraja." Jurnal Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Cropley, A. (1994). Creativity Intellegence: a concept of 'true' giftedness. Eurepoan Journal For High Ability, 6-23.

Campbell dan Stanley. (1966). Eksperimental And Quasi-Eksperimental Design For Research. USA : Houghton Mifflin Company.

Dahar, R. W. (1989). Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Depertemen Pendidikan Nasional, (2003), Undang-Undang Nomor 20 Th. 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta, Depdiknas

Depdiknas. (2002). Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. (2005). Pokok-Pokok Pikiran Pengembangan Curriculum Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Pembinaan sekolah Menengah Kejuruan.

Degeng N. S, 2000. Materi pelatihan pekerti. Depertemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Malang.

Degeng N. S, 1990 Desain pembelajaran Teori ke Terapan Proyek Penulisan Buku teks Malang: FPS IKIP Malang.

Degeng I, N. S. 1989 Ilmu Pembelajaran; Taksonomi Variabel, Jakarta: Dirjen Dikti,

Degeng I N. S, 1997 Strategi Pembelajaran, Malang Penerbit IKIP

Djamarah S. B. & Aswan Zainl. (1997). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Fraenkel, J.R. & Wallen, N.E. 1993. How To Design and Evaluative Reseach. New York: Graw-Hil Inc.

Gagne, RM (1985). The Condition of Learning Theory of Instruction (4th Edition). New York : Holt, Rinehart and Wilson.

Glasersfeld, E. von, (2001) The radical constructivist view of science.

Guilford, J. P. 1954. Psychometric Methods. Tokyo: Kogakusha Co. Ltd.,  McGraw-Hill Book Company, Inc.

Gunawan. Ary H 2006 Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi tentang Pelbagai Problem Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Harsanto, R. (2005). Melatih Anak Berpikir Analisis, Kritis, dan Kreatif. Jakarta: Grasindo

Hartely. & Davies, Ivor K, (1976) Objectives In Curriculum Design, Megraw-Holl Book Company, London.

Hasan, Ani M. (2003). Meningkatkan Profesionalisme Guru. http://www. duniaguru.com/profesionalisme/profesionalisme.htm. 15.15 Wib. 16 Desember 2006.

Ichrom, M. S. (1988). Perspektif Pendidikan Anak Gifted. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Idianto Muin. (2006). Sosiologi SMA/MA Jilid 2; Penerbit Erlangga.

Ismail (2002). Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Instruction): Apa, Bagaimana, dan Contoh Pada SubPokok Bahasan Statistik. Proceeding National Science Education Seminar State University of Malang.

Iwan .S. 2011. Mengoptimalkan Daya Kerja Otak Dengan Berfikir Holistik dan Kreatif. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 

Johnson. Elanie B.  2002.  Contextual Teaching and Learning: menjadikan kegiatan belajar mengajar mengasykan dan bermakna. California: pustaka Pelajar.

Joyce. B, Weil. M, dan Calhoun. E, 2009. Models Of Teaching, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kerlinger, R.N. (1986). Foundations of Behavioral Research. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Kibler, R.J. & Bassett, R.E. (1976) Writing Performance Objectives.

Kun Maryati & Juju Suryawati 2006. Sosiologi SMA/MA kelas XI Esis Penerbit Erlangga

Koyan, I.W. (2005). Asesmen dalam Pendidikan. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha Press

Kunandar. (2007). Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.

Karplus, R (1977). Science Teaching and The Development of Reasoning. Journal of Research in Science Teaching, 14 (2), 169-175

Knapp, N. F. and Schell, J. W. (2001).”Psychological and Sosiological Foundations of Contextual Teaching and Learning”.

Liliani, Else & Kusumarwanti. (2009). Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sosiologi Sastra dengan Strategi Gorup to Group Exhange bagi Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastera Indonesia FBS UNY.

Mahendra, I Putu. (2004) Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Kontekstual dan Gaya Berpikir terhadap Hasil Belajar Sosiologi. Tesis, Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.

Marhaeni, A.A.I.N. (2006). Menggunakan Asesmen Otentik dalam Pembelajaran. Denpasar

Munandar, Utami. 2002. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, ( Rineka Cipta : Jakarta, 2002).

Muslich, Mansur. 2009. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyasa, E. 2005. Menjadi Guru Profesional. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung

Muhibbin Syah. (1995). Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru: Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Nasution. 2001. Cara Berfikir Divergen dan Konvergen. Jakarta: Rineka Cipta

Nurhadi dan Senduk A. G. 2003.Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang

Nurhadi. (2002). Pendekatan Kontekstual. Jakarta: Direktorat Sekolah lanjutan Tingkat Pertama

Purwanto, M. Ngalim. (2000). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Purwanto (2011). Evaluasi Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Reigeluth, C. M. dan Merill, M. D. (1983) Classes of Instrutional Variabel, Educational Technology.

Roger W. Sperry. 1953 http://jalurilmu.blogspot.com/2011/11/otak-kiri-otak-kanan-dan-otak-tengah.html#ixzz3uxSYgDed (27januari2016

Ratna Wilis Dahar. (1989). Teori-teori Belajar. Jakarta : Erlangga.

Riyanto Yatim, 2010. Paradigma Baru Pembelajaran, Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Ruseffendi, 1988. Teori Belajar Konstruktivisme. http://edukasi.kompasiana.com /2010/10/06/teori-konstruktivisme.

Sadia, I. W. dan Surna, I. W 2006. Model Pembelajaran Konstruktivistik (Suatu Model Pembelajaran Berdasarkan Paradigma Konstruktivisme). Materi Perkuliahan Landasan Pembelajaran. PPS Undiksha Singaraja.

Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Sanjaya, Wina. 2005. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana

Sanjaya, Wina. 2005. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Media Perdana

Seniati, L. Yulianto A, Setiadi BN. 2005. Psikologi Eksperimen. Jakarta : PT Index

Setjoatmojo, P. (1983). "Pembaharuan Konsep Kemanusiaan da/am Pendidikan". Kumpulan karangan IKIP Malang.

Setyosari, P. 2003. Pengaruh Strategi Penggajaran Konsep Melalui Contoh dan Noncontoh, Contoh dan Buku Teks Terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Kelas V SD (Disertasi). Malang Pascasarjana UM

Setyosari, Punaji. (1997). Model Belajar Kontruktivistik. Journal Sumber Belajar :  Kajian dan Aplikas.Vol 4. 50-58

Sevilla, Consuelo et, Al. (1993). Pengantar Metode Penelitian. UI Press, Jakarta.

Sugiyono. (2012) Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung; penerbit Alfabeta.

Sudjana. N (1987). Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung : CV. Sinar Baru

Sudjana. I.W. (2002). Pengaruh Jenis Pendekatan Pembelajaran dan Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif Terhadap Perolehan Belajar IPS pada Siswa Kelas VI SD 17 Dauh Puri Denpasar. Malang: PPS UM. Tesis Tidak Diterbitkan.

Sujarwo, (2011). The Effects of Instructional Strategies Guided Inquiry and Expository on Sociology Learning Achievement of Senior High School Students with Different Levels of Achievement Motivation and Creativity. The Department of Instructional Technology, the Graduate Program of the State University of Malang.

Surat Kabar Harian Kompas, Edisi 28 Maret 2002.

Soekanto, Soerjono. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Soemardjan, Selo dan Soemardi, Soelaeman. 1974. Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: LembagaPenerbitan FE-UI.

Semiawan Conny R. (1997). Presfektif Pendidikan Anak Berbakat. Jakarta Gresindo

Suparno, P. (1996). Filsafat konstruktivisme dalam pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.

Sudiarta, P. (2005). Pengembangan Kompetensi Berpikir Divergen dan Kritis Melalui Pemecahan Masalah Matematika Open-Ended, Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, Edisi Mei 2005

Sutisna, O. (1977). Pendidikan dan Pembangunan Tantantann Bagi Pembaruan Pendidikan. Penerbit Ganaco NV, Bandung

Suherman, E. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Sukandi, ujang. (2003). Belajar Aktif & Terpadu. Surabaya: Duta Graha    Pustaka.

Sumadi Suryabrata, B. A, M. A. 2004, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers

Trianto, 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Hasil Pustaka Publisher.

Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain. (1997). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Tilaar. H.A.R (1995) Pengembanggan Sumber Daya manusia dalam Era Globalisasi. Visi, Misi dan Program Aksi Pendidikan Pelatihan menuju 2020. Jakarta Grasindo

Tilaar, H.A.R. 2000. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

Tilaar, H.A.R. 2002. Perubahan Sosial dan Pendidikan, Pengantar Pedagogik Transformative untuk Indonesia. Jakarta, PT Grasindo.

Toenlioe Anselmus J.E., Sosiologi-Antropologi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Torrance. E. P. 1981. Rewarding Creative Behaviour. USA : Prentice Hall. Ins

Udin Saefudin Su‟ud. 2010. Inovasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Utami Munandar. 1995. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU SISDIKNAS 2003).

Uno, Hamzah B. 2006. Teori Motivasi dan Pengukuran Analisis Bidang Pendidikan. Gorontalo: Bumi Aksara

Wena, Made. 2010. Strategi pembelajaran inovatif kontemporer. Jakarta Timur: Bumi Aksara.

Wikandari, P.R.  & Nur, M. (2003). Pengajaran Berpusat Kepada Siswa dan Pendekatan Konstruktivis Dalam Pengajaran. Surabaya: Unesa.

Winataputra, U. S. (1993). Proses Belajar Mengajar yang Efektif. PT. Bina Karya. Jakarta

Windura, Sutanto (2008). Mind Map Langkah Demi Langkah. Jakarta: Elex media Komputindo.

Winkel,WS, 1991, Psikologi Pengajaran, PT. Grasindo, Jakarta.

Wuryani  Dj, E, (2002).  Psikologi Pendidikan, Jakarta: PT Grasindo,

Yoshida, D.E. (2004). Pendidikan yang Berkeberatan, Online. Pada: www. Sinarharapan.co.id.

Yasa, Doantara. 2001. Pembelajaran Konvensional, dari http://ipotes.wordpress/com/pembelajaran-konvensional.

________1986. Analisis Varians: Penlok Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Udayana Singaraja.

_________2007. Statistic Multivariate, Disertasi Petunjuk Analisis dengan SPSS. Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.

 

________2008. Mendesain Pembelajaran Konstektual (Constextual Teaching and Learning). Jakarta: Hasil Pustaka Publisher.