DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementing Story Map Strategy To Improve Reading Comprehension Of Narrative Text For Eighth Grade Students Of SMPN 1 Tikung

sri wahyu trialfiyani

Abstrak


ABSTRACT

 

Reading Comprehension Of Narrative Text For Eighth Grade Students Of SMPN 1 Tikung. Thesis, Graduate Program in English Language Teaching, Universitas Negeri Malang. Advisors (1)Prof. Utami Widiati, M.A., Ph. D. (2) Dr. Arwijati Wahjudi Murdibjono M.Pd., Dip. TESL.

Key Words: Reading Comprehension, Story Map Strategy, Narrative Text, Indonesian Folktale

The research aimed at investigating how the Story Map strategy can be implemented to improve reading comprehension of the eighth graders of SMPN 1 Tikung in Academic Year of 2015/2016. The subject were 22 students of  class 8F. Based on the result of the preliminary study, only 2 (9.09%) students achieved the passing grade. It happened because the inappropriate strategy implemented and the students’ reading problems.

This research employed a Classroom Action Research in 2 cycles; that comprised three meetings for the implementation of the strategy and one meeting for test. The data were obtained through tests, observation checklist, questionnaire, and field notes. The teaching procedures covered three stages; pre-reading, whilst-reading, and post-reading. The whilst-reading stage was divided into three phases; modelling, leading, and test. Pre-reading stage covered activating the students’ prior knowledge by showing related pictures and giving leading questions. The whilst-reading stage was started by providing a narrative text and a blank of story map as well asking the students to make a group of four or five. In modelling phase, the teacher gave a model how to read the text and fill the story map. While, in leading phase; the students had more practices to read the text. It was started by asking the students to read the text and finish vocabulary task,  discussing the text, writing the title in the story map, analyzing the elements of the story (characters, setting, plot, problem, solution, and message), filling the story map, and presenting it in front of the class. In test phase, the students took a quiz individually. In post-reading stage, the activities covered creating a story map and listening to the teacher’s feedback.

The findings of this research showed that there was improvement on students’ reading achievement from 8 (36.36%) students achieved the passing grade in Cycle 1 to 18 (81.8%) students in Cycle 2. There was an increase of students’ involvement from 65.3% in Cycle 1 to 83.9% in Cycle 2. The students’ also gave positive response toward the implementation of Story Map strategy. With the findings, it is recommended that the Story Map strategy can be an alternative strategy for English teachers in teaching reading comprehension of narrative text. Next, the school principal can encourage the teachers to use Story Map strategy in the reading class or in teaching other subject. For future researcher, it is suggested to use the result of this study as a reference in conducting similar research related the use of story map to various types of texts and for any other level of students.

ABSTRAK

 

Trialfiyani, Sri Wahyu. 2016. Penerapan Strategi Story Map Untuk Meningkatkan Pemahaman Membaca Pada Teks Naratif Siswa Kelas VIII SMPN 1 Tikung. Tesis, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing  (1) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph. D. (2) Dr. Arwijati Wahjudi Murdibjono M.Pd., Dip. TESL.

Kata Kunci: Pemahaman Membaca, Strategi Story Map, Teks Naratif, Dongeng

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat bagaimana strategy story map dapat diimplementasikan untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa kelas delapan SMPN 1 Tikung tahun pelajaran 2015/2016. Subyek penelitian sebanyak 22 siswa kelas 8F. Berdasarkan hasil studi awal, hanya ada 2 siswa (9.09%) yang dapat mencapai nilai minimal kelulusan. Hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian strategi yang diterapkan guru di kelas dan permasalahan siswa dalam membaca.

Penelitian ini dilaksanakan melalui Penelitian Tindakan Kelas dalam 2 siklus yang terdiri dari 3 pertemuan untuk penerapan strategi dan satu pertemuan untuk pelaksanaan tes. Data penelitian dikumpulkan melalui tes membaca pemahaman, lembar observasi, kuesioner, dan lembar catatan. Prosedur pengajaran  terdiri dari 3 tahapan; pre-reading, whilst-reading, dan post-reading. Tahap whilst-reading dibagi lagi menjadi 3; modelling, leading, dan test. Dalam tahap pre-reading, mengaktifkan pengetahuan siswa dengan menunjukkan beberapa gambar terkait teks dan memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan gambar. Di tahap whilst-reading, dimulai dengan memberikan  teks cerita yang akan dibaca dan lembar story map kosong pada setiap siswa, serta meminta mereka untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 siswa.  Di tahap modelling, guru memberikan model/ contoh cara membaca teks yang benar dan cara mengisi lembar Story Map. Selanjutnya, di tahap leading, siswa akan lebih banyak kesempatan untuk membaca teks. Tahap ini dimulai dengan meminta siswa untuk membaca teks dan mengerjakan soal kosakata, mendiskusikan teks, menulis judul cerita pada lembar Story Map, menganalisa elemen cerita (tokoh, latar, alur, masalah, solusi, dan amanat), mengisi Story Map dengan informasi yang sudah didapat, dan mempresentasikan di depan kelas. Tahap berikutnya adalah test, siswa akan mengerjakan quiz secara individu. Berikutnya, tahap post-reading, siswa kembali dalam kelompok untuk membuat kreasi Story Map di kertas manila dan selanjutnya mendengarkan masukan dari guru.

 

Hasil penemuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pada pemahaman membaca siswa dari 8 (36.36%) siswa yang dapat mencapai nilai minimal kelulusan pada siklus 1 menjadi 18 (81.8%) siswa pada siklus 2.  Dalam hal partisipasi siswa, menunjukkan peningkatan dari 65.3% di siklus 1 menjadi 83.9% di siklus 2. Selain itu, siswa juga memberikan respon yang baik terhadap penerapan strategi Story Map. Dengan hasil penelitian ini, disarankan bahwa strategi Story Map dapat dijadikan sebagai strategi alternatif bagi guru Bahasa Inggris dalam pengajaran pemahaman bacaan khususnya teks naratif. Selanjutnya, bagi Kepala Sekolah dapat mendorong para guru untuk menggunakan strategi Story Map di kelas membaca atau di kelas yang lain. Bagi para peneliti disarankan untuk menggunakan hasil penelitian ini sebagai sebuah acuan dalam melaksanakan  penelitian yang sama terkait dengan penggunaan story map pada berbagai jenis teks dan level siswa yang berbeda.