DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Konjungsi dalam Kalimat Majemuk pada Karangan Siswa Kelas X SMK (Studi Kasus Multisitus)

Dwi Angga Septianingrum

Abstrak


ABSTRACT

 

Iva Ani Wijiati. 2016. Akulturasi Budaya dalam Novel Memang 

Jodoh Karya Marah Rusli dan Potensinya untuk Mendukung 

Pendidikan Karakter. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa 

Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing 

(1). Prof. Dr. Ah. Rofi’uddin, M.Pd, (2) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd.

Kata Kunci : akulturasi budaya, novel, pendidikan karakter

Sastra merupakan cermin kehidupan sosial berbentuk karya imajinatif. Cermin kehidupan sosial dalam karya sastra mencakup hubungan kekeluargaan, pertentangan kelas sosial, dan perubahan sosial. Maka untuk menggali makna pada karya sastra dibutuhkan pemahaman yang mendalam. Aspek sosial dalam hal ini membutuhkan perhatian khusus dengan menitikberatkan pada kajian akulturasi budaya, dengan tujuan untuk mendukung pendidikan karakter.

Penelitian ini dilaksanakan dengan fokus kajian (1) bentuk akulturasi budaya, (2) faktor penyebab akulturasi budaya, dan (3) potensi akulturasi untuk mendukung pendidikan karakter.

Penelitian ini mengunakan pendekatan sosiologi sastra dan pendekatan deskriptif kualitatif, analisis data dilakukan dengan hermeneutika. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog. Sumber data berupa dokumen sastra berupa novel Memang Jodoh Karya Marah Rusli yang diterbitkan oleh Penerbit Qanita Bandung pada tahun 2013.

Hasil penelitian fokus pertama, bentuk akulturasi budaya dalam novel Memang Jodoh meliputi (1) akulturasi budaya dalam ranah gagasan, terurai dalam beberapa pembahasan diantaranya (a) ranah pendidikan, dan (b) pandangan hidup (2) akulturasi budaya dalam ranah aktivitas, membahas tentang (a) interaksi dalam keluarga dan (b) interaksi antarkeluarga, selanjutnya (3) akulturasi dalam ranah karya, membahas prestasi yang telah dicapai oleh tokoh.

Kedua, faktor penyebab akulturasi budaya meliputi (1) difusi, point pembahasan dalam difusi meliputi (a) difusi intramasyarakat dan (b) difusi antarmasyarakat, dan (2) asimilasi yang diperoleh berdasarkan temuan meliputi (a) asimilasi perkawinan, dan (b) asimilasi penerimaan sikap.

Ketiga, potensi akulturasi budaya untuk mendukung pendidikan karakter terwujud dalam (1) penghayatan serta pengamalan ajaran agama, yang tergambar melalui (a) keyakinan bahwa jodoh adalah takdir dari Tuhan dan (2) bentuk perilaku berkarakter dalam kehidupan pribadi dan sosial, meliputi (a) tanggung jawab, (b) toleransi, (c) cinta damai, (d) semangat kebangsaan dan (d) peduli sosial.

 

Berdasarkan hasil temuan pada penelitian akulturasi budaya, disarankan bahwa hasil penelitian tentang akulturasi budaya dalam karya sastra dapat digunakan sebagai sumber pengetahuan, khususnya bagi para pelaku pendidikan berbasis karakter dan untuk masyarakat awam disarankan agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan, khususnya dalam hal menempatkan diri dalam kehidupan di lingkungan sosial, ditengah kehidupan masyarakat yang heterogen, demi tercapainya masyarakat Indonesia yang rukun dan damai.