DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terstruktur dan Inkuiri Terbimbing terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Berpikir Ilmiah pada Kompetensi Dasar Indra Penglihatan dan Alat Optik

TITIK WIDYASTUTI

Abstrak


ABSTRACT

 

Widyastuti, Titik. 2016. Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terstruktur dan Inkuiri Terbimbing terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Berpikir Ilmiah pada Kompetensi Dasar Indra Penglihatan dan Alat Optik. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi IPA, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Markus Diantoro, M.Si, (II) Dr. Munzil, M.Si.

Keywords : hasil belajar. keterampilan berpikir ilmiah, inkuiri terstruktur, inkuiri terbimbing

Hasil belajar dan keterampilan berpikir ilmiah dapat ditingkatkan dengan penerapan model pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang disarankan dalam IPA adalah model pembelajaran inkuiri. Dalam praktek, penerapan pembelajaran inkuiri di SMP banyak mengalami hambatan. Salah satunya adalah pemilihan tingkat inkuiri yang tepat untuk diterapkan dikelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan hasil belajar dan keterampilan berpikir ilmiah antara siswa yang belajar dengan inkuiri terstruktur dan inkuiri terbimbing.

Penelitian ini menggunakan  rancangan kuasi eksperimen pre-test post- test tak ekuivalen yang melibatkan 64 siswa  siswa SMPN 1 Binangun Kabupaten Blitar. Sampel dipilih dengan purposive sampling untuk belajar dengan inkuiri terstruktur dan inkuiri terbimbing. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda hasil belajar aspek pengetahuan, tes esai keterampilan berpikir ilmiah, lembar observasi penilaian sikap dan keterampilan, angket dan pedoman wawancara. Instrumen divalidasi secara substansi oleh dua orang ahli dan dua orang praktisi pembelajaran IPA. Hasil validasi substansi menunjukkan bahwa semua instrumen dalam kategori sangat baik dan layak digunakan. Selain itu, tes hasil belajar aspek pengetahuan dan keterampilan berpikir diujicobakan di tiga sekolah di Kabupaten Blitar, dengan tiga kategori rata-rata nilai Ujian Nasional tinggi, sedang dan rendah. Hasil uji coba menunjukkan butir tes telah sesuai indikator, benar secara materi, dan menggunakan bahasa yang sesuai, sehingga dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar aspek pengetahuan dan keterampilan berpikir ilmiah siswa. Analisis statistik menggunakan uji t. Hasil  analisis  didukung hasil tes formatif, observasi, angket tiap pertemuan dan wawancara terhadap sampel siswa dengan kategori nilai hasil post-test tinggi, sedang, dan rendah. Untuk mengecek kebenaran data digunakan triangulasi data, sumber data, dan metode.

 

Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan hasil belajar aspek pengetahuan dan keterampilan berpikir ilmiah antara siswa yang belajar dengan inkuiri terstruktur dan inkuiri terbimbing tetapi tidak berbeda secara signifikan pada hasil belajar  sikap dan keterampilan. Hasil belajar aspek pengetahuan dan keterampilan berpikir ilmiah siswa pada  kelas inkuiri terbimbing  lebih rendah daripada kelas inkuiri terstruktur. Ini terjadi karena siswa masih mengalami kesulitan dalam proses investigasi. Hasil penelitian juga menunjukkan pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir ilmiah pada kedua kedua kelas eksperimen dengan pola berbeda.  Terdapat per-bedaan peningkatan rata-rata nilai formatif yang diperoleh siswa pada setiap pertemuan. Siswa dapat mengerjakan post-test lebih baik karena telah memahami materi. Selain itu, sikap spiritual dan sosial siswa juga mengalami perubahan. Siswa memiliki rasa percaya diri, kerja sama, tanggung jawab, dan senang belajar dengan model inkuiri. Sebagian siswa masih kesulitan mengerjakan soal keterampilan berpikir ilmiah karena belum terbiasa mengerjakan soal berpikir tingkat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, hendaknya pembelajaran inkuiri diterapkan dengan memilih tingkat inkuiri yang sesuai kondisi siswa dan karakteristik materi.