DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Strategi Internalisasi Budaya Organisasi Pada UD Keramik Kinasih Kota Probolinggo

Firdian Tri Cahyo

Abstrak


ABSTRAK

 

Cahyo, Firdian Tri. 2016. Strategi Internalisasi Budaya Organisasi pada UD Keramik Kinasih Kota Probolinggo. Tesis. Program Studi Pendidikan Bisnis dan Manajemen, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Heri Pratikto, M.Si, (II) Dr. H. Agung Winarno, M.M.

 

Keywords: Strategi, Internalisasi, Budaya Organisasi

 

                Internalisasi budaya organisasi memliki peranan yang penting bagi keberlangsungan dan eksistensi suatu perusahaan. Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti strategi internalisasi budaya organisasi yang ada di UD Keramik Kinasih Kota Probolinggo. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui nilai-nilai budaya organisasi yang ditanamkan di UD keramik Kinasih; 2) mendeskripsikan strategi internalisasi budaya organisasi 3) mendeskripsikan pendidikan dan keterampilan yang ada di UD Keramik Kinasih 4) mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang terjadi di UD  Keramik Kinasih.

                Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  dengan jenis penelitian studi kasus guna menjawab fokus penelitian. Dalam hal ini, peneliti sebagai instrumen utama. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun analisis data hasil penelitian dilakukan dengan tahapan proses pengumpulan data, reduksi dan kategorisasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Upaya pengecekan keabsahan data hasil penelitian dilakukan dengan ketekunan selama proses pengamatan dan triangulasi data.

                Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 nilai budaya organisasi yang ditanamkan di UD Keramik Kinasih. Nilai budaya organisasi tersebut meliputi komunikatif, fleksibilitas, pemberdayaan, inovatif, penghargaan, keakraban, fokus pada pelanggan, dan nilai kedisiplinan. Strategi internalisasi nilai budaya komunikatif ditanamkan dengan cara memberikan arahan kerja, teguran, dan motivasi. Strategi internalisasi nilai budaya fleksibilitas ditanamkan dengan cara menerapkan suasana nyaman dan santai dalam bekerja, tidak menerapkan target kerja, dan memberikan kemudahan dalam izin kerja. Strategi internalisasi nilai budaya pemberdayaan ditanamkan dengan cara menempatkan karyawan sesuai dengan keahlian dan memberikan arahan saling kerja sama antar sesama karyawan. Strategi internalisasi nilai budaya inovatif dilakukan dengan cara memberikan ketrampilan seni tempel dan menciptakan produk khas daerah. Strategi internalisasi nilai budaya penghargaan ditanamkan dengan cara memberikan gaji dan bonus atas prestasi kerja. Strategi internalisasi nilai budaya keakraban ditanamkan dengan cara mendirikan koperasi dan menjalin silaturahim kepada karyawan. Strategi internalisasi nilai budaya fokus pada pelanggan dilakukan dengan cara memberikan pelayanan terbaik pada konsumen. Serta strategi internalisasi nilai budaya kedisiplinan ditanamkan dengan cara memberikan nasihat pentingnya disiplin dan menerapkan aturan kerja. Secara keseluruhan, strategi penanaman nilai budaya organisasi yang ada di UD Keramik Kinasih berkaitan dengan teori sociodynamic, kepemimpinan dan teori pembelajaran, berkaitan dengan pendekatan saintifik serta mencerminkan konsep pendidikan karakter dan budaya bangsa. Pendidikan dan keterampilan terhadap karyawan meliputi pelatihan untuk instruktur, rekrutmen karyawan dan kaderisasi karyawan. Adapun identifikasi SWOT meliputi: Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), serta Opportunity (peluang) dan threat (ancaman) yang terdapat di UD Keramik Kinasih. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi penanaman nilai budaya organisasi, pendidikan dan keterampilan serta identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman penting bagi eksistensi perusahaan

                Implikasi dari hasil penelitian dapat memperkaya ilmu pengetahuan dalam hal budaya organisasi. Saran bagi perusahaan untuk terus memperkuat budaya organisasi dan melakukan evaluasi kinerja perusahaan guna menjaga kualitas produk yang dihasilkan dalam rangka kepuasan pelanggan. Saran bagi pemerintah untuk selalu memperhatikan dan membuat kebijakan yang mampu melindungi perusahaan yang bergerak di sektor mikro kecil dan menengah.