DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Argument mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPA Siswa Laki-laki dan Perempuan Kelas VII SMP

Muhammad Ali Ridho

Abstrak


ABSTRAK

 

Ridho, Muhammad Ali. 2016. Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Argument mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPA Siswa Laki-laki dan Perempuan Kelas VII SMP. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar (IPA), Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D (II) Prof.Dr. Arif Hidayat, M.Si

 

Kata Kunci: inkuiri terbimbing, argument mapping, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, siswa laki-laki dan perempuan.

 

Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Pembelajaran IPA di sekolah menemui beberapa kendala dalam mengembangkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah siswa.

 

Kemampuan berpikir kritis merupakan hal yang harus diajarkan kepada siswa. Kemampuan berpikir kritis  dapat didukung salah satunya dengan pembelajaran inkuiri. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh model inkuiri terbimbing dengan argument mapping pada pembelajaran IPA terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas VII ditinjau dari perbedaan gender. Pembelajaran inkuiri  terbimbing terdiri dari tujuh fase yaitu: (1) mengekplorasi fenomena; (2) memfokuskan pada pertanyaan; (3) merencanakan investigasi; (4) melaksanakan investigasi; (5) menganalisis data dan bukti; (6) membangun pengetahuan baru; dan (7) mengkomunikasikan pengetahuan baru. Pada fase keenam yaitu membangun pengetahuan baru, siswa membuat argumen  yang mencakup membuat dan menegaskan sebuah klaim, menawarkan bukti pendukung, dan mengkomunikasikan klaim. Argumen siswa pada fase membangun pengetahuan baru ditampilkan dalam bentuk peta atau sering disebut argument mapping.

 

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi, dengan rancangan faktorial dan desain penelitian Posttest-Only Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Batu Ampar Tahun Pelajaran 2015/2016 yang terdiri dari empat kelas dengan 2 kelas laki-laki dan 2 kelas perempuan. Semua siswa kelas VII dijadikan sampel penelitian berjumlah 96 siswa dan dilakukan uji kesetaraan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar kognitif yang berbentuk pilihan ganda, tes kemampuan berpikir kritis berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan diolah secara statistik inferensial dengan menggunakan  anava dua jalur.

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa laki-laki yang diajar dengan inkuiri terbimbing berbantuan argument mapping dan siswa laki-laki yang diajar dengan inkuiri terbimbing tanpa berbantuan argument mapping; (2) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara  siswa perempuan yang diajar dengan inkuiri terbimbing berbantuan argument mapping dan siswa perempuan yang diajar dengan inkuiri terbimbing tanpa berbantuan argument mapping; (3) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan  yang dibelajarkan dengan menggunakan inkuiri terbimbing berbantuan argument mapping; (4) tidak ada dampak gabungan antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dan gender terhadap kemampuan berpikir kritis siswa; (5) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa laki-laki yang diajar dengan inkuiri terbimbing berbantuan argument mapping dan siswa laki-laki yang diajar dengan inkuiri terbimbing tanpa berbantuan argument mapping; (6) terdapat perbedaan hasil belajar antara  siswa perempuan yang diajar dengan inkuiri terbimbing berbantuan argument mapping dan siswa perempuan yang diajar dengan inkuiri terbimbing tanpa berbantuan argument mapping; (7) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan  yang dibelajarkan dengan menggunakan inkuiri terbimbing berbantuan argument mapping; (8) tidak ada dampak gabungan antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dan gender terhadap hasil belajar siswa.