DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Asesmen Autentik Menulis Teks Cerpen dan Teks Fabel untuk Siswa SMP/MTs yang Mengimplementasikan Kurikulum 2013

KUKUH FADLIYATIS SHOLLIKHAH

Abstrak


ABSTRAK

Shollikhah, KukuhFadliyatis. 2016. Pengembangan Instrumen Asesmen Autentik Menulis Teks Cerpen dan Teks Fabel untuk Siswa SMP/MTs yang Mengimplementasikan Kurikulum 2013.Tesis, Progam Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati,(II) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd

Kata Kunci: instrumen asesmen autentik, teks cerpen, teks fabel

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh asesmen kompetensi menulis teks cerpen dan teks fabel di jenjang SMP/MTs memiliki kekurangan. Kekurangan tersebut terdiri atas empat hal, yakni (1) instrumen asesmen yang digunakan untuk mengukur kompetensi menulis yaitu tes objektif; (2) tugas menulis yang diberikan belum terstruktur; (3) instrumen asesmen yang digunakan belum memenuhi syarat validitas, keterbacaan, dan reliabilitas; dan (4) guru kesulitan menyusun  instrumen asesmen menulis yang memuat petunjuk yang jelas.

Secara umum, penelitian ini menghasilkan dua produk, yakni tugas autentik menulis dan panduan penggunaan instrumen asesmen. Tugas autentik menulis yang disajikan ada dua jenis yaitu (1) tugas menulis berdasarkan konflik atau masalah dan (2) tugas menulis sinopsis cerpen dan fabel. Tugas menulis yang disajikan juga menggunakan stimulan berupa gambar berseri, komik, foto peristiwa, masalah, dan video sebagai bantuan siswa mencari ide.

Penelitian ini bertujuan (1) mengembangkan produkberupainstrumenasesmenketerampilanmenulistekscerpendanteksfabel dan panduan guru menulis teks cerpen serta teks fabel; dan (2) mendeskripsikanhasilujivaliditas, keterbacaan, dan reliabilitas instrumenasesmentekscerpendanteks fabel. Produk yang dikembangkan memperhatikan syarat instrumen asesmen yakni validitas, reliabilitas, dan keterbacaan.

Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian pengembangan dengan model pengembangan instrumen bahasa O’Malley dan Pierce (1996). Tahapan adaptasi model pengembangan tersebut, yaitu (1) menentukan tujuan pengembangan, (2) menyusun spesifikasi produk, (3) melakukan pengembangan, (4) menguji coba, dan (5) merevisi.

Jenis data dalampenelitianiniyaitu (1) data verbal dan (2) data numerik.Data verbal berupakritik, komentar, dan saran perbaikanterhadapinstrumenasesmenmenulistekscerpendanteksfabel yang diperolehdariujivalidasiahlievaluasi, ahlipembelajaran, guru, dansiswa.Data numerikberupaskor-skor yang terdapatpadaangketpenilaian yang diperolehdariahli dan subjek ujiterhadapinstrumenasesmen yang menggambarkanhasil uji validitas, reliabilitas, danketerbacaaninstrumenasesmen.

Prosedur pengumpulan data dilakukan peneliti dengan teknik wawancara tidak terstruktur dan survei terbatas. Wawancaratidakterstrukturdilakukanpenelitikepada guru berkaitandenganinstrumenasesmen yang digunakan.Surveiterbatasdilakukanpenelitidengancaramemberikanangketkepadaahli.

Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif.  Teknik analisis data kuantitatif digunakan untuk menganalisis data numerik  yang diperoleh dari angket yang disebarkan kepada validator. Hasil skor dari angket ahli kemudian dipersentasekan untuk menentukan produk layak diimplementasikan. Selain data numerik dari angket, data numerik lainnya diperoleh dari uji reliabilitas. Uji reliabilitas dilakukan dengan cara uji korelasi Pearson Product Moment. Sebelum melakukan uji korelasi, dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas pada data sebagai prasyarat untuk melakukan uji korelasi Pearson Product Moment. Berdasarkan uji normalitas dan uji homogenitas, data numerik normal dan memiliki varian yang hampir sama.

Berdasarkan uji validitas produk Tugas Menulis Autentik Teks Cerpen diperoleh persentase sebesar 86%.Hasil uji validitas produk Tugas Menulis Autentik Teks Fabel diperoleh persentase sebesar 87 %. Hasil uji keterbacaan produk Tugas Menulis Autentik Teks Cerpen diperoleh persentase sebesar 86%. Hasil uji keterbacaan produk Tugas Menulis Autentik Teks Fabel diperoleh persentase sebesar 85 %.

Berdasarkan uji reliabilitas interrater yang dilakukan terhadap produk instrumen asesmen menulis teks cerpen dan teks fabel diperoleh nilai korelasi 0, 829 untuk teks cerpen dan nilai 0, 761 untuk teks fabel. Dengan demikian nilai korelasi > 0,05, maka dapat disimpulkan produk instrumen asesmen yang dikembangkan memiliki nilai reliabilitas yang tinggi.

Berdasarkan uji empiris, produk Tugas Menulis Autentik Teks Cerpen diperoleh persentase sebesar 78% (SMPN 7 Malang) dan 77% (SMPN 24 Malang). Hasil uji empiris produk Tugas Menulis Autentik Teks Fabel diperoleh persentase sebesar 82% (SMPN 7 Malang) dan 80% (SMPN 24 Malang). Persentase yang diperoleh > 75% sehingga produk layak dan dapat diimplementasikan dengan revisi kecil.

Berdasarkan uji validitas produk Panduan Penggunaan Instrumen Menulis Autentik Teks Cerpen diperoleh persentase sebesar 85%. Hasil uji validitas produk Panduan Penggunaan Tugas Menulis Autentik Teks Fabel diperoleh persentase sebesar 85 %. Hasil uji keterbacaan produk Panduan Penggunaan Tugas Menulis Autentik Teks Cerpen diperoleh persentase sebesar 85%. Hasil uji keterbacaan produk Panduan Penggunaan Tugas Menulis Autentik Teks Fabel diperoleh persentase sebesar 83%.

Tugas menulis autentik dan panduan penggunaan instrumen asesmen teks cerpen dan teks fabel ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk melakukan penilaian menulis khususnya menulis teks sastra. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan untuk menggunakan instrumen asesmen ini dengan lebih inovatif dan kreatif. Produk ini dapat dijadikan dasar atau pijakan untuk pengembangan produk instrumen asesmen selanjutnya. Produk ini dapat disebarluaskan melalui forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia, jurnal penelitian, blog, dan sosial media.