DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model Learning Cycle 7E Pada Materi Trigonometri Untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa

Natalia Rosalina Rawa

Abstrak


ABSTRACT

 

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model Learning Cycle 7E Pada Materi Trigonometri Untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa

Rawa, Natalia Rosalina. 2016.Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model Learning Cycle 7E Pada Materi Trigonometri Untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Akbar Sutawidjaja, M.Ed, Ph.D, (2) Dr. Sudirman, M.Si

Kata Kunci: perangkat pembelajaran, learning cycle 7E, trigonometri, koneksi matematis

Kurikulum matematika pada hakikatnya menekankan pada dimensi pedagogik modern salah satunya koneksi matematis. Guru diharapkan dapat mengembangkan perangkat pembelajaran yang dapat mendukung siswa untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematisnya. Kenyataannya dalam menyusun RPP, guru jarang menekankan pada aspek koneksi matematis dan masih kesulitan dalam menerapkan pendekatan tertentu. Selain itu, guru jarang mengembangkan LKS sesuai pendekatan yang digunakan. Hal ini menyebabkan pembelajaran matematika kurang memfokuskan pada  kemampuan koneksi matematis siswa. Padahal koneksi matematis sangat penting dalam membangun pengetahuan dan keterampilan siswa. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan perangkat pembelajaran pada materi trigonometri untuk mengatasi masalah tersebut.

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran pada materi trigonometri berbasis model learning cycle 7E  yang valid, praktis dan efektif. Perangkat pembelajaran dalam penelitian terdiri atas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang dirancang dengan tujuh tahap pembelajaran yaitu elicit, engage, explore, explain, elaborate, extend dan evaluate.

Metode penelitian pengembangan ini mengacu pada model Plomp yang terdiri atas tiga tahap yaitu, (1) pleminary research, (2) prototyping phase, dan (3) assessment phase. Kualitas perangkat pembelajaran didasarkan pada uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan.  Uji kevalidan dilakukan oleh dua orang validator yang terdiri dari satu orang validator ahli yaitu dosen matematika dan satu orang validator praktisi yaitu guru matematika SMA. Uji kepraktisan RPP dilakukan dengan memberikan angket respon terhadap praktisi dan didukung oleh hasil observasi oleh observer. Uji kepraktisan LKS dilakukan dengan memberikan angket respon terhadap siswa. Sedangkan uji keefektifan dilakukan dengan memberikan tes kemampuan koneksi matematis kepada siswa subjek uji coba di lapangan.

Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil yaitu: (1) skor kevalidan RPP adalah 3,54, skor kevalidan LKS adalah 3,44, skor kevalidan instrumen penelitian adalah 3,66, (2) skor kepraktisan RPP 3,53 dan skor kepraktisan LKS 3,21, (3) kemampuan koneksi matematis siswa pada aspek koneksi antar konsep atau prosedur dalam  materi yang sama mengalami peningkatan dari 66 menjadi 81 dengan kategori tinggi, kemampuan koneksi matematis siswa pada aspek koneksi antar konsep atau prosedur dalam  materi matematika yang berbeda mengalami peningkatan dari 49,5 menjadi 77,9 dengan kategori tinggi, dan kemampuan koneksi matematis siswa pada aspek koneksi antar konsep atau prosedur dalam  konteks kehidupan sehari mengalami peningkatan dari 55,8 menjadi 77,4 dengan kategori tinggi. Kemampuan koneksi matematis siswa secara klasikal meningkat dari 57,1  nilai 78,8 dengan kategori tinggi.  Dengan demikian perangkat pembelajaran berbasis model learning cycle 7E pada materi trigonometri untuk siswa SMA kelas X dinyatakan valid, praktis dan efektif.

 

Perangkat pembelajaran berbasis learning cycle 7e ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran matematika untuk siswa SMA, namun masih terbatas pada