DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Buku Ajar Berbasis Penelitian Perkembangan Larva Ulat Sutera (Bombyx mori L.) untuk Matakuliah Perkembangan Hewan (PH) Prodi Pendidikan Biologi S1 Universitas Jember

Sulistyo Dwi Kartining Putro

Abstrak


ABSTRACT

 

Putro, Sulistyo Dwi K, 2016. Pengembangan  Buku Ajar Berbasis Penelitian Perkembangan Larva Ulat Sutera (Bombyx mori L.) untuk Matakuliah Perkembangan Hewan (PH) Prodi Pendidikan Biologi S1 Universitas Jember. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umie Lestari, M.Si., (II) Dr. Betty Lukiati, M.Si.

Kata Kunci: Buku Ajar Berbasis Penelitian, Hormon Juvenil, Isolasi Hormon.

Peran bahan ajar dalam proses pembelajaran bertujuan untuk menyajikan sumber informasi, bahan kajian dan sumber kegiatan bagi mahasiswa. Pengembangan bahan ajar berupa buku ajar berbasis penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan buku ajar mata kuliah perkembangan hewan yang akan digunakan sebagai salah satu sumber buku penunjang belajar bagi mahasiswa Pendidikan Biologi S1 Universitas Negeri Jember. Materi yang akan disajikan dalam buku ajar berbasis penelitian tersebut membahas tentang fenomena suatu perkembangan larva ulat sutera menjadi dewasa yang ditinjau dari hormon berdasarkan kajian biologi molekulernya.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan buku ajar berbasis penelitian laboratorik. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengadaptasi dari model pengembangan Hannafin dan Peck (1988). Pemilihan model pengembangan ini didasarkan atas pemikiran bahwa model ini: 1) memberi kesempatan untuk melakukan revisi (evaluasi) pada setiap tahapan, 2) model ini sangat sederhana namun implementasinya sistematik. Model pengembangan ini merupakan model desain pembelajaran yang berorientasi pada produk. Penelitian laboratorik yang dilakukan pada tahapan pegembangan ini meliputi pemeliharaan ulat sutera, purifikasi hormon, isolasi protein, SDS-PAGE, dan GCMS dilakukan pada prosedur fase desain dan perencanaan.

Berdasarkan hasil isolasi dan purifikasi hormon juvenil didapatkan komponen penyusun senyawa hormon juvenil ulat sutera terdapat 3 senyawa, JH I, JH II, dan JH III. JH III merupakan Methyl- (2E,6E)-(10R)-10,11-epoxy-3,7,11-trimethyl-2,6-dodecadienoate; JH II merupakan Methyl (2E,6E,10cis) - (10R,11S)-10, 11-epoxy-3,7,11 - trimethyl - 2,6 - tridecadienoate; dan JH III merupakan Methyl (2E,6E,10cis) - (10R,11S) - 10,11 – epoxy - 7ethyl – 3 , 11 – dimethyl - 2,6 tridecadienoate. Dari hasil berat molekul yang diperoleh dari hasil isolasi protein kelenjar corpora allata diperoleh berat molekul sebesar 39 kDa, dimana  menurut Cusson, M, dkk. 1992, protein dengan berat molekul 39 kDa pada corpora allata berfungsi sebagai binding affinity pada proses sekresi hormon juvenile perkembangan larva ulat sutera bombyx mori. Namun untuk fungsi khusus pada beberapa protein yang terdapat pada corpora allata masih belum bisa dipastikan pada leterlibatanya dalam proses metamorfosis ulat sutera.

 

Melalui pengembangan buku ajar berbasis penelitian yang telah dilakukan dengan menyajikan materi-materi hasil analisis molekuler, mahasiswa sangat antusias dan mendapatkan pengetahuan dan informasi-informasi terbaru. Hal ini dikarenakan buku ajar berbasis penelitian masih dianggap hal baru oleh mahasiswa dan mendapat respon positif untuk mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan buu ajar yang disusun telah memenuhi syarat kelayakan. Tingkat kelayakan uji terbatas perorangan mahasiswa diperoleh sebesar 94,7% dengan kategori valid, uji kelayakan dari ahli media diperoleh sebesar 93,35% dengan kategori valid, dan uji kelayakan sajian materi sebesar 80,07% dengan kategori valid dan layak untuk digunakan sebagai buku penunjang pembelajaran mata kuliah perkembangan hewan.