DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Bercirikan Pembelajaran Kontekstual untuk Memahamkan Masalah Keliling dan Luas Segiempat dan Segitiga Siswa SMP Kelas VII

Ayu Rahayu

Abstrak


ABSTRACT

 

Rahayu, Ayu. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Bercirikan Pembelajaran Kontekstual untuk Memahamkan Masalah Keliling dan Luas Segiempat dan Segitiga Siswa SMP Kelas VII. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Gatot Muhsetyo, M.Sc, (II) Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd, M.Si.

Kata Kunci: Pengembangan bahan ajar, LKS, Pembelajaran Kontekstual, Segiempat, Segitiga.

Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari berpengaruh terhadap hasil belajar yang diraihnya. Namun, soal seperti itu sering menimbulkan kesulitan bagi banyak siswa karena proses solusi yang bersifat kompleks. Begitupun kondisi nyata siswa kelas VII di SMP Ar-Rohmah Malang, yang menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami kalimat-kalimat dalam soal dan sulit menerjemahkan bahasa soal ke dalam persamaan numerik, serta dalam proses perhitungan ditemukan adanya kesalahan. Di sisi lain, guru melaksanakan pembelajaran hanya menggunakan bahan ajar yang bersumber pada buku-buku ajar cetakan penerbit dan tidak mengembangkan bahan ajar seperti LKS guna membantu siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, metode ajar yang digunakan adalah metode ceramah. Oleh karena itu maka pengembang melakukan penelitian pengembangan untuk menghasilkan bahan ajar yaitu LKS matematika bercirikan pembelajaran kontekstual yang dapat membantu siswa untuk memahami soal yang berbentuk aplikatif/ masalah penerapan pada materi keliling dan luas segiempat dan segitiga.

Model pengembangan yang digunakan dalam proses pengembangan LKS ini adalah model pengembangan Plomp (2010) yang terdiri dari tiga fase/ tahap, yaitu:  Prelimininary research (penelitian awal), Prototyping phase (tahap prototipe), dan Assesment phase (tahap penilaian). LKS yang telah dikembangkan selanjutnya dilakukan validasi oleh ahli dan praktisi. Data yang diperoleh berupa saran dan komentar dijadikan landasan untuk memperbaiki LKS, sedangkan data berupa skor dianalisis untuk mengetahui kriteria kevalidan LKS. Selanjutnya untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan LKS dilakukan uji coba lapangan.

 

Skor rata-rata total hasil validasi sebesar 2,8 yang berarti LKS masuk dalam kriteria valid. Untuk kriteria kepraktisan LKS, penilaian dilakukan dengan mengamati aktivitas pembelajaran serta respon siswa dan guru terhadap LKS. Perolehan persentase rata-rata pada lembar observasi aktivitas guru dan siswa sebesar 91,67 %. Berdasarkan panduan kriteria kepraktisan, LKS yang telah dikembangkan berada dalam kriteria praktis. Untuk kriteria keefektifan LKS, dilihat dari capaian tes hasil belajar siswa. Dari tes hasil belajar deperoleh 70,37 % siswa memenuhi nilai ketuntasan minimal. Berdasarkan data validasi, uji kepraktisan, dan keefektifan melalui uji coba lapangan dapat dikatakan bahwa LKS bercirikan pembelajaran kontekstual yang dikembangkan masuk dalam kriteria valid, praktis, dan efektif.