DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh strategi Group Investigation (GI) dipadu Think Talk Write (TTW) terhadap Keterampilan Metakognitif, Keterampilan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Biologi Siswa Berkemampuan Akademik Berbeda

Lina - Listiana

Abstrak


ABSTRAK

POTENSI  STRATEGIGROUP INVESTIGATION (GI) DIPADU THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA BERKEMAMPUAN

AKADEMIK BERBEDA

Lina Listiana1,2, Herawati Susilo1, Hadi Suwono1, Endang Suarsini1

Pendidikan Biologi-Pascasarjana Universitas Negeri Malang1-Jl. Semarang 5, Kota Malang

Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Muhammadiyah Surabaya2-Jl Sutorejo no.59,Surabaya

Email: linahamdani22@yahoo.com; herawati_susilo@yahoo.com; hadisuwonodr@gmail.com;suarsini2001@yahoo.com; No Hp: 081357768715

Abstract: The aim of this research was to determine the effect of GI, TTW, GITTW, and conventional learning on biology learning outcome of students with different academic level in Biology classroom. This research was a quasy experiment with pretest-posttest control group design. Biology learning outcome was measured by essay test. Data were analysed with descriptive and inferential statistics with ANCOVA. The result of research showed that: 1) learning strategy and academic level effected on cognitive learning outcome. GITTW had the potency to improve biology learning outcome greater than others strategy, 2) Biology learning outcome of students with higher academic level was higher than lower academic level, 3) interaction between learning strategy and academic level effected on biology learning outcome. GITTW could use as basic of development of Biology learning strategy and others subject.

Key Words: Problem-based learning, reading questioning answering, cognitive learning outcome, academic level, basic biology

Abstrak: Penelitianini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh GI, TTW, GITTW, dan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar biologi siswa berkemampuan akademik berbeda pada pembelajaran Biologi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain pretest-posttest control group design. Hasil belajar biologi diukur menggunakan tes essay. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan anakova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) strategi pembelajaran dan kemampuan akademik berpengaruh terhadap hasil belajar biologi. GITTW berpotensi meningkatkan hasil belajar biologi dibandingkan strategi lainnya, 2)hasil belajar biologi siswa berkemampuan akademik atas lebih tinggi daripada kemampuan akademik bawah, 3) interaksi antara strategi dengan kemampuan akademik berpengaruh terhadap hasil belajar biologi.GITTW dapat digunakan sebagai dasar pengembangan strategi pembelajaran Biologi dan pembelajaran lainnya.

Kata kunci: Group investigation, think talk write, hasil belajar biologi, kemampuan akademik.

Peningkatan kualitas pembelajaran merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas manusia dalam mewujudkan mutu pendidikan nasional. Aspek yang sangat menentukan keberhasilan sebuah pembelajaran di kelas antara lain penggunaan strategi dan model pembelajaran. Selain itu pengalaman belajar siswa selama pembelajaran juga sangat berperan dalam menentukan kualitas pembelajaran. Oleh sebab itu guru sebagai fasilitator memiliki tanggungjawab memberikan dan membentuk pengalaman belajar siswa yaitu salah satunya melalui penggunaan strategi pembelajaran yang tepat. Sementara itu dengan strategi pembelajaran yang konvensional ketertarikan siswa untuk belajar cenderung rendah.

Informasi dari hasil survey yang dilakukan pada tahun 2013 menunjukkan bahwa strategi pembelajaran konvensional sebagian besar masih mendominasi pola pembelajaran biologi di sekolah-sekolah di Surabaya. Pada umumnya pembelajaran konvensional yakni dengan penggunaan strategi konvensional seperti ceramah, tanya jawab dan latihan soal-soal. Terkait hasil belajar siswa terungkap bahwa guru pada umumnya juga lebih menitikberatkan pada kemampuan mengingat (C1), memahami (C2), dan mengaplikasi (C3) sementara kemampuan tingkat tinggi seperti menganalisis (C4), mensintesis (C5) dan mengevaluasi (C6) sangat kurang. Selain itu, rata-rata nilai biologi siswa selama ini sebagai hasil belajar hanya 70. Hasil belajar biologi siswa ini hanya dapat dikategorikan cukup. Padahal, hasil belajar siswa merupakan indikator keberhasilan suatu pembelajaran (Listiana, 2014). Strategi pembelajaran tersebut belum optimal dalam meningkatkan hasil belajar biologi siswa.

Rendahnya hasil belajar kognitif siswa atau hasil belajar yang hanya dapat dikategorikan cukup ini dimungkinkan karena faktor (1) permasalahan-permasalahan pembelajaran di kelas antara lain ketidaktuntasan pemecahan masalah dalam materi Biologi, (2) siswa kurang mengembangkan dan memberdayakan keterampilan berpikir dan metakognitifnya, dan (3) siswa kurang tertantang untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif selama kegiatan pembelajaran. Kondisi pembelajaran seperti ini terjadi di beberapa Sekolah Menengah Atas Muhhamadiyah Surabaya (Listiana, 2014).

Hasil belajar biologi siswa yang rendah ini disebabkan antara lain pola perkuliahan Biologi yang belum mengupayakan pemberdayaan keterampilan metakognitif siswa. Menurut Corebima (2009), pemberdayaan keterampilan metakognitif perlu dilakukan agar peserta didik menjadi pebelajar mandiri. Keterampilan metakognisi dipengaruhi oleh strategi pembelajaran (Paidi, 2008; Warouw, 2009; dan Danial, 2010). Kurangnya pemberdayaan metakognitif mahasiswa berimplikasi terhadap kemampuan biologi siswa yang cenderung rendah karena mahasiswa belum terlatih untuk mengetahui kemampuan kognitifnya (self assessment) serta kurang mampu mengelola dan memonitor kemampuan kognitifnya (self regulated).

Pemberdayaan keterampilan metakognitif siswa dalam pembelajaran dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir yang selanjutnya berimplikasi pada hasil belajar biologi siswa. Apabila pembelajaran Biologi kurang memberdayakan keterampilan metakognitif maka dengan sendirinya hasil belajarnya akan rendah. Livingston (1997) menegaskan bahwa keterampilan metakognitif memegang peranan salah satu peranan kritis (sangat penting) agar pembelajaran berhasil. Melalui keterampilan metakognitif siswa dapat belajar berpikir tentang proses berpikirnya sendiri, serta menerapkan strategi-strategi belajar khusus untuk berpikir sendiri melalui tugas-tugas. Eggen dan Kauchak (1996) menyatakan bahwa metakognitif berperan penting dalam keberhasilan belajar siswa sebab metakognitif menjadikan seseorang kreatif memilih strategi belajar yang akan digunakan dan memudahkan seseorang untuk mengelola keterampilan kognitifnya.

Ada hubungan yang signifikan antara keterampilan metakognitif dengan hasil belajar kognitif siswa (Zen, 2010; Singh, 2012; Ardila, 2013). Hasil penelitian Taccasu (2008) mengungkap bahwa ada hubungan antara kemampuan metakognitif dengan keberhasilannya dalam belajar. Kemampuan siswa untuk mandiri dan bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri berkaitan dengan keterampilan metakognitif. Hal ini berhubungan dengan pencapaian hasil belajar kognitif siswa. Oleh karena itu pemberdayaan keterampilan metakognitif perlu dilatihkan selama kegiatan pembelajaran.

Diperlukan sebuah upaya untuk mengatasi permasalahan di atas termasuk penerapan strategi pembelajaran yang tepat. Penerapan strategi pembelajaran yang tepat diharapkan mampu meningkatkan keterampilan metakognitif yang berdampak pada hasil belajar biologi siswa. Strategi pembelajaran yang dianggap tepat untuk memberdayakan keterampilan metakognitif adalah Group Investigation (GI) (Danial, 2010). Strategi GI juga lebih berpotensi memberdayakan kemampuan dan keterampilan berpikir siswa (Nasrudin & Azizah, 2010; Listiana, 2013). Strategi GI berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kreatif dan pemahaman konsep Biologi (Suartika dkk, 2013; Sudewi, 2014).

Strategi pembelajaran GI merupakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan paradigma konstruktivis, dimana siswa berinteraksi dengan banyak informasi dan bekerja dalam situasi kooperatif untuk menyelidiki permasalahan, perencanaan, melakukan presentasi dan mengevaluasinya (Tsoi, 2004). Strategi pembelajaran GI melibatkan siswa dalam perencanaan dan pembagian topik yang akan dipelajari, pengumpulan informasi dan penyajiannya (Sharan & Sharan, 1990). GI memungkinkan siswa untuk terlibat langsung dalam bagaimana memperoleh pengetahuan, tidak hanya menerima (Mitchell et al., 2008). GI memungkinkan siswa melakukan penyelidikan untuk proyek studi yang berhubungan dengan penguasaan konsep, keterampilan berpikir: menganalisis, dan mensintesiskan informasi sebagai upaya penyelesaian masalah yang bersifat multi-aspek (Slavin, 2005).

Penggunaan strategi pembelajaran GI telah mengungkapkan beberapa kelebihan antara lain siswa (1) terlibat langsung bagaimana memperoleh pengetahuan; (2) tidak hanya sebagai penerima; (3) mengembangkan kecerdasan interpersonal; (4) menciptakan pengetahuan dan mengembangkan keterampilan berpikir tinggi, (5) belajar informasi lebih lanjut ditingkat yang lebih tinggi ketika belajar dalam kelompok kooperatif;  (6) mendorong siswa untuk mencapai berpikir tingkat tinggi pada pembelajaran (Mitchell, et al., 2008: 389). Penelitian Nasrudin dan Azizah (2010) yang menerapkan strategi pembelajaran GI dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran IPA dan keterampilan berpikir serta sikap ilmiah. Hasil penelitian Akcay dan Doymus (2012) mengungkapkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara kelompok GI, belajar bersama dan kontrol.

Penggunaan strategi pembelajaran GI telah mengungkap beberapa kelebihan, namun di samping itu terdapat kekurangan strategi pembelajaran GI. Hasil penelitian Johnson (2002)melaporkan bahwa penerapan strategi GI memerlukan waktu yang cukup lama, untuk diimplementasikan pada berbagai bidang studi dan tingkat kelas juga tidak mudah serta kurang dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi.

 Strategi pembelajaran lainnya yang diharapkan dapat memberdayakan dan mengembangkan keterampilan berpikir tinggi siswasesuai dengan tuntutan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kreatif, bekerjasama dan berkomunikasi adalah strategi pembelajaran think talk write (TTW). Strategi yang diperkenalkan oleh Huinker dan Laughlin (1996) ini mempunyai kelebihan yaitu sangat mudah beradaptasi dengan perubahan kondisi dan dapat diterapkan pada semua bidang studi dari berbagai tingkat, dengan sintaks yang sangat sederhana. Strategi TTW terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Biologi (Sholikhah, 2009; Astohar, 2010; Fatmawati, 2010), selain itu strategi TTW juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif serta pemecahan masalah (Hidayat, 2013 dan Yuanari, 2011) dan penelitian Supriyono (2011) bahwa perangkat pembelajaran dengan strategi TTW dapat meningkatkan komunikasi matematika siswa.

Pertimbangan lain bahwa salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam pemilihan strategi pembelajaran adalah mempertimbangkan kemampuan akademik siswa yang berbeda dalam kelas. Strategi pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa pada semua kemampuan akademik. Demikian pula halnya dengan penerapan strategi GI dan TTW diharapkan mampu meningkatkan keterampilan metakognitif, keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar biologi siswa dengan kemampuan akademik atas dan juga menjadikan siswa dengan kemampuan akademik bawah mampu meningkatkan kemampuannya atau bahkan mensejajarkan dirinya dengan siswa kemampuan akademik atas.

Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah kemampuan akademik (Winarni, 2006). Kemampuan akademik awal ini harus diberdayakan, terutama kemampuan akademik awal yang rendah untuk mendapatkan hasil yang sama dengan yang berbeda kemampuan awalnya (Sidi, 2001 dan Corebima, 2006). Hasil penelitian Amnah (2009) menunjukkan bahwa pembelajaran dalam kelompok berpengaruh pada keberhasilan belajar peserta didik berkemampuan akademik rendah, sedang, dan tinggi. Penelitian Basoeki (2007) melaporkan bahwa kemampuan awal peserta didik berpengaruh terhadap pencapaian kompetensi biologi pada penerapan strategi kooperatif STAD dan GI. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan strategi kooperatif mampu mengupayakan agar siswa dengan kemampuan akademik awal rendah dapat meningkatkan hasil belajarnya atau dapat mensejajarkan dirinya dengan siswa pada kelompok lain yang berbeda kemampuan awalnya (Jamaludin, 2009 dan Warouw, 2009).

Berdasarkan rasionalitas, kelebihan, kelemahan GI dan TTW serta masih kurangnya pemberdayaan keterampilan metakognitif yang dapat meningkatkana hasil belajar biologi siswa sehingga perlu dilakukan penelitian dengan judul: Pengaruh Strategi GroupInvestigation (GI) dipadu Think Talk Write (TTW) terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Berkemampuan Akademik Berbeda di SMA Muhammadiyah Se-Surabaya.

METODE

            Penelitian ini adalah kuasi eksperimen yang didesain untuk membandingkan pengaruh strategi pembelajaran GI, TTW, GITTW, dan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar biologi siswa yang dilakukan pada tahun 2014. Populasi penelitian terdiri dari 11 kelas jurusan IPA yang tersebar pada 7 Sekolah Muhammadiyah di Surabaya yang terdiri atas 312 siswa. Siswa yang menjadi sampel penelitian terdiri atas 162 orang siswa pada semester satu yang diperoleh dengan random sampling tersebar pada 8 kelas, di mana 2 kelas mewakili satu strategi yang diterapkan. Sampel juga dengan kemampuan akademik awal siswa yang homogen berdasarkan grouping test. Kemampuan akademik siswa terdiri atas siswa berkemampuan akademik atas dan kemampuan akademik bawah.

Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design (Fraenkel & Wallen, 2009)dengan faktorial 4x2. Hasil belajar biologi siswa diukur dengan menggunakan tes essay sebanyak 13 nomor dan divalidasi ahli dan empiris sebelum digunakan. Rubrik yang digunakan adalah rubrik hasil belajar biologi (Hart, 1994). Sebelum diberi perlakuan, kedelapan kelas diberi tes hasil belajar biologi. Selama 1 semester, kedelapan kelas diajar dengan perlakuan strategi pembelajaran yang berbeda, selanjutnya diberikan tes hasil belajar biologi pada akhir penelitan. Desain penelitian eksperimen semu ditunjukkan pada Tabel 1.

           

Tabel 1.  Kelas Perlakuan Berdasarkan Variabel

 

Pretest Perlakuan        Posttest

O1

O1

O1

O1

O1

O1

O1

         O1          X1Y1

X1Y2

X2Y1

X2Y2

X3Y1

X3Y2

CY1

CY2    O2

O2

O2

O2

O2

O2

O2

O2

 

Keterangan:

X1 = Kelas dengan strategi GI

X2 = Kelas dengan strategi TTW

            X3 =  Kelas dengan strategi GI dipadu TTW

C  =  Kelas dengan strategi konvensional.

Y1 = Kemampuan akademik  Atas

Y2 = Kemampuan akademik Bawah

O1 = skor prettest

O2 = skor posttest

HASIL

Hasil belajar biologi siswa diukur sebelum dan setelah pembelajaran. Selanjutnya, data dianalisis dengan statistik deskriptif untuk mengetahui rerata dan persentase perubahan skor hasil belajar biologi. Data hasil penelitian terkait rerata skor dan persentase perubahan skor pretest-posttest hasil belajar biologipada setiap strategi pembelajaran menurut kemampuan akademik ditunjukkan pada Tabel 2.

Tabel 2 Rerata Skor dan Persentase Perubahan Skor Pretest-Posttest Hasil Belajar biologi pada Setiap Strategi Pembelajaran menurut Kemampuan Akademik

 

No       Strategi Pembelajaran Kemampuan Akademik          Rerata  Perubahan (%) Keterangan

                                    Pretest Posttest                      

1          GITTW           KA Atas          38.04   80.92   52.99   Meningkat

                        KA Bawah      36.93   59.18   37.58   Meningkat

                        Total    37.48   70.05   46.20   Meningkat

2          GI        KA Atas          47.33   76.56   38.18   Meningkat

                        KA Bawah      34.75   51.90   33.04   Meningkat

                        Total    41.04   64.23   36.10   Meningkat

3          TTW    KA Atas          40.54   72.69   44.23   Meningkat

                        KA Bawah      29.29   57.58   49.13   Meningkat

                        Total    34.92   65.13   46.38   Meningkat

4          Konvensional  KA Atas          33.62   46.76   28.10   Meningkat

                        KA Bawah      25.61   31.68   19.16   Meningkat

                        Total    29.61   39.22   24.50   Meningkat

Total    KA Atas          39.86   69.10   42.32   Meningkat

            KA Bawah      31.73   49.81   36.30   Meningkat

 

Berdasarkan Tabel 2, dapat diketahui bahwa hasil belajar biologi siswa mengalami peningkatan dengan persentase yang bervariasi baik antar strategi pembelajaran, kemampuan akademik yang berbeda, dan kombinasi strategi pembelajaran dan kemampuan akademik. Data rerata skor hasil belajar biologi dapat divisualisasi seperti pada Gambar 1.

Gambar 1.  Rerata Nilai Pretest-Postest Hasil Belajar Biologi pada Setiap Strategi Pembelajaran Menurut Kemampuan Akademik

Hasil uji anakova perbedaan hasil belajar biologi siswa berkemampuan akademik berbeda pada pembelajaran biologi yang diberi strategi GI, TTW, GITTW, dan pembelajaran konvensional ditunjukkan pada ringkasan hasil uji hipotesis dengan anakova hasil belajar biologi siswa pada Tabel 3.

Tabel 3.  Ringkasan Hasil Uji Anakova Hasil Belajar Kognitif Siswa

Source Type III Sum of Squares        df        Mean Square   F          Sig.

Corrected Model         41499,843(a)   8          5187,480         74,968 ,000

Intercept          17877,375       1          17877,375       258,358           ,000

Xkog   1684,869         1          1684,869         24,349 ,000

Strategi            16865,041       3          5621,680         81,243 ,000

Kemampuan Akademik          8311,674         1          8311,674         120,118           ,000

Strategi*Kemampuan Ak       850,617           3          283,539           4,098   ,008

Error    10586,989       153      69,196            

Total    624756,798     162                             

Corrected Total           52086,832       161                             

Berdasarkan sumber strategi pembelajarandan  kemampuan  akademik  diperoleh p-level lebih kecil dari alpha 0.05 (p < 0.05) dengan sig. 0,000. dan 0,000. Hal ini berarti bahwa Ho ditolak dan hipotesis penelitian yang menyatakan “Adapengaruh strategi pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap hasil belajar biologi siswa” diterima. Sedangkan berdasarkan sumber interaksi strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik diperoleh p-level lebih besar dari alpha 0.05 (p > 0.05) dengan sig. 0,008. Hal ini berarti bahwa Ho diterima hipotesis penelitian yang menyatakan “Ada pengaruh interaksi strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik terhadap hasil belajar bologi siswa” ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan strategi pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap hasil belajar biologi siswa, dan ada pengaruh interaksi strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik terhadap hasil belajar biologi siswa.

Hasil uji lanjut pengaruh strategi pembelajaran terhadap hasil belajar biologi siswa terlihat pada Tabel 4.

Tabel 4.  Ringkasan Hasil Uji Lanjut Pengaruh Strategi Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa

Strategi            Xkog   Ykog   Selisih KogCor           LSD Notation

4 = kontrol      29,613 39,220 9,607   41,593 a

1 = GI 41,042 64,232 23,190 62,218     b

2 = TTW          34,917 65,135 30,218 65,472     b

3 = GI+TTW   37,482 70,048 32,565 69,400         c 

Berdasarkan tabel 4.13 terlihat bahwa strategi GITTW berbeda nyata dengan strategi GI, TTW dan konvensional, sedangkan strategi GI tidak berbeda nyata dengan strategi TTW. Rerata terkoreksi nilai hasil belajar kognitif siswatertinggi terdapat pada strategi GITTW lebih tinggi 5,7% dari strategi TTW, strategi TTW lebih tinggi 5% dari strategi GI, strategi GI lebih tinggi 33,2% dari strategi konvensional. Strategi TTW dan GI tidak berbeda nyata dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa, oleh karena itu dari keempat strategi yang berpotensi meningkatkan hasil belajar kognitif adalah strategi GITTW yang merupakan paduan kedua strategi tersebut.

Hasil uji lanjut pengaruh kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif siswa menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar kognitif siswa antara kemampuan akademik atas dengan kemampuan akademik bawah. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor terkoreksi pada kemampuan akademik atas sebesar 67,662 sedangkan pada kemampuan akademik bawah sebesar 51,679. Ini menunjukkan bahwa rata-rata skor terkoreksi pada kemampuan akademik atas lebih tinggi 23,6% dari kemampuan akademik bawah.

Terkait variabel strategi pembelajaran dan kemampuan akademik siswa maka dilakukan uji lanjut yaitu menggunakan LSD.

Tabel 5.  Ringkasan Hasil Uji Lanjut Pengaruh Interaksi Strategi pembelajaran dan Kemampuan Akademik terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa

Strategi            Akademik          Xkog               Ykog              Selisih            KogCor           LSD Notation

4 = kontrol      KA bawah       25,607 31,679 6,071   35,589 a

4 = kontrol      KA atas           33,619 46,762 13,143 47,597     b

1 = GI KA bawah       34,750 51,905 17,155 52,306     b

3 =GI+TTW    KA bawah       36,929 59,179 22,250 58,743        c

2 = TTW          KA bawah       29,292 57,583 28,292 60,079        c

2 = TTW          KA atas           40,542 72,686 32,144 70,864           d

1 = GI KA atas           47,333 76,560 29,226 72,131           d

3 =GI+TTW    KA atas           38,036 80,917 42,881 80,057              e 

Hasil uji lanjut pengaruh interaksi strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif siswa terlihat pada Tabel 5.

Terkait dengan sumber keragaman interaksi antara strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik, terlihat bahwa rerata terkoreksi nilai hasil belajar kognitif terendah terdapat pada kombinasi strategi konvensional-kemampuan akademik bawah yaitu 35,589 dan tertinggi pada kombinasi strategi GITTW-kemampuan akademik atas yaitu 80,057.

Berdasarkan hasil uji LSD, dijelaskan bahwa rerata terkoreksi nilai hasil belajar kognitif pada kombinasi strategi GITTW-kemampuan akademik atas berbeda nyata lebih tinggi 26,6% dari kombinasi strategi GITTW-kemampuan akademik bawah, dan strategi GI-kemampuan akademik atas berbeda nyata lebih tinggi 27,5% dari GI-kemampuan akademik bawah. Kemudiankombinasi strategi TTW-kemampuan akademik atas berbeda nyata  lebih 15,2% dari TTW-kemampuan akademik bawah dan strategi konvensional-kemampuan akademik atas berbeda nyata lebih tinggi 25,2% dari konvensional-kemampuan akademik bawah.

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa ada kecenderungan strategi pembelajaran yang diterapkan yaitu strategi GI,TTW dan GITTW lebih meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dengan kemampuan akademik atas. Kombinasi perlakuan yang dianggap terbaik untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa adalah kombinasi strategi GITTW-kemampuan akademik atas.

PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap hasil belajar biologi siswa. Hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan strategi GI, strategi TTW, strategi GITTW, dan strategi konvensional mengalami peningkatan dengan persentase yang bervariasi. Hal ini sejalan dengan berbagai hasil penelitian dilakukan oleh Pantiwati (2010), Danial (2010), Tumbel (2011), Puspita (2012), Suartika (2013), dan Sudewi dkk, (2014)yang menyatakan bahwa ada pengaruh strategi pembelajaran terhadap hasil belajar biologi siswa.Strategi pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar biologi, dimana keempat strategi yaitu GI, TTW, GITTW dan konvensional berbeda nyata. Hasil rerata terkoreksi nilai hasil belajar biologi siswa yang diajar strategi GITTW mendapatkan nilai paling tinggi, kemudian disusul strategi TTW, strategi GI sedangkan strategi konvensional mendapatkan nilai yang paling rendah.

Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh seseorang setelah mengikuti proses belajar (Gagne dan Briggs dalam Nasution, 2006). Proses belajar untuk memperoleh hasil belajar dipengaruhi oleh banyak faktor, menyangkut faktor internal dan faktor ekternal seperti minat, motivasi, sikap, kecerdasan/intelegensi, lingkungan belajar, strategi belajar, dan keadaan fisik. Sesuai dengan pendapat Dimyati dan Mudjiono (1994), hasil belajar disamping dipengaruhi oleh kemampuan berpikir dan proses pembelajarannya (termasuk strategi atau metode belajar), hasil belajar juga dipengaruhi oleh minat, kecerdasan, sikap dan motivasi.

Strategi pembelajaran GITTW, GI, dan TTW memberikan pengaruh yang berbeda terhadap hasil belajar biologi siswa, hal ini dapat ditunjukkan bahwa masing-masing tahapan strategi tersebut memiliki karakteristik dan keunggulan dalam pencapaian aspek-aspek kemampuan kognitif siswa. Strategi GI sesuai dengan faham konstruktivistik yang memandang siswa aktif membangun pengetahuannya sendiri. Melalui investigasi siswa lebih mudah mengkonstruksi kemampuan pemahaman konsep jika mereka melakukan sharing dalam belajar (Slavin, 1995). Pada kegiatan ini siswa saling bertukar informasi, ide, berdiskusi, klarifikasi dan mengumpulkan informasi. Dengan demikian strategi GI mempunyai kelebihan dalam meningkatkan hasil belajar yaitu dapat membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit. Hasil penelitian tentang GI terhadap hasil belajar telah diteliti oleh Santyasa (2008), model kooperatif GI membantu siswa mengembangkan kemampuan kognitif, karena model ini melibatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam menyelesaikan tugas-tugas. Suartika dkk (2013), model pembelajaran GI mampu memberikan nilai pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kreatif lebih baik daripada model pembelajaran siklus belajar.

Strategi TTW melalui sintaksnya mampu meningkatkan hasil belajar kognitf siswa, hal ini terlihat pada aktivitas berpikir (think), berbicara (talk) dan menulis (write) memerlukan kemampuan berpikir yang tinggi. Siswa dituntut mengintegrasikan kemampuan kognitifnya saat melakukan observasi gambar atau video, mencermati wacana, kemudian berdiskusi dan membuat laporan. Semua aktivitas ini memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan berpikirnya yang secara signifikan akan meningkatkan hasil belajarnya. Berbagai hasil penelitian yang dilakukan oleh Sholikhah (2009) dan Astohar (2010) pada bidang biologi, Juniasih (2012), Puspita (2012) dan Sulistyaningsih (2012) pada bidang matematika, mengungkapkan bahwa penerapan strategi pembelajaran TTW lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Peningkatan hasil belajar biologi siswa tertinggi ditemukan pada pembelajaran dengan menggunakan strategi GITTW. Hal ini disebabkan strategi gabungan ini memberikan peluang lebih besar dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa, mengembangkan keterampilan dalam mengelola belajarnya, sehingga siswa menjadi terlatih dalam mengontrol cara belajar, proses berpikir dan proses kognitifnya. Dengan demikian adanya keterampilan pada diri siswa akan mengarahkan siswa untuk menentukan apa yang dilakukan selama proses belajar untuk mencapai tujuan belajar. Hal ini secara langsung akan meningkatkan keterampilan metakognitif dan bersinergi meningkatkan keterampilan berpikir tinggi seperti berpikir kreatif yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar biologi siswa. Hubungan antara keterampilan metakognitif, keterampilan berpikir kreatif dengan hasil belajar biologi akan dibahas tersendiri.

Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi GITTW merupakan gabungan strategi GI dan TTW yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan hasil belajar biologi. Integrasi TTW ke dalam setiap tahap sintaks GI adalah untuk melengkapi satu sama lain, maka implementasinya dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa.

Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar biologi siswa antara kemampuan akademik atas dengan kemampuan akademik bawah. Siswa dengan kemampuan akademik atas memiliki skor hasil belajar biologi lebih tinggi dibandingkan siswa dengan kemampuan akademik bawah. Kemampuan akademik berpengaruh terhadap hasil belajar. Sesuai pendapat Usman (1996) hasil belajar berhubungan dengan kemampuan siswa dalam mencari dan memahami materi pelajaran yang dipelajarinya. Menurut Corebima (2005) berbagai temuan penelitian mengungkapkan bahwa siswa dengan kemampuan atas dapat mencapai kemampuan lebih tinggi dibanding siswa berkemampuan akademik bawah. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan Winarni (2006), Basoeki (2007) dan Tumbel (2011) mengungkap bahwa kemampuan akademik berpengaruh terhadap pemahaman konsep atau pencapaian kompetensi biologi. Dengan demikian kemampuan akademik siswa perlu diperdayakan selama proses pembelajaran sehingga kemampuan akademik atas dan bawah menjadi maksimal yang berimpilkasi pada meningkatnya hasil belajar biologi siswa.

Temuan lain dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik, terlihat bahwa rerata terkoreksi nilai hasil belajar biologi terendah terdapat pada kombinasi strategi konvensional-kemampuan akademik bawah dan tertinggi pada kombinasi strategi GITTW-kemampuan akademik atas. Artinya strategi pembelajaran GITTW lebih tepat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar biologi pada siswa dengan kemampuan akademik atas, sedangkan strategi GI, strategi TTW dan konvensional mampu mengangkat kemampuan akademik bawah dan kemampuan akademik atas, mampu meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada kemampuan akademik bawah maupun kemampuan akademik atas. Maka strategi GITTW merupakan strategi yang tepat diaplikasikan pada siswa berkemampuan akademik atas.

SIMPULAN & SARAN

Simpulan

Strategi pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Biologi. Strategi GITTW berbeda nyata dengan strategi GI, TTW dan konvensional, sedangkan strategi GI tidak berbeda nyata dengan strategi TTW. Dari keempat strategi tersebut strategi yang berpotensial meningkatkan hasil belajar biologi siswa adalah strategi GITTW. Kemampuan akademik berpengaruh terhadap hasil belajar biologi siswa. Ada perbedaan signifikan hasil belajar siswa antara kemampuan akademik atas dengan kemampuan akademik bawah. Interaksi antara strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik berpengaruh terhadap hasil belajar biologi siswa. kombinasi strategi GITTW-kemampuan akademik atas dianggap terbaik untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa.

Saran

Strategi GITTW dapat digunakan sebagai salah satu dasar pengembangan dalam ilmu pembelajaran khususnya pengembangan strategi pembelajaran pada pembelajaran biologi, sehingga strategi pembelajaran biologi akan menjadi lebih variatif. Pada perguruan tinggi, strategi ini dapat menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan strategi pembelajaran pada kelompok mata kuliah kependidikan dan keahlian. Pada skala yang lebih luas, strategi ini dapat diterapkan pada bidang ilmu lain tidak hanya terbatas pada pembelajaran biologi.

Untuk siswa, agar selalu membiasakan belajar dengan perencanaan sebelumnya, mengatur waktu dan cara belajar, memberi masukan untuk diri sendiri atas kesalahan dan kebenaran yang telah dilakukan dalam belajar sehingga dapat memperbaiki dan menyempurnakan hasil belajar.

 

DAFTAR RUJUKAN

Akcay, N.O., & Doymus, K. 2012. The Effect of GI and Cooperative Learning Techniques Applied in Teaching Force and Motion Subjects on Students Academic Achievements. Journal of Educational E-Journal, Vol. 2, no.1 Juni 2012.

Amnah. 2009. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif TPS, Jigsaw kombinasi dengan Strategi Metakognitif dan Kemampuan Akademik terhadap Kesadaran Metakognitif, Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Kognitif Siswa di SMA Negeri Kota Pakan Baru Riau. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: PPS Universitas Negeri Malang

Anderson, L.W.,  & Krathwohl, D.R. 2001. A Taxonomy for Learning, Teaching and assessing (A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives). New York: Addison Wesley longman, Inc.

Ardila, C., Corebima, A.D., & Zubaidah, S. 2013. Hubungan Keterampilan metakognitif terhadap Hasil Belajar Biologidan Retensi Siswa Kelas X dengan Penerapan Strategi Pemberdayaan Berpikir melalui Pertanyaan (PBMP) di SMAN 9 Malang. (The Correlaton of Metacognitive Skill On Biologi Learning  Outcome and Retentions of Students Grade X Through Thinking Empowerment by Questioning in the State Senior High School 9 in Malang, Indonesia) Online: Journal of The State University of Malang, Indonesia.Retrieved  from  http://jurnal-online.um.ac.id/data/artikel/ 

Ary, D., & Jacobs, L.C, & Razavieh, A. 2011. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Terjemahan oleh Arief Furchan. Surabaya: Usaha Nasional.

Astohar. 2010. Efektivitas Strategi Pembelajaran Think Talk Write (TTW) terhadap Hasil Belajar Biologi pada Materi Pokok Virus Kelas X MA Sunniyyah Selo Grobogan. Skripsi tidak diterbitkan. Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.

Basoeki, S. 2007. Pengaruh Pemberian Tugas Autentik Klasikal dan Non Klasikal dalam Strategi Kooperatif STAD dan GI terhadap Pencapaian Kompetensi Biologi Peserta Didik Kelas XI SMAN di Kota Malang yang Berkemampuan Akademik Berbeda. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: PPS Universitas Negeri Malang.

Bloom. 1979. Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. Handbook I: Cognitive domain. New York, Toronto: Longmans, Green. (Online), diakses 28 Nopember 2012.

Corebima, A.D. 2005. Pemberdayaan Berpikir Siswa pada Pembelajaran Biologi: Satu Penggalakan Penelitian Payung di Jurusan Biologi UM. Makalah disajikan dalam seminar Nasional Biologi dan Pembelajaranya, Malang, 3 Desember 2005.

Corebima, A.D. 2006. Metakognisi: Suatu Ringkasan Sajian. Makalah Disajikan pada PelatihanStrategi Metakognitf pada Pembelajaran Biologi Untuk Guru-Guru Biologi SMA di Kota Palangkaraya, 23 Agustus 2006.

Corebima, A.D.  2009. Pengalaman Berupaya menjadi Guru Profesional. Pidato pengukuhan guru besar dalam bidang Genetika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, disampaikan pada sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Malang tgl 30 Juli 2009.

Danial, M. 2010. Pengaruh Strategi Pembelajaran PBL dan GI terhadap Metakognisi dan Penguasaan Konsep Kimia Dasar Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA UNM. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: PPS UM.

Dimyati, & Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Eggen, P.D., & D.P. Kauchak. 1996. Strategies for Teachers. Boston: Allyn and Bacon.

Fatmawati. 2010. Penerapan Strategi Pembelajaran Think Talk Write untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Biologi Siswa Kelas X-1 SMA Al-Islam I Surakarta. Skripsi tidak diterbitkan. FKIP UNS Surakarta.

Fraenkel, J.R. & Wallen, N.E. 2009. How To Design and Evaluate Research in Education. Sevent Edition. New York: McGraw Hill Companies.

Hart, D. 1994. Authentic Assessment a Hand Book for Educators California. New York: Addison Wesley Publishing Company.

Hidayat, 2012. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik Siswa SMA Melalui Pembelajaran Kooperatif Think Talk Write (TTW). Prosiding Seminar Nasional Penelitian Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogjakarta 2 Juni 2012.

Huinker, D., & Laughlin, C. 1996. Talk You Way into Writing. In. P. C. Elliot

and M.J. Kenney (Eds). Years Book 1996. Communication in Mathematics

K-12 and Beyond. USA:NCTM

Jamaluddin. 2009. Pengaruh Pembelajaran PBMP dipadukan Strategi Kooperatif dan Kemampuan Akademik Terhadap Keterampilan Metakognitif, Berpikir Kreatif, Pemahaman Konsep IPA-Biologi dan Retensi Siswa SD di Mataram. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Johnson, D.W. 2002. Meaningfull Assessment A manageable and Cooperative Process. USA: Allyn and Bacon.

Juniasih, N.W., Jampel, I.N., & Setuti, N.M. 2012. Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Berbantuan Media Konkret Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD. Jurnal Penelitian Pendidikan Undiksha Singaraja.

Listiana, L. 2013. Pemberdayaan Keterampilan  Berpikir dalam Pembelajaran Biologi  melalui  Model Kooperatif Tipe GI (Group Investigation) dan TTW (Think Talk Write). Prosiding Seminar Nasional X Biologi, Sains, Lingkungan dan Pembelajarannya. Surakarta 6 Juli 2013. Volume 1. ISBN: 978-062-8580-94-6 Surakarta: FKIP UNS.

Listiana, L. 2014. Realitas Pengembangan Keterampilan  Berpikir dalam Pembelajaran Biologi: Studi Pendahuluan  di SMA Muhammadiyah se-Surabaya. Prosiding Seminardan Workshop Nasional Biologi/IPA dan Pembelajaranya. Malang, 1-2 November 2014, ISBN: 978-602-72185-0-5, Malang: FMIPA Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang.

Livingston, J. 1997. Metacognition: an Overview. Retrieved (Online)

(http://www.gse.buffalo.edu/fas/shuell/cep564/metacog.htm) diakses 15 April 2013.

Mitchell, M.G., Hilary, M., Holder, M. & Stuart, D. 2008. Group Investigation as a Cooperative Learning Strategy: An Integrated Analysis of the Literature. The Alberta Journal of Educational Research Vol. 54, No. 4, Winter 2008, 388-395. (Online).(http://ajer.synergiesprairies.ca/ajer/index.php/ajer/article/view/652/633) Diakses 6 Mei 2013.

Muhiddin. 2012. Pengaruh Integrasi Pr