DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Multimedia untuk Pengenalan Tokoh Wayang dalam Pembelajaran Bahasa Jawa Siswa Kelas V SD

Aulia Fithri Nurlaili

Abstrak


ABSTRACT

 

Nurlaili, Aulia Fithri. 2016. Pengembangan Multimedia untuk Pengenalan Tokoh Wayang dalam Pembelajaran Bahasa Jawa Siswa Kelas V SD. Tesis Jurusan Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd., (II) Prof. Dr. Punadji Setyosari, M.Pd, M.Ed.

Kata kunci: Multimedia, Pengenalan tokoh wayang, Sekolah Dasar

Wayang merupakan kesenian masyarakat Indonesia yang diwariskan oleh nenek moyang dan dilestarikan secara turun-temurun. Eksistensi wayang masih  tetap terjaga sampai sekarang, namun wayang juga menjadi tantangan bagi generasi muda saat ini, kebanyakan dari mereka tidak mengenal cerita dan tokoh wayang. Pengenalan tokoh wayang penting untuk dilakukan, hal ini dapat dimulai sejak siswa sekolah dasar. Berdasarkan studi pendahulun yang telah dilakukan, siswa kesulitan mengenal wayang dikarenakan tokoh wayang yang terlalu banyak dan memiliki bentuk yang mirip, bahkan beberapa siswa tidak suka dengan cerita wayang atau tokoh wayang. Kesulitan dan perasaan tidak senang siswa terhadap wayang perlu diubah, selain sebagai upaya pelestarian warisan nenek moyang, cerita dan tokoh wayang mengandung nilai moral yang dapat menjadi contoh baik bagi siswa. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk menghasilkan suatu multimedia pengenalan tokoh wayang dalam pembelajaran Bahasa Jawa yang valid, menarik, praktis, dan efektif. Dalam multimedia pengenalan tokoh wayang disajikan materi tentang unsur cerita wayang, audio cerita wayang, permainan tebak gambar, dan juga kuis. Hal itu merupakan salah satu upaya, agar siswa sekolah dasar senang, mudah, dan termotivasi untuk mempelajari cerita dan tokoh wayang.   

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menghasilkan suatu produk multimedia pengenalan tokoh wayang. Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan Lee dan Owens (2004) dengan langkah: (1) analisis: analisis kebutuhan dan analisis awal-akhir; (2) desain; (3) pengembangan; (4) implementasi; dan (5) evaluasi. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif yang didapat dari beberapa instrumen penelitian, yakni: (1) lembar validasi media; (2) lembar validasi materi; (3) lembar skala sikap guru; (4) lembar skala sikap siswa; serta (5) nilai prates dan pascates siswa. Instrumen penelitian ini digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan, kemenarikan, kepraktisan, dan keefektifan produk multimedia pengenalan tokoh wayang.     

Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia pengenalan tokoh wayang layak digunakan sebagai salah satu multimedia penunjang pembelajaran Bahasa Jawa di kelas V SD. Tingkat kevalidan produk mencapai 85,35% dengan dengan predikat valid dan produk dapat digunakan. Tingkat kemenarikan memperoleh 88,15% dengan tingkat kemenarikan sangat menarik dan dapat dipergunakan tanpa perbaikan. Tingkat kepraktisan memperoleh 89% dengan tingkat kepraktisan sangat praktis, sehingga produk dapat dipergunakan tanpa perbaikan. Tingkat keefektifan yaitu 93,2% dengan tingkat keefektifan sangat efektif. Simpulan yang diberikan para ahli yaitu multimedia pengenalan tokoh wayang telah cukup baik untuk dipergunakan, namun perlu menjadi perhatian pada beberapa hal, yaitu  mengenai panduan, tampilan, kualitas suara, tujuan pembelajaran, penggunaan istilah, dan penyajian cerita.

 

Berdasarkan hasil dan analisis data, kesimpulan yang dapat diambil yaitu multimedia pengenalan tokoh wayang dapat digunakan dengan beberapa perbaikan yang harus dilakukan. Perbaikan ini bertujuan untuk meminimalisirkan kelemahan multimedia tersebut, dengan harapan multimedia pengenalan tokoh wayang menjadi lebih menarik, praktis, dan efektif, sehingga memudahkan pengguna dalam memanfaatkan multimedia pengenalan tokoh wayang ini untuk belajar Bahasa Jawa. Disarankan bagi para pengguna, hendaknya mempelajari buku panduan multimedia, agar materi yang ada di dalam multimedia dapat tersampaikan dengan baik.