DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Miskonsepsi Pada Penyelesaian Soal Aljabar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Malang

Karolin Natalia T

Abstrak


ABSTRACT

 

T, Karolin Natalia. 2016. Miskonsepsi Pada Penyelesaian Soal Aljabar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subanji, M.Si., (II) Dr. rer. nat. I Made Sulandra, M.Si

Kata kunci : miskonsepsi, aljabar, penyelesaian soal, proses berpikir mason

Kesalahan konsep (Miskonsepsi) adalah  salah satu jenis kesalahan dalam memahami konsep-konsep matematika dan dalam menyelesaikan soal matematika. Konsep-konsep dalam matematika saling berkaitan satu dengan yang lain sehingga miskonsepsi harus diminimalisir. Untuk menghilangkan miskonsepsi pada siswa, maka guru harus dapat mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami oleh siswa. Guru dapat mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi pada siswa lewat mengetahui proses berpikir yang dilakukan oleh siswa. Penelusuran proses berpikir matematis siswa dapat dilakukan dengan fase-fase yang diungkapkan oleh Mason, dkk (2012) yaitu fase entry, attack, dan review. Inilah yang memotivasi peneliti untuk melakukan penelitian mengenai miskonsepsi pada penyelesaian soal aljabar.

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan miskonsepsi pada penyelesaian soal aljabar siswa kelas VIII berdasarkan proses berpikir Mason. Dengan mengetahui miskonsepsi yang dialami oleh siswa, diharapkan guru mampu meminimalisir atau menghilangkan miskonsepsi yang terjadi pada siswa sehingga pada akhirnya siswa memperoleh pemahaman konsep yang benar dalam menyelesaikan soal.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini dipilih berdasarkan hasil tes pemahaman konsep yang dilengkapi CRI. Banyaknya subjek dalam penelitian ini adalah tiga siswa yang diduga mengalami miskonsepsi. Instrumen utama dalam penelitian adalah peneliti. Sedangkan instrumen pendukung adalah tes pemahaman konsep yang dilengkapi CRI, dan pedoman wawancara.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3 tahap proses berpikir mason, siswa mengalami miskonsepsi hanya pada tahap attack yaitu pada saat menyamakan penyebut, memfaktorkan pembilang, dan mengoperasikan suku sejenis. Siswa 1 mengalami miskonsepsi pada saat menyamakan penyebut, menjumlahkan suku sejenis, dan memfaktorkan pembilang. Siswa 2 mengalami miskonsepsi pada saat menyamakan penyebut dan Siswa 3 mengalami miskonsepsi pada saat menyamakan penyebut dan menjumlahkan suku sejenis. Dalam wawancara peneliti juga memberi soal tambahan yaitu dengan menggunakan pecahan biasa. Dari hasil jawaban ketiga siswa tersebut, diketahui bahwa mereka masih mengalami miskonsepsi dalam menyederhanakan bentuk pecahan biasa.