DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EFEKTIVITAS BIOSORPSI KONSORSIA BAKTERI INDIGEN TERHADAP POLUTAN TIMBAL (Pb) LIMBAH CAIR INDUSTRI TEPUNG AGAR SEBAGAI BAHAN PENGEMBANGAN MODUL MATAKULIAH BIOTEKNOLOGI DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Wasiatus Sa'diyah

Abstrak


ABSTRACT

 

Sa’diyah, Wasiatus. 2016. Efektivitas Biosorpsi Variasi Jenis Isolat dan

Konsentrasi Isolat Terhadap Polutan Timbal (Pb) Limbah Cair Industri

Tepung Agar sebagai Bahan Pengembangan Modul Matakuliah

Bioteknologi di Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (1)

Dr. Endang Suarsini, M.Ked., (II) Dr. Ibrohim, M.Si.

Keywords: efektivitas biosorpsi,  konsorsia bakteri indigen, pb, limbah cair,

modul

Pencemaran air merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi 

kualitas air. Permasalahan yanga terjadi adalah ditemukannya polutan Pb di salah

satu limbah industri pengolahan tepung agar di daerah Malang sebesar 3,114

mg.L-1

, kadar tersebut melebihi baku mutu limbah cair yang ditetapkan oleh SK

Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013 tentang baku mutu limbah

cair industri adalah 1 mg.L-1 Salah satu solusi alternatif yang bisa digunakan

untuk menanggulangi limbah adalah dengan memanfaatkan prinsip bioteknologi

yakni penyerapan ion logam atau lebih dikenal dengan istilah biosorpsi. Tujuan

dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas biosorpsi polutan Pb

limbah cair industri tepung agar. Setelah diketahui efektivitas biosorpsi, limbah

yang telah direduksi digunakan untuk uji toksisitas untuk mengetahui bahwa

limbah yang telah tereduksi aman bagi hewan uji yang hidup perairan air tawar.

Tujuan dari uji toksisitas ini adalah untuk menentukan tingkat toksisitas limbah

hasil perlakuan pada LC

 dalam 48 jam. Hasil penelitian ini digunakan sebagai

bahan untuk pengembangan modul bioteknologi lingkungan berbasis penelitian

pada matakuliah Bioteknologi.

Perlakukan yang digunakan untuk mereduksi limbah adalah variasi jenis

isolat (Bacillus alvei, Bacillus pumilus, dan konsorsia bakteri Bacillus alvei dan

Bacillus pumilus) dan konsentrasi isolat (3%, 4%, 5%, 6%, dan 7%). Analisis

yang digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan efektivitas biosorpsi polutan

Pb adalah ANAVA ganda. Penentuan konsentrasi berdasarkan range finding test,

hingga ditentukan 5 serial konsentrasi sebagai uji utama yaitu 50%,40%, 30%,

20%, dam 10% dan dibandingkan dengan kontrol (0%). Analisis yang digunakan

adalah analisis probit. Penelitian tahap kedua adalah pengembangan modul.

Tujuan dari peneltian kedua ini adalah untuk menghasilkan modul berbasis

penelitian. Bahan yang digunakan dalam pengembangan modul adalah hasil

penelitian dan langkah kerja yang digunakan dari penelitian eksperimen. Model

yang digunakan dalam pengembangan adalah Borg dan Gall (1983), dengan 7

tahapan. 

Hasil penelitian pertama adalah konsorsia bakteri dengan konsentrasi

isolat 7% mampu mereduksi polutan Pb sebesar 2,914 mg.L

ii -1,dengan nilai

keefektifan 93,48%. Uji toksisitas LC-48 jam limbah cair tepung agar terhadap

Daphnia sp. sebesar 8,945% atau 89450 ppm yang artinya konsentrasi 89450 ppm

mampu mengakibatkan kematian Daphnia sp. 50% dari jumlah populasi dalam

jangka waktu 48 jam. Konsentrasi 89450 ppm merupakan racun rendah. Hasil

penelitian dan pengembangan modul bioteknologi lingkungan berbasis penelitian

yang telah divalidasi memiliki kriteria sangat valid 87,59%, sedangkan kriteria

modul dari uji coba keterbacaan  juga memiliki kriteria sangat valid dengan nilai

90,84%. Hasil uji efektifitas modul menunjukkan nilai 0,68 dengan kriteria

sedang, artinya modul bioteknologi lingkungan efektif digunakan oleh mahasiswa

S1 yang sedang menempuh matakuliah Bioteknologi dengan materi bioteknologi

 

lingkungan.