DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan dengan Teknik Scaffolding Berbasis Cerita Bergambar di Kelas I SDN Purwantoro 6 Kota Malang

Mety Toding Bua

Abstrak


ABSTRACT

 

Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan dengan Teknik Scaffolding Berbasis Cerita Bergambar di Kelas I SDN Purwantoro 6 Kota Malang

Bua, Mety Toding. 2016. Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan dengan Teknik Scaffolding Berbasis Cerita Bergambar di Kelas I SDN Purwantoro 6 Kota Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi Guru Kelas, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd., (2) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd.

Kata Kunci: Keterampilan membaca permulaan, Teknik scaffolding, Media cerita bergambar

Membaca permulaan merupakan tahap awal/dasar dalam suatu proses untuk mengembangkan salah satu keterampilan berbahasa bagi siswa kelas rendah yang akan mendukung kemajuan siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SDN Purwantoro 6 Kota Malang, diketahui separuh dari 32 siswa kelas I tidak dapat membaca dengan lancar. Penyebabnya adalah (1) penggunaan teknik/metode, dan (2) pengelompokan siswa berdasarkan tingkat kemampuan membaca siswa secara homogen yang belum mendukung tercapainya tujuan belajar membaca. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan teknik dan media  untuk meningkatkan proses dan keterampilan membaca permulaan yakni teknik scaffolding berbasis cerita bergambar

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart. Alur  PTK  meliputi: (1) merencanakan, (2) melaksanakan dan observasi, dan (3) merefleksikan tindakan. Data penelitian ini terdiri dari data proses dan hasil pembelajaran membaca permulaan. Data proses diperoleh dari aktivitas belajar siswa dan data hasil diperoleh dari hasil membaca siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen pedoman observasi, pedoman wawancara, catatan lapangan, kartu baca, dokumentasi dan rubrik penilaian membaca permulaan.

Pembelajaran membaca permulaan dengan teknik scaffolding berbasis cerita bergambar meliputi tiga tahap kegiatan, yaitu tahap pendahuluan, tahap inti, dan tahap penutup. Tahap pendahuluan meliputi: (1) salam dan doa, (2) melakukan apersepsi dan (3) menyampaikan tujuan pembelajaran. Tahap inti meliputi: (1) membaca secara klasikal dengan bantuan guru, (2) membaca secara berkelompok, (3) membaca secara berpasangan dan (4) membaca secara individu. Tahap penutup meliputi: (1) pemberian pujian atau reward , (2) penyampaian kesan pembelajaran, (3) penyimpulan materi, (4) pemberian motivasi untuk membaca dan (5) doa.

Peningkatan proses pembelajaran terlihat dari respon, antusiasme dan kerjasama siswa: (1) aspek respon meningkat dari cukup pada Siklus I (68,23%), menjadi  baik pada Siklus II (82,81%), dan menjadi  sangat baik pada Siklus III (89,32%); (2) aspek antuasiasme meningkat dari  cukup pada Siklus I (59,11%), menjadi  baik pada Siklus II (71,88%), dan menjadi  sangat baik pada Siklus III (85,42%); dan (3) aspek kerja sama meningkat dari  kurang pada Siklus I (53,13%), menjadi  cukup pada Siklus II (63,26%), dan menjadi baik Siklus III (72,66%).

Peningkatan keterampilan membaca permulaan dengan teknik scaffolding BCB pada siswa kelas I SDN Purwantoro 6 Kota Malang terlihat pada indikator: (1) pengucapan yang jelas meningkat dari  kurang pada Siklus I (54,95%), menjadi  baik pada Siklus II (77,22%), dan Siklus III (79,43%); (2) intonasi yang wajar meningkat dari  cukup pada Siklus I (65,63%), menjadi  baik pada Siklus II (74,48%) dan Siklus III (78,39% ); (3) kelancaran meningkat dari  kurang pada Siklus I (50,52%) dan Siklus II (62,24%) menjadi  baik pada Siklus III (72,92%); serta (4) kejelasan suara meningkat dari  kurang pada Siklus I (50,52%) dan Siklus II (52,34%) menjadi  cukup pada Siklus III (65,36 %).

 

Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bawa penggunaan teknik scaffolding BCB dapat meningkatkan proses dan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I SDN Purwantoro 6 Kota Malang. Oleh karena itu disarankan kepada: (1) kepala sekolah untuk menyediakan fasilitas buku-buku cerita bergambar untuk mendukung pembelajaran membaca permulaan dengan teknik scaffolding berbasis cerita bergambar, (2) guru untuk menggunakan teknik scaffolding dan buku cerita bergambar sebagai alternatif solusi dalam pembelajaran membaca permulaan di kelas I SD, (3) peneliti lain untuk merancang penelitian baru dengan menerapkan teknik scaffolding BCB dengan indikator yang berbeda dan variasi yang berbeda pula untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa SD.