DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan metode debat dan metode langsung untuk meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa baru Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang.

Muhammad Rizalul Furqon

Abstrak


ABSTRAK

Furqon, Muhammad Rizalul. 2016. Penerapan metode debat dan metode langsung untuk meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa baru Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang. Tesis. Keguruan Bahasa Arab Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Moh Ainin, M.Pd, (2) Dr. Irhamni, M.Pd

Kata kunci: Metode Debat, Metode Langsung, Keterampilan berbicara

Banyak ditemui masalah-masalah dalam pembelajaran Bahasa Arab khususnya pembelajaran keterampilan berbicara (2) pada kelas “C” mahasiswa baru jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang ini. Karena sering kali dosen menemui masalah pada pelaksanaan pembelajaran yaitu berkaitan dengan cara memberikan motivasi dan mengembangkan diri mahasiswa untuk terbiasa melatih berbicara. Terdapat dua masalah inti yang ada pada diri mahasiswa ketika pembelajaran berlangsung yaitu tidak adanya keberanian mereka dalam mengungkapkan keterampilan berbicara bahasa Arab mereka dan kerancuan mereka terhadap kaidah Bahasa Arab nahwu maupun shorofnya. Peneliti melakukan diskusi dengan dosen pengampu mata kuliah mengenai masalah tersebut. Akan tetapi, solusi dari beliau hanya berkaitan tentang tidak adanya keberanian mereka dalam berbicara Bahasa Arab. Peneliti menyimpulkan bahwa dia akan memeberikan perlakuan pada pembelajaran yang ada pada kelas tersebut dengan menerapkan metode yang sesuai dengan minat dan kesesuaian mahasiswa yaitu metode debat dan metode langsung.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan metode debat dan metode langsung untuk meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa baru Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang dan mendeskripsikan efektivitas penerapan metode debat dan metode langsung untuk meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa baru Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Sumber data penelitian ini adalah pembelajaran keterampilan berbicara di kelas C ‘Kalam 2’ mahasiswa baru Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang beserta kemampuan mahasiswa dalam berbicara. Peneliti dalam penelitian ini sebagai pelaksana atau guru itu sendiri. Dan metode yang digunakan adlah Observasi, Wawancara, dan Evaluasi. Peneliti menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif di dalam menganalisis data yang dihasilkan dari proses pembelajaran, dengan cara peneliti membandingkan data yang ada pada siklus 1 dan siklus 2. Analisis data dari penerapan metode ini dengan cara membandingkan nilai yang diperoleh mahasiswa pada siklus 1 dan siklus 2.

Penelitian Tindakan Kelas ini pelaksanaannya dengan dua siklus. Siklus pertama tiga pertemuan, sedangkan siklus dua dengan dua pertemuan. Pada siklus 1, proses pembelajaran belum berjalan seperti yang diharapkan dan banyak dijumpai problem-problem. Siklus pertama memperoleh predikat ‘sedang’. Akan tetapi terdapat proses pembelajaran yang tidak dilakukan dosen, diantaranya peneliti sebagai dosen tidak memerintahkan mahasiswa menulis kosakata baru dan pola kalimat terutama pola kalimat yang sering digunakan dalam proses debat. Dosen tidak menjelaskan secara utuh tugas mahasiswa ketika berada dalam kelompok debat. Hal ini meyebabkan mahasiswa bingung dalam menyampaikan pendapat maupun menolaknya ketika proses debat berlangsung. Mahasiswa juga belum terbiasa menggunakan metode debat dan metode langsung yang menuntut mereka berfikir kritis dengan menggunakan bahasa tujuan (arab) dan belum terbiasa praktek berbicara dengan menggunakan bahasa tujuan (arab).

Pada Pre-Test, terdapat beberapa mahasiswa yang belum mencapai standar ketuntasan . rata-rata nilai mereka 12 dengan predikat ‘diterima’ meskipun dari mereka terdapat 5 mahasiswa yang gagal dalam per-test dengan predikat ‘lemah’, akan tetapi nilai mereka meningkat pada siklus 1 dengan rata-rata nilai 15 dengan predikat ‘sedang’. 5 mahasiswa yang gagal dalam pre-test mampu meningkatkan kemampuan mereka pada siklus 1 dengan predikat ‘diterima’. adapun pada siklus 2 semua mahasiswa lulus dengan rata-rata nilai 19 dengan predikat ‘baik’. Bahkan, ada tiga mahasiswa yang memperoleh nilai ‘istimewa’.

Saran-saran yang berkaitan dengan penelitian ini adalah, (1) untuk dosen bahasa arab hendaknya menerapkan metode debat dan metode langsung pada pembelajaran mereka dalam meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa, (2) untuk peneliti selanjutnya hendaknya meneliti metode pembelajaran yang lain untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berbicara bahasa arab.