DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Problem−Based Field Investigation Terhadap Kemampuan Bertanya, Literasi Biologi, dan Hasil Belajar Akademik Mahasiswa Jurusan Biologi

Agung Wibowo

Abstrak


ABSTRACT

 

Wibowo, Agung. 2016. Pengaruh Model Problem−Based Field Investigation Terhadap Kemampuan Bertanya, Literasi Biologi, dan Hasil Belajar Akademik Mahasiswa Jurusan Biologi. Tesis, Pendidikan Biologi, Program Magister, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dr. Hadi Suwono, M.Si. Pembimbing II: Dra. Dwi Listyorini, M.Si., D.Sc.

Kata Kunci: Problem-Based Field Investigation, kemampuan bertanya, literasi biologi, hasil belajar akademik

Pembelajaran biologi di perguruan tinggi mengutamakan investigasi lapangan sebagai strategi pembelajaran agar mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekitar. Kemampuan mengidentifikasi masalah berhubungan erat dengan bagaimana mahasiswa merumuskan pertanyaan. Jenis pertanyaan yang diajukan yaitu berupa deklaratif dan prosedural sangat penting untuk konstruksi literasi biologi dan hasil belajar mahasiswa. Model pembelajaran Problem-Based Field Investigation adalah model pembelajaran dengan menghadapkan mahasiswa pada permasalahan atau fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar secara langsung kemudian peserta didik merancang kegiatan investigasi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kemampuan bertanya, literasi biologi, dan hasil belajar mahasiswa jurusan biologi menggunakan model Lecturer-Based Learning dan Problem-Based Field Investigation. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain One Group Time–Series Design. Penelitian dilakukan pada 26 mahasiswa  jurusan S1 biologi FMIPA UM yang menempuh matakuliah Limnologi semester gasal  2015/2016.

 

Data hasil penelitian dikumpulkan dari hasil observasi kemampuan bertanya, tes literasi biologi, dan tes hasil belajar yang dilakukan selama 6 kali sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran berlangsung dalam satu semester. Data menunjukkan peningkatan rerata kemampuan bertanya awal (1,59±0,78; 1,82±1,13; 1,67±0,91) dengan dominasi pertanyaan jenis deklaratif (58,33%) dan akhir (2,21±0,89; 3,08±0,69; 3,08±0,84) dengan dominasi pertanyaan jenis prosedural tipe deskriptif (32%), korelatif (41%), dan kausal (19%). Literasi biologi mahasiswa juga menunjukkan peningkatan. Rerata literasi awal (1,42±0,50; 1,50±0,58; 1,57±0,58) didominasi pada tingkat nominal (53%) dan fungsional (45%), serta literasi akhir (2,85±0,78; 2,19±0,94; 2,31±0,79) dengan dominasi tingkat fungsional dan konseptual (38%;36%). Rerata hasil belajar akademik mahasiswa awal cenderung rendah (55,25±10,26; 57,10±11,80; 61,17±10,41), sedangkan hasil belajar akhir cenderung meningkat (70,38±11,13; 71,92±7,08; 73,46±9,77). Hasil analisis Paired-Samples t-test dengan taraf signifikansi 0,05 (p value < 0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan (p= 0,000) dari semua variabel. Hal ini berarti bahwa kemampuan bertanya, literasi biologi, dan hasil belajar akademik mahasiswa sebelum dan setelah penerapan model Problem-Based Field Investigation berubah secara signifikan seiring waktu (over time).