DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kemampuan Representasi Mahasiswa pada Topik Gaya Lorentz

Ismi Laila Rahmah

Abstrak


ABSTRACT

 

Rahmah, Ismi Laila. 2016. Pembelajaran Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kemampuan Representasi Mahasiswa pada Topik Gaya Lorentz. Tesis. Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Arif Hidayat, M.Si (II) Dr. Sutopo, M.Si.

Kata Kunci: Inquiry, Pemecahan masalah, representasi

Aspek penting dalam pembelajaran fisika tidak saja memahami konsep, menerapkan pada pemecahan masalah tetapi juga menyampaikan beberapa jenis representasi untuk memperjelas suatu fenomena dalam berfikir ilmiah. Pembelajaran inquiry diduga dapat membantu mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan representasi. Dari berbagai penelitian sebelumnya, banyak yang mengkaji mengenai peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan representasi melalui pembelajaran inquiry, namun belum ada kajian komprehensif tentang topik gaya Lorentz dengan desain embeded experimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemecahan masalah dan representasi mahasiswa pada topik gaya Lorentz setelah dilaksanakan pembelajaran inquiry.

Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain embedded experimental dengan subjek penelitian terdiri dari 30 mahasiswa jurusan pendidikan fisika Universitas Negeri Malang yang sedang menempuh matakuliah elektromagnetika, pada semester genap tahun akademik 2015/2016. Data hasil penelitian ini berupa data kualitatif yang berupa hasil dari pemikiran mahasiswa saat memecahkan soal uraian dan data kuantitatif berupa skor pre-test dan post-test untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi observasi, catatan penting saat proses pembelajaran, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar kerja eksperimen, soal tes dan kuis. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test, effect size, normalized gain score dan crosstabulation.

 

Hasil penelitian diperoleh bahwa skor pemecahan masalah mahasiswa meningkat dari rata-rata 30 menjadi 80 dengan effect size sebesar 3,91 dengan kriteria “very large” dan N-gain (g) sebesar 0,49 dengan kriteria “menengah atas”. Kesulitan-kesulitan yang masih muncul baik pada pre-test dan pos-test antara lain (1) menentukan arah gaya yang bekerja pada partikel bermuatan q saat berada di dalam medan listrik, (2) menentukan arah gaya yang bekerja pada partikel bermuatan q saat berada di dalam dua medan yaitu medan magnet dan medan listrik, (3) menentukan arah torka. Pembelajaran inquiry juga dapat meningkatkan kemampuan representasi mahasiswa. Kemampuan representasi mahasiswa bergeser dari level missing dan inadequate pada pre-test menjadi adequate pada post-test.