DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Strategi Belajar dan Kualitas Bicara Bahasa Inggris Santri di Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura.

Nida . Mufidah

Abstrak


ABSTRACT

 

Strategi Belajar dan Kualitas Bicara Bahasa Inggris Santri di Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura.

Mufidah, Nida, 2016. Strategi Belajar dan Kualitas Bicara Bahasa Inggris Santri di Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd., (II) Prof. Dr. H. Sumadi, M.Pd., (III) Dr. H. Zulkifli, M.Pd.

Kata Kunci: strategi belajar berbicara, kualitas bicara, kompetensi komunikatif

Strategi belajar berbicara dalam bahasa Inggris para santri di Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura sangat penting untuk dikaji. Kajian ini  menitikberatkan pada upaya-upaya strategis yang dilakukan pebelajar untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.  Upaya-upaya strategis pebelajar berbicara dalam bahasa Inggris dilakukan untuk   menjembatani kesenjangan antara pengetahuan bahasa yang dimilikinya dengan pengetahuan bahasa mitra tutur dalam proses interaksi komunikasi yang sedang berlangsung.  Berdasarkan kajian tersebut, diperoleh informasi tentang strategi belajar bahasa Inggris yang digunakan para santri dalam berbicara pada konteks formal dan bebas dan sumbangannya pada kualitas bicara yang mereka pajankan. Informasi tersebut sekaligus memperkaya informasi tentang proses pemerolehan bahasa Inggris para santri di pondok pesantren, khususnya Pesantren Darul Hijrah Martapura.

Tujuan penelitian secara rinci adalah  mendeskripsikan (1)  strategi belajar berbicara bahasa Inggris, (2) kualitas bicara bahasa Inggris, dan (3) sumbangan strategi bicara bahasa Inggris terhadap kualitas bicara bahasa Inggris. Deskripsi strategi belajar berbicara juga untuk menemukan strategi belajar inovasi santri  yang tidak terdapat pada teori yang sudah diketahui.

Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan  deskripstif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan jenis-jenis strategi yang digunakan para santri dalam belajar bahasa Inggris, deskriptif kuantitatif digunakan untuk menghitung skor kemampuan (kualitas) bahasa Inggris, dan gabungan di antara keduanya digunakan untuk mendeskrisikan sumbangan strategi belajar berbicara bahasa Inggris terhadap kemampuan yang dicapainya. Instrumen penelitian ini adalah peneliti yang berlaku sebagai instrumen kunci dan tes (tugas) berbicara bahasa Inggris untuk mengukur kualitas berbicara bahasa Inggris. Adapun instrumen pendukung berupa pedoman pengamatan, alat perekam elektronik, pencatatan lapangan, pedoman observasi, angket, dan pedoman wawancara.  Data penelitian ini berupa tuturan lisan santri, hasil angket, hasil observasi, hasil catatan harian, dan hasil wawancara. Data dianalisis berdasarkan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.  Teknik triangulasi metode (menggunakan beberapa teknik pengambilan data agar data bersifat komprehensif) dan teori untuk mengecek keabsahan hasil temuan.

Berdasarkan analisis data, diperoleh temuan penelitian sebagai berikut.

Pertama, santri menggunakan 59 strategi dalam belajar bicara bahasa Inggris. Lima puluh sembilan strategi tersebut terdiri atas  strategi memori, strategi kognitif,  strategi kompensasi, strategi metakognitif, strategi afektif dan strategi sosial. Dalam menggunakan 59 strategi tersebut, terdapat 17 strategi inovasi yang dikreasikan santri (tidak ditemukan pada teori Oxford) dan digunakan santri untuk mengembangkan kemampuan berbicara. Startegi inovasi santri tersebut yakni, (1) mengulang tuturan dua bahasa Arab dan Inggris, (2) berpidato, (3) menjelaskan tuturan, (4) membandingkan tata bahasa Arab dan Inggris, (5) mengulang tuturan dan menerjemahkan ke bahasa Arab, (6)   mendengar dengan efektif (7) membuat tugas sanksi, (8) membuat permainan bahasa, (9) menghafal lagu bahasa Inggris, (10) bermain peran (11) berdiam diri, (12) menyebutkan kata dalam bermain scrabble, (13)  mengatasi kekurangan kosakata dalam berbicara dengan mencampur bahasa Arab, (14) mendengarkan musik, (15) berbicara berdiri berpasangan, (16) berempati dengan pemikiran dan perasaan orang, dan (17) berbicara sambil menonton film berbahasa Inggris.

Kedua, kualitas bicara bahasa Inggris santri dari hasil tes menunjukkan bahwa santri  mampu  berbicara bahasa Inggris dengan perolehan skor rata-rata untuk kemampuan berpidato 72,66  dengan kategori baik dan skor rata-rata 72,41 untuk kemampuan berbicara bebas dengan kategori baik. Dalam berpidato maupun bicara bebas, santri mampu menggunakan kosa kata dan struktur kalimat secara efektif, dan memilih topik-topik praktis. Ketika diajak berdiskusi, santri juga mengungkapkan kesadaran tentang pilihan strategi belajar berbicara yang digunakannya untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.  Strategi belajar bicara dengan latihan pidato  bahasa Inggris ini dapat dikatagorikan khas, hanya terdapat di pesantren tertentu. Secara umum lafal, intonasi, pilihan kata, gaya bahasa, isi , struktur isi, gerak-gerik dan mimik dalam katagori baik.

Ketiga, strategi belajar bahasa memberi sumbangan  pada kualitas bicara bahasa Inggris santri. Interaksi komunikasi dalam bahasa Inggris  mendorong santri menggunakan bahasa Inggris yang bermakna dan konstekstual. Hal ini memberikan sumbangan pada pengembangan kompetensi  komunikatif, baik pada aspek kompetensi gramatikal, sosiolinguistik, kompetensi wacana, dan kompetensi strategi komunikasi. Strategi belajar bahasa membantu  santri berpartisipasi aktif  dalam komunikasi  konteks yang otentik.  Sumbangan strategi belajar berbicara mempunyai dampak positif terhadap kualitas bicara bahasa Inggris. Pemerolehan bahasa asing tersebut di pesantren memberikan sumbangan, yaitu (1) santri lebih banyak menggunakan variasi strategi bahasa yang sesuai dengan situasi penggunaannya, (2) santri dapat menggunakan bahasa secara  tepat apabila dilihat dari kebenaran kaidahnya, dan (3) lingkungan wajib berbahasa Inggris dengan berbagai strategi  dapat memberi kepuasan pada keinginan santri yang tertarik pada penguasaan aturan kaidah bahasa Inggris yang  dipelajarinya.  Hasil penelitian ini penting untuk  dipertimbangkan dan dapat dijadikan sebagai bahan acuan bagi guru bahasa di lingkungan pesantren.

 

Secara teoritis, hasil penelitian ini berimplikasi pada pengembangan teori strategi belajar bahasa, khususnya teori strategi belajar bicara bahasa Inggris di pesantre