DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Wacana Humor dalam Cerita Lupus Kecil. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia P

Ari . Ambarwati

Abstrak


ABSTRACT

 

Wacana Humor dalam Cerita Lupus Kecil. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia P

Ambarwati, Ari.2016. Wacana Humor dalam Cerita Lupus Kecil.

Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana

Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd.,

Pembimbing (II) Prof. Dr. Suyono, M.Pd,. Pembimbing (III)

Dr. Roekhan, M.Pd.

Kata Kunci: wacana humor, permainan logika sebagai humor, modus retoris

humor

Wacana humor adalah praktik penggunaan humor yang mengandung intensi dan digunakan untuk tujuan tertentu. Penelitian yang mendeskripsikan karakteristik dan wacana humor dalam cerita anak-anak Indonesia, khususnya dalam Cerita Lupus Kecil belum pernah dilakukan, padahal wacana humor anak dalam karya sastra dapat dijadikan acuan untuk melatihkan keterampilan berbicara dan membina relasi yang lebih baik dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan bentuk permainan logika sebagai humor dan modus retoris humor.

Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana. Data penelitian ini berupa monolog, dialog, narasi, teka-teki, peribahasa, pantun, dan syair lagu yang bermuatan humor. Sumber data penelitian ini adalah teks yang mendeskripsikan karakteristik humor dalam cerita Lupus Kecil. Data yang terkumpul dipilah berdasarkan dua fokus penelitian, yakni logika permainan sebagai humor dan modus retoris humor. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi dokumentasi. Teknik ini digunakan karena sumber data dalam penelitian ini bersifat dokumentasi, sedangkan data berupa hasil pemahaman. Setelah membaca data tersebut peneliti membuat kriteria untuk kedua fokus penelitian berdasarkan teori bahasa sebagai semiotika sosial dan teori humor.

Hasil penelitian menunjukkan dua temuan, Pertama permainan logika sebagai humor dalam cerita Lupus Kecil dipraktikkan dalam empat bentuk, yaitu (1) Penidaksejajaran persepsi yang berbentuk teka-teki humor, peribahasa humor, serta pantun humor, (2) Pemertentangan persepsi berupa pola persepsi yang saling bertentangan dan tidak disepakatkan, (3) Perekayasaan realita yang dilakukan dengan pola melebih-lebihkan fakta dan atau menciptakan realita semu, dan (4) Mempermainkan aspek kebahasaan berupa pola syair lagu humor dan pola memelesetkan bunyi kata yang hampir sama.

Kedua, modus retoris humor yang merupakan perasaan teks yang mengandung humor, dikonstruksikan dalam bentuk (1) wacana humor rekreatif berupa pola kebahasaan yang berintensi menghibur dengan teknik poking fun at authority, nonsensical humor, dan poking fun at oneself, (2) wacana humor persuasif berupa pola kebahasaan yang berintensi memengaruhi atau membujuk dengan teknik poking fun at authority dan nonsensical humor, (3) Wacana humor kritis berupa pola kebahasaan yang berintensi mengkritisi sikap atau pernyataan seseorang dengan teknik metafora-analogi, nonsensical humor, reversal (pembalikan), dan satir.

Berdasarkan temuan tersebut, disarankan kepada (1) Peneliti selanjutnya untuk menggunakan hasil temuan ini untuk menggunakan data penelitian yang terkait dengan karakteristik dan pola humor tertulis dalam cerita anak untuk meneliti lebih lanjut bagaimana menggunakan temuan tersebut untuk melatihkan keterampilan berbicara, khususnya pada siswa Sekolah Dasar (SD), (2) Guru bahasa Indonesia di SD dapat menggunakan temuan penelitian ini untuk  melatihkan keterampilan berbicara dalam menjalin relasi, melakukan negosiasi, dan membangun wacana yang memiliki intensi tertentu dengan orang lain, (3) Pemangku kebijakan pendidikan untuk memperbanyak buku cerita bermuatan humor dalam program Gerakan Literasi Sekolah (GLS), (4) Penulis dan penerbit buku agar memproduksi buku cerita untuk anak-anak yang bermuatan humor, karena humor adalah unsur dalam cerita yang disukai anak-anak dan dapat menjadi referensi bagi anak-anak untuk menghasilkan h