DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Membangun Pemahaman Fungsi Komposisi dan Fungsi Invers pada Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bolo Bima

AL AINI AULIA

Abstrak


ABSTRACT

 

Aulia, Al Aini. 2016. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Membangun Pemahaman Fungsi Komposisi dan Fungsi Invers pada Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bolo Bima. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Nengah Parta, S.Pd, M.Si, (II)  Dra. Santi Irawati, M.Si, Ph.D.

Kata Kunci: pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw,  pemahaman, fungsi komposisi dan  fungsi invers

Matematika merupakan ilmu dasar yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi masih banyak siswa yang menganggap bahwa matematika itu sulit, membosankan dan tidak penting baik dari segi materi maupun maupun pengajaran. Proses pembelajaran yang hanya didominasi guru dan beberapa siswa, membuat matematika hanya dihafalkan tanpa dipahami maknanya. Padahal terbangunnya pemahaman konsep pada suatu materi adalah hal yang sangat mendasar dalam pembelajaran matematika. Pemahaman konsep bisa terbangun dengan baik, jika siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Terlibat aktif dalam proses mencari, menemukan, dan menyelesaikan setiap tugas yang diberikan melalui proses kerja sama dan interaksi yang baik dengan guru maupun dengan teman bukan hanya menunggu dan menerima. Pemilihan model pembelajaran yang tepat, juga sangat mempengaruhi terbangunnya pemahaman siswa terhadap materi yang akan diajarkan.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk membangun pemahaman fungsi komposisi dan fungsi invers. Penelitian  dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bolo Bima, subjek penelitian adalah  kelas XI IPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang yang terdiri dari 14 orang siswa laki-laki, dan 18 orang siswa perempuan. Subjek tersebut dipilih berdasarkan karakteristik siswa yang bisa melakukan kerja sama dalam suatu kelompok, tetapi pembelajaran selama ini tidak memberi kesempatan siswa untuk lebih mengembangkan kemampuan dan bakat mereka.

 

Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa rata-rata  penilaian  LKS siswa adalah 80,86 masuk kategori baik, dan rata-rata hasil tes akhir siswa mencapai 80,17 masuk kategori baik. Dari akumulasi nilai LKS dan nilai tes siswa  diketahui  bahwa 28 siswa telah mendapat nilai lebih dari atau sama dengan 75. Ini menunjukkan bahwa 87,5% siswa telah memenuhi KKM, sehingga ketuntasan klasikal tercapai. Berdasarkan observasi aktivitas guru dan observasi aktivitas siswa yang masing-masing  dilakukan  oleh 2 observer mendapat skor  97% dan 95%  merupakan kategori sangat baik. Berdasarkan auto refleksi yang diberikan pada siswa setiap akhir pembelajaran menunjukkan tanggapan positif siswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Hal ini berarti penelitian yang dilaksanakan dikatakan berhasil sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan.