DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Membaca Intensif Materi Cerita Petualangan Berbasis Saintifik Untuk Siswa Kelas IV SDN Sumber Suko II Dampit

Ainun Mardiah

Abstrak


ABSTRACT

 

Mardiah, Ainun, 2016. Pengembangan Modul Membaca Intensif Materi Cerita

Petualangan Berbasis Saintifik Untuk Siswa Kelas IV SDN Sumber

Suko II Dampit, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana,

Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Heri Suwignyo,

M.Pd., (2) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd.

Kata kunci: Modul, Membaca Intensif, Cerita Petualangan, Saintifik

Membaca merupakan jendela dunia, dengan membaca maka pengetahuan

baru akan dengan mudah diterima. Membaca juga proses seseorang dalam

merekonstruksi sebuah pesan. Berdasarkan studi pendahuluan dan analisis

kebutuhan ditemukan:(1) pembelajaran masih bersifat konvensional, (2) guru

belum pernah mengembangkan bahan ajar untuk pembelajaran membaca intensif,

(3) buku pendukung untuk siswa masih terbatas Lembar Kerja Siswa dari

pemerintah, dan (4) siswa lebih tertarik dengan pembelajaran di luar kelas dan

menggunakan buku yang penuh warna. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu

dicarikan solusi pemecahan masalah yaitu dengan mengembangkan bahan ajar

berupa modul untuk membaca intensif menggunakan saintifik untuk mencapai

tujuan pembelajaran yang ditentukan.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini

menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi: (1) analisis

kebutuhan dan analisis karakteristik siswa, (2) mendesain tujuan pembelajaran

dan proses pembelajaran yang akan dimuat dalam modul, (3)mengembangkan

tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran menjadi sebuah pembelajaran yang

menarik dan menyenangkan, (4) melaksanakan atau mengimplementasikan modul

yang telah dikembangkan, dan (5) melakukan evaluasi formatif.

Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan sebagai berikut.

Pertama, hasil validasi ahli materi berdasarkan komponen strategi pembelajaran

tergolong cukup layak (62,5%), proses pembelajaran 69,4% kategori cukup layak.

Kedua, hasil validasi ahli bahan ajar berdasarkan komponen tampilan produk

tergolong kategori sangat layak (94,4%), isi produk (87,5%) kategori sangat

layak, kesesuaian bahan ajar dengan kurikulum (100%) kategori sangat layak,

kebahasaan (85%) kategori layak. Ketiga, hasil validasi praktisi (guru)

berdasarkan komponen efektifitas dan efisiensi bahan ajar (100%) kategori sangat

layak, sistematika penulisan bahan ajar (100%) kategori sangat layak, dan

kebahasaan (100%) kategori sangat layak. Keempat, hasil uji lapangan modul

membaca intensif materi cerita petualangan berbasis saintifik tergolong layak.

Dari hasil uji coba yang dilaksanakan, maka disarankan untuk menggunakan

modul membaca intensif materi cerita petualangan berbasis saintifik untuk

pelajaran bahasa Indonesia khususnya membaca intensif. Jika ingin dilakukan di

sekolah lainnya, sebaiknya dilakukan analisis karakteristik siswa dan kebutuhan

sekolah sesuai dengan konteks pembelajaran di sekolah dasar tersebut.