DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Miskonsepsi Siswa dalam Menyelesaikan Soal Jarak pada Bangun Ruang menggunakan Tes Two-Tier Multiple Choice (TTMC)

Lelia Anggia

Abstrak


ABSTRACT

 

Anggia.Lelia. 2016. Analisis Miskonsepsi Siswa dalam Menyelesaikan Soal pada Materi Jarak Bangun Ruang Menggunakan Tes Two-Tier Multiple Choice.Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Drs. Purwanto, Ph.D., (2) Dr. Erry Hidayanto, M.Si.

Kata kunci: Miskonsepsi, Menyelesaikan Soal, Jarak Bangun Ruang

Pelajaran matematika diberikan dengan tujuan agar peserta didik memiliki kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep, dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah. Jika tidak memahami konsep maka dalam diri siswa itu akan terjadi miskonsepsi. Miskonsepsi dapat diartikan sebagai suatu pemahaman seseorang yang salah atau tidak sesuai dengan pengertian ilmiah yang dimiliki para ahli. Miskonsepsi yang dimiliki siswa berbeda-beda yang terkait konsep matematika.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan miskonsepsi siswa pada materi jarak bangun ruang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 3 siswa kelas X-F SMA Negeri 3 Kota Malang. Pemilihan subjek didasari kemampuan matematika siswa matematika yang terdiri dari siswa kategori tinggi, sedang dan rendah. Kemampuan matematika siswa dilihat dari nilai pembelajaran geometri yang telah diajarkan sebelumnya dan berdasarkan rekomendasi dari guru kelas matematika kelas X-F. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes diagnostik Two-Tier Multiple Choice  (TTMC) dan pedoman wawancara.

 

Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) miskonsepsi yang di alami pada siswa berkemampuan tinggi (M1) terjadi pada konsep jarak dari titik ke garis, titik ke bidang dan jarak antara dua bidang ; (2) miskonsepsi yang dialami siswa berkemampuan sedang (M2) terjadi pada konsep jarak titik ke garis, jarak titik ke bidang, jarak antara dua garis dan jarak garis ke bidang; (3) miskonsepsi yang dialami siswa berkemampuan rendah (M3) terjadi pada konsep jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, jarak titik ke bidang, jarak antara dua garis, jarak garis ke bidang dan jarak antara dua bidang.