DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Strategi “What-If-Not” dalam Pembelajaran Model Problem Posing untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Pada Bangun Ruang Sisi Datar Kelas VIII D SMPN 17 Malang

Saddam Hussen

Abstrak


ABSTRACT

 

Hussen, Saddam. 2016.Penerapan Strategi “What-If-Not” dalam Pembelajaran Model Problem Posing untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Pada Bangun Ruang Sisi Datar Kelas VIII D SMPN 17 Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd, M.A (II) Drs. Tjang Daniel C., M.Si, Ph.D.

Kata kunci: strategi “What-If-Not”, problem posing, kreativitas siswa, bangun ruang sisi datar

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan strategi “What-If-Not” dalam pelaksanaan pembelajaran model problem posing yang dapat meningkatkan kreativitas pada bangun ruang sisi datar siswa di kelas VIII D. Strategi What if not terdiri dari 5 level yaitu choosing a starting point (menentukan titik awal), listing attributes (mendaftar informasi), what-if-not?, problem posing (mengajukan pertanyaan), dan analyzing the problem (menjawab pertanyaan yang diajukan).  Problem posing adalah pembelajaran yang menekankan pada pembuatan pertanyaan matematika berdasarkan situasi yang diberikan. Kreativitas yang ditingkatkan dalam penelitian ini adalah kreativitas siswa dalam problem posing. Aspek kreativitas yang diukur adalah aspek fluency, flexibility dan originality.

Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Tahap-tahap penelitian tindakan kelas ini menggunakan desain penelitian tindakan model Kemmis dan Mc Taggart dimana setiap siklus terdiri dari tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 17 Malang. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII D tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 32 siswa. Data dalam penelitian ini yaitu nilai tes awal, validasi perangkat pembelajaran, instrumen penelitian, lembar observasi aktivitas guru, nilai tes akhir siklus. Penelitian ini dilakukan sampai siklus II.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan strategi “What-If-Not” merupakan strategi yang efektif dalam problem posing untuk meningkatkan kreativitas. Strategi tersebut membantu siswa untuk mengajukan pertanyaan lebih banyak (fluency) dan beragam (flexible), sehingga dari soal yang diajukan siswa dapat memungkinkan pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang tidak biasa diajukan oleh siswa lainnya (originality). (2) Hasil skor kreativitas akhir pada siklus I  mencapai 108 sedangkan hasil skor kreativitas akhir pada siklus II  mencapai 120. Skor kreativitas akhir mengalami peningkatan sebesar 12. (3) Tindakan Guru yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam problem posing yaitu pemberian contoh lebih banyak dan lebih ragam di dalam penerapan strategi “What-If-Not”, memberikan waktu secukupnya kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan, meminta semua siswa untuk menulis pertanyaan terkait apa yang belum dipahami secara berkelompok, menjelaskan kepada siswa bagaimana bekerja kelompok dengan baik dan memberi tahu siswa bahwa terdapat penilaian setiap individu dalam bekerja kelompok, memberikan kebebasan siswa dalam mengajukan pertanyaan dan menghargai setiap pertanyaan yang diajukan, memberi penjelasan dan penekanan supaya dalam mengajukan pertanyaan siswa tidak usah takut salah atau tidak usah takut tidak bisa menjawab pertanyaan yang mereka ajukan, meminta siswa untuk mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya, selain itu peneliti mendorong siswa untuk berani mengeluarkan dan mengembangkan  ide-ide mereka.