DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pembelajaran Inkuiri dengan Asesmen Portofolio terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa

UMI HASANAH

Abstrak


ABSTRACT

 

This research was to determine the effect of differences inquiry with portfolio

assessment learning  and inquiry learning to critical thinking skills and cognitive students.

This research with quasy research experiment design approach with the design of pre-testpost-test

non-equivalent control group design. Data were analyzed using parametric

statistics to test the hypothesis that analysis of covariance (ANCOVA) using SPSS 22 for

windows with a significance level of 0.05. The study was conducted at the State

University of Malang Department of Biology, Ecology Course. The research sample

consisted of three classes, namely two experimental class and first class control. The

results showed that (1) there are differences in the effect of Inquiry with  portfolio

learning, inquiry learning and conventional to the critical thinking skills of students with

sig. 0.00. (2) there are differences in the effect of Inquiry with a portfolio of learning,

inquiry and conventional learning to cognitive students with sig. 0,000.

Key Words:Inquiry, portfolio, critical , cognitive 

Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh

pembelajaran Inkuiri dengan asesmen portofolio dengan pembelajaran Inkuiri terhadap

kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa. Pendekatan penelitian quasy

experiment design dengan rancangan pre test-post test non equivalent control group

design. Analisis data dengan statistik parametrik untuk uji hipotesis yaitu analisis

kovarian (Ancova) dengan menggunakan bantuan SPSS 22 for windows dengan taraf

signifikansi 0,05. Penelitian dilakukan di Universitas Negeri Malang Jurusan Biologi

Matakuliah Ekologi. Sampel penelitian terdiri atas 3 kelas yaitu 2 kelas eksperimen dan 1

kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan pengaruh

pembelajaran Inkuiri dengan portofolio, pembelajaran Inkuiri dan konvensional terhadap

kemampuan berpikir kritis mahasiswa dengan nilai sig. 0,00. (2) ada perbedaan pengaruh

pembelajaran Inkuiri dengan portofolio, pembelajaran Inkuiri dan konvensional terhadap

hasil belajar kognitif  mahasiswa dengan nilai sig. 0,000. 

Kata kunci: Inkuiri, portofolio, kritis, kognitif 

Pada Tahun 2013 kurikulum untuk perguruan tinggi mengalami perubahan yaitu Kerangka Kualifikasi Nasional

Indonesia (KKNI). Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia digunakan sebagai pondasi untuk penyetaraan output dan outcome

pendidikan normal dengan standar internasional. Beberapa Universitas di Indonesia ada yang sudah menerapkan dan ada yang

belum menerapkan. Salah satu Universitas di Malang yang sudah menerapkan KKNI adalah Universitas Negeri Malang.  Sesuai

KKNI mahasiswa tingkat sarjana berada pada level enam. Pada level enam, mahasiswa wajib mampu mengambil keputusan

yang tepat berdasarkan hasil analisis data dan informasi, serta mampu memberikan alternatif solusi dalam suatu permasalahan.

Mahasiswa juga wajib menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan secara umum dan konsep teoritis khusus (Mohctar, 2014).

Sesuai Standar Nasional Pendidikan Tinggi, setiap lulusan perguruan tinggi tingkat sarjana wajib memiliki kemampuan berpikir

logis, kritis, sistematis dan inovastif dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi

(Permenristekdikti, 2015). Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu dari soft skill yang harus dikuasai dan

dikembangkan pada mahasiswa supaya dapat memasuki dunia kerja. Hal tersebut juga didukung oleh hasil survei Amerika,

Canada dan Inggris yang dilakukan oleh Halifax dan Nova Scotia pada tahun 2004 berpikir kritis termasuk dalam 24 soft skill

yang dibutuhkan untuk lapangan pekerjaan, Mohctar (2014). 

Matakuliah Ekologi di Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang merupakan salah satu matakuliah dasar yang wajib

ditempuh oleh mahasiswa Pendidikan Biologi pada semester 4. Matakuliah Ekologi memiliki enam jam pertemuan tiap minggu. 

2Jurnal Pendidikan, Vol..., No..., Bln Thn, Hal....-....

Capaian pembelajaran pada matakuliah Ekologi yang dikembangkan sesuai KKNI, yaitu mahasiswa wajib memiliki kepekaan

dalam menemukan, menganalisis, memcahkan masalah, menemukan alternatif pemecahan masalah, serta memberikan

rekomendasi tentang permasalahan ekologi dan lingkungan. Selain itu juga mahasiswa wajib mampu menerapkan pengetahuan

(Diantoro,2015). 

Kemampuan berpikir kritis menurut Ennis (1997) adalah kemampuan berpikir reflektif yang berfokus pada pola

pengambilan keputusan tentang apa yang harus diyakini dan harus dilakukan. Menurut Fisher (2007) berpikir kritis adalah

kemampuan menginterpretasikan dan mampu mengevaluasi dengan terampil dan aktif terhadap hasil observasi, komunikasi,

informasi dan argumentasi. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis merupakan berpikir yang tidak

mudah percaya dan dapat memutuskan apa yang harus dipercaya serta dilakukan. Mahasiswa yang memiliki kemampuan

berpikir kritis sangat teliti dalam menganalisis sesuatu sehingga dapat menemukan kesalahan atau kekeliruan. 

Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa merupakan salah satu hasil belajar. Definisi hasil belajar menurut Sudjana

(2009) adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar. Hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang

kognitif, afektif, dan psikomotorik. Definisi hasil belajar juga dikemukakan oleh Dimyati dan Mudjiono (2006), yaitu hasil dari

suatu interaksi antara pebelajar dan pengajar. Dosen bertindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Hasil

belajar berdasarkan Taxonomy Bloom dikategorikan dalam enam tingkatan, yaitu C1 (mengingat/remember), C2

(memahami/understanding), C3 (menerapkan/apply), C4 (menganalisis/analyze), C5 (mengevaluasi/evaluate) dan C6

(menghasilkan/create). Tingkat kognitif yang sesuai dengan tingkat mahasiswa sarjana adalah C4 sampai C6. Kemampuan yang

perlu dikembangkan pada mahasiswa tingkat sarjana sangat jelas pada uraian di atas, sehingga perlu adanya pembelajaran dan

asesmen yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif mahasiswa.

Salah satu model pembelajaran dan asesmen yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan hasil

belajar kognitif adalah pembelajaran Inkuiri dengan portofolio. Menurut Sanjaya (2010) pembelajaran inkuiri merupakan

pembelajaran yang didasarkan pada pencarian dan penemuan yang melalui proses berpikir sistematis.  Llewellyn (2013)

menyatakan bahwa inkuri merupakan proses eksplorasi aktif, berpikir kritis, logis dan kreatif dalam   mengumpulkan data yang

didasarkan pada pertanyaan yang menarik.  Coffman (2013) menyatakan bahwa pembelajaran berorientasi inkuiri mampu

melatih kemampuan berpikir kreatif. Pada tahap pertanyaan mampu mendorong mahasiswa untuk mulai berpikir kritis dan

kreatif. Pada tahap menganalisis hasil, menginvestigasi, dan menemukan pengetahuan baru hal ini memberikan kesempatan

pada mahasiswa  untuk menyampaikan gagasannya serta memecahkan prediksi yang tertuang dalam rumusan dan hipotesis

dengan beragam pertanyaan yang mampu sehingga mendorong proses berpikir kritis dan kreatif. Hillmer (2007) menyatakan

bahwa asesmen portofolio mampu memberikan informasi pada dosen dan mahasiswa yang berasal dari dokumen kronologi

belajar yang dibuat mahasiswa secara periodik. Mahasiswa mampu memperbaiki dari masukan yang diberikan pada Dosen,

sehingga mahasiswa mampu mendapatkan hasil belajar yang baik.

Gabungan model pembalajaran Inkuiri dan asesmen portofolio didasarkan pada kelebihan dan kekurangan, serta hasil

penelitian dari model pembelajaran Inkuiri dan asesmen portofolio. Menurut Sanjaya (2010) kelebihan pembelajaran Inkuiri

adalah mampu mengembangkan proses berpikir kritis dan analitis mahasiswa untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban

dari suatu masalah yang dipertanyakan dan juga mampu mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara

seimbang, sedangkan kekurangannya adalah dosen sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan mahasiswa. Menurut Maesuri

(2002)  kelebihan asesmen portofolio adalah dapat meningkatkan kemampuan mengevaluasi mahasiswa dan dapat informasi

kemampuan mahasiswa menerapkan pengetahuan, pemecahan masalah, kemampuan menggunakan bahasa ilmiah,

mengkomunikasikan ide, kemampuan memberi alasan atau menganalisis, sedangkan kekurangan dari portofolio adalah adanya

jaringan komunikasi yang erat antara mahasiswa, dosen dan tempat pendidikan. Hasil penelitian Wibowo, (2012) menunjukkan

bahwa pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar mahasiswa matakuliah pendidikan

sains. Hasil penelitian Suratno (2012), menunjukkan bahwa penerapan assesmen portofolio dapat memberdayakan kecakapan

berpikir kritis, kreatif  dan hasil belajar secara signifikan pada perkuliahan evaluasi hasil belajar bidang studi (EHB) Biologi.

METODE

Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (quasy experiment design) dengan

rancangan pre test-post test non equivalent control group design. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif untuk

menggambarkan hasil penelitian secara umum dan statistik parametrik untuk uji hipotesis yaitu analisis kovarian (Ancova)

dengan menggunakan bantuan SPSS 22 for windows dengan taraf signifikansi 0,05. Penelitian dilakukan di Universitas Negeri

Malang Jurusan Biologi Matakuliah Ekologi. Sampel penelitian terdiri atas 3 kelas yaitu 2 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol.

Kelas eksperimen dengan perlakuan pembelajaran Inkuiri dengan portofolio dengan jumlah 26 mahasiswa. Kelas ekperimen

dengan perlakukan pembelajaran Inkuiri dengan jumlah 28 mahasiswa dan kelas kontrol dengan jumlah 25 mahasiswa.

Pemilihan sampel dengan menggunakan teknik random sampling berdasarkan nilai uji kesetaraan melalui nilai tes dengan nilai

signifikasi sebesar 0,738 yang menunjukkan variasi populasi sama. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang berasal

dari pengukuran kemampuan berpikir kritis dan  berpikir kreatif yang diukur dengan menggunakan soal tes essay. 

   Hasanah, Pengaruh Pembelajaran Inkuiri... 3

HASIL

Hasil Analisis Data Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa

Hasil analisis statistik deskriptif berdasarkan rata-rata hasil posttes kemampuan berpikir kritis menunjukkan bahwa nilai

rata-rata tertinggi di kelas dengan pembelajaran Inkuiri dengan portofolio, selanjutnya di kelas dengan pembelajaran Inkuiri dan

yang terendah di kelas dengan pembelajaran konvensional secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Hasil Nilai Pretes dan Postes Kemampuan Berpikir Kritis

Kelas Pretes Postes

Inkuiri dengan portofolio 50 83

Inkuiri 56 77

Konvensional 48 73

Hasil uji Ancova diperoleh nilai signifikasi kurang dari 0,05 yaitu 0,00, hal ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol

ditolak dan hipotesis penelitian diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran terhadap

kemampuan berpikir kritis dan terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran  terhadap kemampuan berpikir kritis. Secara

lengkap hasil uji Ancova dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel.2. Ringkasan Hasil Analisis Anacova Kemampuan Berpikir Kritis

Tests of Between-Subjects Effects

Dependent Variable:   POSTES_KRITIS  

Source

Type III Sum of

Squares df Mean Square F Sig. Partial Eta Squared

Corrected

Model

1498,715

a

 3 499,572 7,324 ,000 ,227

Intercept 17984,673 1 17984,673 263,652 ,000 ,779

PRETES_

KRITIS

159,733 1 159,733 2,342 ,130 ,030

KELAS 1405,480 2 702,740 10,302 ,000 ,216

Error 5116,020 75 68,214

Total 485692,000 79

Corrected

Total

6614,734 78

a. R Squared = ,227 (Adjusted R Squared = ,196)

Hasil uji lanjut dengan menggunakan LSD menunjukkan bahwa pengaruh pembelajaran Inkuiri dan Portofolio terhadap

kemampuan berpikir kritis berbeda nyata dengan model pembelajaran Inkuiri dengan nilai sig. 0,011 lebih kecil dari 0,05 dan

berbeda nyata dengan pengaruh model pembelajaran konvensional dengan nilai sig. 0,00 lebih kecil dari 0,05. Pengaruh model

pembelajaran Inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis tidak berbeda nyata dengan model pembelajaran konvensional yaitu

dengan nilai sig. 0,065 lebih besar dari 0,05. Berdasarkan notasi uji LSD menunjukkan bahwa model pembelajaran Inkuiri

dengan Portofolio memiliki pengaruh tertinggi sebesar 35,6 % terhadap kemampuan berpikir kritis dibandingkan dengan

pembelajaran Inkuiri dan konvensional. Pembelajaran Inkuiri memiliki pengaruh yang tidak berbeda nyata dengan

pembelajaran konvensional terhadap kemampuan kemampuan berpikir kritis. Pada pembelajaran Inkuiri memiliki pengaruh 33%

dan pembelajaran konvensional memiliki pengaruh 31% terhadap kemampuan berpikir kritis. 

Hasil Analisis Data Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa

Hasil analisis statistik deskriptif rata-rata hasil posttes hasil belajar kognitif menunjukkan bahwa nilai rata-rata tertinggi di

kelas dengan pembelajaran Inkuiri dengan portofolio, selanjutnya di kelas dengan pembelajaran Inkuiri dan yang terendah di

kelas dengan pembelajaran konvensional. Secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 3. 

Tabel 3. Hasil Nilai Pretes dan Postes Hasil Belajar Kognitif

Pembelajaran Pretes Posttes

Inkuiri dengan portofolio 56,00 81,00

Inkuiri 52,00 74,00

Konvensional 50,00 68,00

4Jurnal Pendidikan, Vol..., No..., Bln Thn, Hal....-....

Hasil uji Ancova diperoleh nilai signifikasi kurang dari 0,05 yaitu 0,00, hal ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol

ditolak dan hipotesis penelitian diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran terhadap hasil

belajar kognitif dan terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif. Secara lengkap hasil uji

Ancova dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel.4. Ringkasan Hasil Analisis Anacova Hasil Belajar Kognitif

Tests of Between-Subjects Effects

Dependent Variable:   POSTES_KOGNITIF  

Source

Type III Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Partial Eta

Squared

Corrected Model 2214,831

a

 3 738,277 15,713 ,000 ,386

Intercept 9241,874 1 9241,874 196,704 ,000 ,724

PRETES_KOGNITIF ,786 1 ,786 ,017 ,897 ,000

KELAS 1956,047 2 978,023 20,816 ,000 ,357

Error 3523,777 75 46,984  

Total 445625,000 79   

Corrected Total 5738,608 78    

a. R Squared = ,386 (Adjusted R Squared = ,361)

Hasil uji lanjut dengan menggunakan LSD menunjukkan bahwa pengaruh pembelajaran Inkuiri dengan Portofolio terhadap

hasil belajar kognitif  berbeda nyata dengan pembelajaran Inkuiri dengan nilai sig. 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan berbeda nyata

dengan pengaruh model pembelajaran konvensional dengan nilai sig. 0,00 lebih kecil dari 0,05. Pengaruh model pembelajaran

Inkuiri terhadap hasil belajar kognitif  berbeda nyata dengan model pembelajaran konvensional yaitu dengan nilai sig. 0,002

kecil dari 0,05. Berdasarkan notasi uji LSD menunjukkan bahwa model pembelajaran Inkuiri dengan portofolio memiliki

pengaruh 38% terhadap hasil belajar kognitif, selanjutnya model pembelajaran Inkuiri memiliki pengaruh 33,8% dan

pembelajaran konvensional memiliki pengaruh 27,7% terhadap hasil belajar kognitif. PEMBAHASAN

 Data sebelum dibahas sudah dianalisis terlebih dahulu dengan uji homogenitas dan normalitas sebagai syarat uji

Ancova. Data yang sudah dianalisis Ancova kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil uji dengan taraf sig. 0,05.

Pada penelitian ini untuk melihat  pengaruh pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif secara lengkap

sebagai berikut.

Perbedaan pengaruh pembelajaran Inkuiri dengan asesmen portofolio

dan pembelajaran Inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis

Fisher (2007) yang menyatakan bahwa berpikir kritis adalah kemampuan menginterpretasikan dan mampu mengevaluasi

dengan terampil dan aktif terhadap hasil observasi, komunikasi, informasi dan argumentasi. Selama pembelajaran inkuiri

mahasiswa terlatih berpikir kritis. 

Hasil analisis statistik deskriptif nilai rata-rata posttes kemampuan berpikir kritis dikelas ekperimen dengan pembelajaran

Inkuiri dengan portofolio sebesar 83,00, di kelas dengan pembelajaran Inkuiri sebesar 77,00 dan dikelas kontrol dengan

pembelajaran konvensional 73,00. Berdasarkan nilai rata-rata posttes  kemampuan berpikir kritis menunjukkan bahwa nilai ratarata

tertinggi di kelas dengan pembelajaran Inkuiri dengan portofolio, selanjutnya di kelas dengan pembelajaran Inkuiri dan

yang terendah di kelas dengan pembelajaran konvensional. Kelas dengan pembelajaran Inkuiri dan konvensional sebenarnya

tidak terlalu berbeda jauh hal ini karena kelas konvensional mahasiswa Inkuiri terbimbing penuh oleh asisten.

Hasil analisis ancova menunjukkan bahwa nilai signifikasi uji Anacova kurang dari 0,05 yaitu 0,00, hal ini dapat

disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis penelitian diterima. Berdasarkan hasil analisis Anacova tersebut dapat

disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis dan terdapat perbedaan pengaruh

model pembelajaran  terhadap kemampuan berpikir kritis. Hasil uji lanjut dengan menggunakan LSD diketahui bahwa pengaruh

model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis berbeda nyata dengan model pembelajaran Inkuiri dengan nilai sig.

0,011 lebih kecil dari 0,05 dan berbeda nyata dengan pengaruh model pembelajaran konvensional dengan nilai sig. 0,00 lebih

kecil dari 0,05. Pengaruh model pembelajaran Inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis tidak berbeda nyata dengan model

pembelajaran konvensional yaitu dengan nilai sig. 0,065 lebih besar dari 0,05. Berdasarkan notasi uji LSD menunjukkan bahwa

model pembelajaran Inkuiri dengan Portofolio memiliki pengaruh tertinggi sebesar 35,6% terhadap kemampuan berpikir kritis

dibandingkan dengan pembelajaran Inkuiri dan konvensional. Pembelajaran Inkuiri memiliki pengaruh yang tidak berbeda

  Hasanah, Pengaruh Pembelajaran Inkuiri... 5

nyata dengan pembelajaran konvensional terhadap kemampuan kemampuan berpikir kritis. Pada pembelajaran Inkuiri dengan

portofolio memiliki pengaruh 33% dan pembelajaran konvensional memiliki pengaruh 31% terhadap kemampuan berpikir kritis. 

Pada saat pembelajaran Inkuiri dengan portofolio tertinggi karena mahasiswa sudah terlatih berpikir kritis, yaitu

merumuskan masalah, membuat hipotesis, menganalisis data yang diperoleh, mengevaluasi hasil penelitian. Sehingga

pembelajaran Inkuiri ini dapat melatih kemampuan berpikir kritis mahasiswa dan mampu meningkatkan kemampuan bepikir

mahasiswa. Pernyataan tersebut didukung oleh hasil penelitian Symes (2015) yang menyatakan bahwa pembelajaran inkuiri

secara ekplisit mampu megembangkan kemampuan berpikir kritis. Pernyataan tersebut sejalan dengan pendapat Llewellyn

(2013)  yang menyatakan bahwa pembelajaran inkuiri merupakan proses eksplorasi aktif yang mampu mengembangkan

kemampuan berpikir kritis, logis dan kreatif dalam   mengumpulkan data yang didasarkan pada pertanyaan. 

Pengaruh asesmen portofolio terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa hal ini ditunjukkan bahwa mahasiswa pada

saat membuat portofolio mampu menganalisis, mengevaluasi dan menyampaikan gagasannya apa yang diperoleh selama

pembelajaran. Hal ini didukung dengan penelitian Dewi, (2016) Asesmen portofolio melatih mahasiswa untuk menganalisis,

mengorganisasi, mengevaluasi dan menguraikan pengalaman belajarnya, sehingga asesmen portofolio mampu meningkatkan

kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Pendapat tersebut juga didukung dengan pendapat Maesuri (2002) yang menyatakan

bahwa salah satu kelebihan portofolio adalah dapat meningkatkan kemampuan evaluasi mahasiswa. Kemampuan mengevaluasi

adalah salah satu kemampuan dalam berpikir kritis. Pernyataan Maesuri juga didukung dengan pernyataan Coffman (2013)

yang menyatakan bahwa pembelajaran berorientasi inkuiri mampu melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Pada tahap

pertanyaan mampu mendorong mahasiswa untuk mulai berpikir kritis dan kreatif. Pada tahap menganalisis hasil,

menginvestigasi, dan menemukan pengetahuan baru hal ini memberikan kesempatan pada mahasiswa  untuk menyampaikan

gagasannya serta memecahkan prediksi yang tertuang dalam rumusan dan hipotesis dengan beragam pertanyaan yang mampu

sehingga mendorong proses berpikir kritis dan kreatif.

Pembelajaran Inkuiri dengan portofolio memiliki pengaruh paling tinggi terhadap kemampuan berpikir kritis, hal ini

karena pada pembelajaran Inkuiri dengan portofolio mahasiswa terlatih berpikir kreatif baik pada saat pembelajaran dan pada

saat membuat portofolio. Pernyataan tersebut didukung dengan hasil penelitian Wibowo, dkk (2012) menunjukkan bahwa

pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa matakuliah pendidikan sains. Selain itu juga

didukung dengan hasil penelitian Shekoyan, (2016) menyatakan bahwa  Pembelajaran Inkuiri dengan portofolio dapat melatih

mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan uraian diatas menunjukkan bahwa pembelajaran

Inkuiri dengan Portofolio dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Saran dari hasil penelitian ini adalah pembelajaran

Inkuiri dengan portofolio dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. 

Perbedaan pengaruh pembelajaran Inkuiri dengan asesmen portofolio 

dan pembelajaran Inkuiri terhadap Hasil Belajar Kognitif

Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik yang

merupakan interaksi antara pebelajar dan pengajar  Sudjana (2009) dan Dimyati dan Mudjiono (2006). Hasil analisis statistik

deskriptif rata-rata hasil posttes hasil belajar kognitif menunjukkan bahwa nilai rata-rata tertinggi di kelas dengan pembelajaran

Inkuiri dengan portofolio, selanjutnya di kelas dengan pembelajaran Inkuiri dan yang terendah di kelas dengan pembelajaran

konvensional. Hasil uji Ancova diperoleh nilai signifikasi kurang dari 0,05 yaitu 0,00, hal ini dapat disimpulkan bahwa

hipotesis nol ditolak dan hipotesis penelitian diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran

terhadap hasil belajar kognitif dan terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif.

Hasil uji lanjut dengan menggunakan LSD menunjukkan bahwa pengaruh pembelajaran Inkuiri dengan Portofolio terhadap

hasil belajar kognitif  berbeda nyata dengan pembelajaran Inkuiri dengan nil