DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan AjarBerbasis Strategi Sinektik BerbantuanMedia Gambar pada Mata Pelajaran Agama Katolik di SD YPPK Santo Tarsisius Biankuk Merauke-Papua

Paustina Ngali Mahuze

Abstrak


ABSTRAK

Pengembangan Bahan AjarBerbasis Strategi Sinektik BerbantuanMedia Gambar pada Mata Pelajaran Agama Katolik di SD YPPK Santo Tarsisius Biankuk Merauke-Papua

Paustina Ngali Mahuze

Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana-Universitas Negeri Malang

E-mail: boyenfaustina@gmail.com

Abstract: Mahuze, Ngali Paustina. 2016. The development of learning materials based on pictures media-assisted synectics strategy for the instructional subjects of Catholicism at the primary school of Saint Tarsius Biankuk Merauke. Thesis. Study Program of Educational Technology, Postgraduate Program of State University of Malang. Advisor: (I) Prof. Dr. I Nyoman Degeng Sudana, M. Pd Dr. (II) Anselmus JE Toenlioe, M. Pd

Keywords:The Development of Learning Materials, Picture Media -assisted Synectics Strategy, Catholic Religious.

Technology of learning is a subject that examines the theory and practice in the design of the development, utilization, management, and evaluation of processes and resources for learning. Design of the development based on pictures media-assisted synectics strategy have to facilitate and solve the problem of education of students who are less effective in practicing their religious knowledge in everyday life.

In the design of development teaching materials, facilitate and manage and also help the educators to solve the problems in related to learning. Through technology of learning is expected to solve the problems besetting the world of education in building a cultured human mission and character.

In the process of learning requires technology of learning in the form of strategy, rule/presentation techniques are used to achieve the learning goal. The strategy were used in the development of teaching materials are strategy of synectics that in analogy personal learners likens himself to others observed through the pictures and listen to the story so leads the students to think critically, creative, expression, empathy and insight to the social relations. 

Media images in the design development of teaching materials based on synectics strategy, clarifying messages abstract, attract attention and motivation and arousal learning, allowing students to learn independently, giving the same stimuli, equate experience and create the perception that the same for learners in the process learning.

Media images have a role in delivering the message of God that stimulate the attention, interested, feelings and thoughts learners with the intent of being more faithful to the Lord, so shaping students into a man who is faithful and devoted to Almighty God and righteousness and spiritual upliftment.

The purpose of this study are: (1) Produce a teaching materials based on synectics strategy aided drawing on the lessons of the Catholic religion; (2) to test the feasibility of the teaching materials based on synectics strategy aided drawing on the lessons of the Catholic religion; (3) Know the result of students’s learning by teaching materials based on synectics strategy aided drawing on the lessons of the Catholic religion.

The research method is a mixed method  one using a research and development model of Dick, & Carrey. The technique of the data collection is enquette and form of validation.

The result of the logical validation of the constructed educational subject matter by chosen experts gets grade 70%. It means the constructed subject matter is appropriate to be used for the teaching. The logical validation of the constructed student book gets 77,%. It means quite appropriate. The logical validation of the constructed teacher book gets 89%. It means strongly appropriate.

The result of the construct validation of the constructed subject matter by experts in learning media gets 98,5%. It means strongly valid. The construct validation of the student book gets 98,5%. It means strongly valid. And the construct validation of the teacher book gets 100%. It means perfectly valid.

The result of the construct validation of the constructed subject matter by experts in learning design gets 72%; it means sufficiently agreeable. The construct validation of the student book gets 60%; it means sufficiently agreeable. And the construct validity of the teacher book gets 80%; it means that the book is valid for being used to teach.

For the result of practical examination by a teacher of Catholic religious education, the constructed subject matter gets 80%; it means strongly approvable. The constructed student book gets 80%; it means strongly approvable. And the constructed teacher’s book gets 85%; that means strongly approvable.

The result of the individual field prove shows that the constructed student book gets 92% validity. The result of the prove of the constructed student book in  a small experiment group gets 95,3% validity; it means strongly approvable. And the result of the constructed student book in the experiment class is 98%; it means strongly approvable to be used in teaching.

Based on the acquisition of the whole result of students’s learning, the product of learning materials designed by sinectics strategy aided drawing on learning of this Catholic religion, increased in individual testing 16.25 %, small group trial 12 % and field trials rose by 16, 25 % so that it can be said that the product is effectively used in the learning process.

Abstrak:Teknologi pembelajaran merupakan suatu bidang yang mengkaji tentang teori dan praktek dalam desain pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi proses dan sumber untuk belajar. Desain pengembangan bahan ajar berbasis strategi sinektik berbantuan media gambar memfasilitasi dan memecahkan persoalan pembelajaran peserta didik yang kurang efektif dalam mempraktekkan pengetahuan keagamaanya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam desain pengembangan bahan ajar, memfasilitasi dan mengelolah serta membantu pendidik dalam menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan belajar.  Melalui teknologi pembelajaran diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang melanda dunia pendidikan dalam misi membangun manusia yang berbudaya dan berkarakter.

Dalam proses pembelajaran membutuhkan teknologi pembelajaran berupa strategi,  cara/teknik penyajian yang digunakan agar tercapai tujuan belajar. Strategi yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar ini adalah straregi sinektik yang dalam analogi personalnya peserta didik mengumpamakan diri dengan orang lain yang diamati melalui gambar dan menyimak cerita sehingga mengarakan peserta didik berpikir kritis, kreaktif, ekspresi, empati dan pandangan ke dalam relasi-relasi sosial. 

Media gambar dalam desain pengembangan bahan ajar berbasis strategi sinektik, memperjelas pesan-pesan yang abstrak, menarik perhatian dan motivasi serta menimbulkan gairah belajar, memungkinkan peserta didik belajar mandiri, memberikan rangsangan yang sama, menyamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.

Media gambar memiliki peran dalam menyalurkan pesan dari Allah sehingga merangsang perhatian, minat, perasaan dan pikiran peserta didik dengan maksud menjadi semakin beriman kepada Tuhan, dengan semikian membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan beraklak mulia serta peningkatan spiritual.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) menghasilkan bahan ajar berbasis strategi sinektik berbantuan gambar pada pelajaran agama katolik; (2) menguji kelayakan bahan ajar berbasis strategi sinektik berbantuan gambar pada pelajaran agama katolik; (3) mengetahui hasil belajar peserta didik dengan menggunakan bahan ajar berbasis strategi sinektik berbantuan media gambar pada mata pelajaran agama katolik.

Penelitian menggunakan rancangan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan model pengembangan Dick & Carey sebagai landasan untuk menjawab tujuan di atas. Dalam hal ini, peneliti mengumpulkan data melalui angket dan lembaran validasi.

Berdasarkan hasil validasi ahli materi, segi isi materi produk bahan ajar cukup valid/ layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan nilai 70,5%, buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak 77,5% dan buku panduan guru dikatakan valid dan sangat layak membantu pendidik dalam mengelolah pembelajaran dengan nilai 89%.

Hasil validasi ahli media dapat disimpulkan bahwa dari segi media pembelajaran produk bahan ajar sangat valid/ sangat layak digunakan dengan validitas nilai 98,5%, buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak 98,5% dan buku panduan guru dikatakan valid dan sangat layak dengan nilai 100%.

Hasil validasi ahli desain menunjukkan bahwa dari segi desain, produk bahan ajar cukup valid/ cukup layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan nilai validitas 72%, buku pegangan peserta didik cukup valid dan cukup layak 60% dan buku panduan guru dikatakan valid dan sangat layak membantu pendidik dalam mengelolah pembelajaran dengan tingkat validitas 80%.

Berdasarkan hasil uji coba guru bidang studi dan sangat layak nilai validitas 80%, buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak dengan tingkat validitas 80% dan buku panduan guru dikatakan valid dan sangat layak membantu pendidik dalam mengelolah pembelajaran dengan tingkat validitas 85%. 

Berdasarkan hasil uji coba perorangan menunjukkan bahwa produk buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak dengan tingkat validitas 92%, uji coba kelompok kecil menunjukkan bahwa produk buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak digunakan dengan tingkat validitas 95,3% dan hasil yang diperoleh dari uji lapangan menunjukkan bahwa produk buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak dengan tingkat validitas 98% dipergunakan dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan perolehan hasil belajar peserta didik secara keseluruhan produk bahan ajar yang didesain menggunakan strategi sinektik berbantuan gambar pada pembelajaran agama katolik ini, mengalami peningkatan pada uji coba perorangan 16,25%, uji coba kelompok kecil 12% dan uji coba lapangan meningkat sebesar 16, 25% sehingga dapat dikatakan bahwa produk tersebut efektif digunakan dalam proses pembelajaran.

Kata Kunci: Pengembangan Bahan Ajar, Berbasis Strategi Sinektik Berbantuan Gambar, Agama Katolik.

PENDAHULUAN

Kekaguman dunia di era milinium ini ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan informatika yang berdampak pada segala aspek kehidupan. Salah satu dampak kemajuan teknologi dapat dirasakan pada dunia pendidikan yang mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Perkembangan pendidikan tidak terlepas dari permasalahan memproseskan pendidikan tersebut sehingga diperlukan teknologi pembelajaran, seperti yang diutarakan oleh Heinich, Molenda dan Russel 1989, (youngkibudis.blogspot.co.id), agar dapat membantu pendidik dalam menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan belajar manusia. Melalui teknologi pembelajaran diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang melanda dunia pendidikan dalam misi membangun manusia yang berbudaya dan berkarakter.

Pekerjaan membangun dan menyelamatkan generasi bangsa Indonesia sekarang dan akan datang bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu diharapkan semua kalangan harus ikut memerhatikan terutama sekolah dan terlebih khusus guru dalam mengelolah proses pembelajaran di kelas. Dalam upaya mengembangkan potensi anak didik, guru memegang peran kunci. Tanggung jawab guru sangatlah berat, sebab guru sebagai pendidik kader-kader bangsa yang unik dan kompleks. Dikatakan unik sebab tiap peserta didik memiliki perbedaan satu sama lain, dikatakan kompleks sebab pendidikan ditujukan kepada pembentukan kepribadian secara utuh yang mencakup semua aspek kehidupan. Di samping itu guru berkewajiban untuk mengembangkan kreativitas siswa dengan menggunakan berbagai model, strategi, metode, taktik bahkan media pembelajaran yang menarik demi menghantar anak didik kepada tujuan pembelajaran.

Pendidikan pada era modern ini, guru memegang peranan penting dalam menerapkan pendidikan yang mengasah dan menyentuh seluruh pribadi siswa. Bukan hanya intelegence quotient (IQ) tetapi juga emotional quotient (EQ), dan spiritual quotient (SQ), sehingga mencapai keseimbangan dalam berbagai segi kehidupan. Ketiga kompetensi tersebut terlihat jelas pada ranah kognitif, psikomotorik dan afektif yang harus diasah dalam proses belajar di sekolah. Perkembangan ranah-ranah tersebut kurang bisa dikembangkan secara maksimal bila peserta didik kurang difasilitasi oleh pendidik dengan sarana pembelajaran yang representative dan kontekstual serta menarik.

Dalam dunia pendidikan, bahan ajar buku merupakan bagian penting untuk menunjang kelangsungan pendidikan. Dengan adanya bahan ajar, pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih lancar. Guru dapat menjalankan tugasnya secara maksimal dengan bantuan bahan ajar. Demikian juga peserta didik, pengetahuan yang didapat akan lebih bermakna dengan adanya perpaduan ilmu dari guru dan bahan ajar. Oleh karena itu, keberadaan buku yang bermutu penting dalam membantu guru dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Menurut Muslich (2010:21), buku dikatakan mempunyai syarat positif apabila dapat (1) memperluas wawasan anak, (2) menambah pengetahuan baru, (3) membimbing berpikir konstruktif, (4) mengarahkan kreativitas, (5) menumbuhkan sikap moral, sosial, dan agama yang baik, dan (6) menuntut ke arah kehidupan yang lebih mandiri. Dalam perancangan suatu bahan ajar atau buku dilengkapi dengan meggunakan media, metode, strategi, teknik dan taktik tertentu.

Pendidik diharapakan dalam proses memfasilitasi belajar perserta didik dengan menggunakan berbagai strategi, metode dan model pembelajaran yang dirancang dalam bahan ajar sehingga menghantar peserta didik kepada tujuan pembelajaran membentuk manusia seutuhnya seperti yang tertuang dalam tujuan pendidikan nasional sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (No. 20 tahun 2003, pasal 37 ayat 1) disebutkan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawabsebagai tanggapan terhadap arus globalisasi yang sedang dihadapi.

Mencermati permasalahan yang ada, maka perlu dicarikan solusi agar pendidikan dan pembelajaran di negeri ini mencapai hasil yang optimal. Oleh karena itu, hendaknya semua guru mata pelajaran pendidikan agama berusaha mengembangkan kemampuan siswa sehingga mereka bergerak kearah “aktualisasi diri” dengan guru mulai mengembangkan bahan ajar sesuai kebutuhan dan menggunakan berbagai pendekatan atau model serta media dalam proses pembelajaran. Perancangan bahan ajar ini menggunakan strategi pembelajaran sinektik yang dikembangkan oleh William J.J Gordon (Joyce, Weil & Calhoun, 2009: 252), sebagai strategi pembelajaran yang menggunakan analogi untuk mengembangkan kemampuan berpikir dari berbagai sudut pandang.

Analogi personal dianggap mampu mengembangkan kreativitas berpikir karena dalam analogi ada usaha untuk menghubungkan antara apa yang sudah diketahui dengan apa yang ingin dipahami yang bertujuan meningkatkan hasil belajar, perilaku kreatif, menganalogikan serta membangkitkan kreativitas dan daya pikir atau imajinasi siswa. Dengan kata lain, pemberdayaan siswa agar menjadi kreatif, misalnya dalam hal berpikir kreatif dan kepemilikan kesehatan mental berupa sikap kreatif yang baik perlu diwujudkan dan dijadikan tujuan dalam kegiatan pembelajaran, dalam proses pembelajaran lebih melibatkan siswa sebagai pemikir dari pada pengumpul pengetahuan, menggerakkan potensi kreativitas siswa seperti berpikir kreatif, dan menimbulkan berbagai getaran penemuan terhadap hal-hal yang belum diketahui, belum dikenal atau belum dipahaminya.

Penggunaan media pembelajaran gambar sebagai bantuan dalam perancangan bahan ajar buku dengan menggunakan strategi pembelajaran sinektik berdasarkan karakteristik peserta didik. Perkembangan psikologis peserta didik kelas IV sekolah dasar ditandai dengan cara berpikir  konkrit, hal-hal yang abstrak tidak dapat dipahami atau tidak masuk akalnya. Semua hal yang diajarkan harus dilihatnya. Pengajaran yang berkaiatan dengan Rohani, misalanya tentang Allah, malaikat dan jiwa tidak bergema di dalam hati peserta didik, karena tidak tampak.

Peserta didik pada usia 9-10 tahun belum memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas. Pada umumnya peserta didik cepat merasa bosan dan letih terhadap suatu tugas sehingga pendidik diharapkan dapat menyajikan pembelajaran dengan menggunakan media gambar agar menarik perhatian anak untuk lebih lama berkonsentrasi dalam proses pembelajaran. Penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran agama katolik dengan menggunakan strategi sinektik juga memiliki fungsi untuk mengkonkritkan pembelajaran yang bersifat abstrak sehingga mudah dipahami oleh peserta didik.

Fakta di lapangan yang diperoleh dari wawancara kepala sekolah SD YPPK St. Tarsius Biankuk, Marselino Kowaup S.Sos serta guru agama katolik ibu Modesta Mitakda, S.Pd mengungkapkan bahwa pemanfaatan bahan ajar yang telah disusun oleh KOMKAT menjadi pedoman serta pegangan satu-satunya dalam memproseskan pembelajaran agama katolik di sekolah dasar. Metode pembelajaran yang digunakan pola interaksi komunikasi iman dan model eksperiental yang berlaku sejak tahun 70-an dan mengalami sedikit perkembangan pada tahun 2007 sesuai dengan kurikulum KTSP menggunakan model pengajaran eksplorasi elaborasi dan konfirmasi yang sebenarnya sama dengan pola atau model share Christian praksis.

Dalam penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ni Md. Jayanti Mahandari, Putu Parmiti dan I Nym. Jampel membahas tentang strategi pembelajaran sinektik digunakan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia yang mengasah keterampilan menulis peserta didik dan mengasah kreaktifitas berpikir atau ranah kognitif. Pada penelitian ini, akan dirancang sebuah pengembangan bahan ajar dengan menggunakan strategi pembelajaran sinektik dengan berbantuan gambar untuk mata pelajaran agama katolik. Strategi sinektik dipandang baik untuk mengajaran agama katolik karena dalam analogi-analoginya menggunakan metafora-metafora atau perumpamaan yang juga sesuai dengan karakteristik pembelajaran agama katolik yang materi pengajarannya terdapat pula perumpamaan dan mujizat Yesus yang dengan bantuan media gambar peserta didik diarahkan secara nyata memahami materi dan menemukan pandangan baru dari materi pembelajaran tersebut.

Pendidikan di Negara Republik Indonesia menempatkan pendidikan Agama sebagai salah satu bidang yang diajarkan di sekolah (UU No.20 tahun 2003). Pendidikan Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Pendidikan Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari bahwa peran agama amat penting bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi Agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan, baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran peserta didik hanya belajar untuk memperoleh nilai pada akhir semester dan cenderung kurang megaplikasikan pengetahuan keagamanya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat terjadi karena berbagai factor eksternal maupun internal, salah satunya pemilihan strategi pembelajaran yang kurang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kurang menarik serta menggugah peserta didik agar mampu memahami dan mengaplikasikan dalam hidup. Dari pengalaman dapat dilihat bahwa apa yang diketahui (pengetahuan, ilmu) tidak selalu membuat hidup seseorang sukses dan bermutu. Tetapi kemampuan, keuletan dan kecekatan seseorang untuk mencernakan dan mengaplikasikan apa yang diketahui dalam hidup nyata, akan membuat hidup seseorang sukses dan bermutu. Demikian pula dalam kehidupan beragama Orang tidak akan beriman dan diselamatkan oleh apa yang ia ketahui tentang imannya, tetapi oleh pergumulannya menginterpretasikan dan mengaplikasikan pengetahuan imannya dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Berdasarkan permasalahan yang terungkap di atas tersebut, pengembang merasa perlu mengembangkan suatu sumber belajar berupa bahan ajar buku yang dapat membantu guru dalam menjalankan tugas pengajarannya menuntun peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang efektif, lebih berdaya guna dan memiliki ketertarikan tersendiri bagi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Dengan menerapkan prinsip-prinsip desain pesan, diharapkan bahan ajar buku yang didesain khusus dengan menggunakan strategi pembelajaran sinektik berbantuan media gambar lebih efektif dan bermakna bagi ketercapaian tujuan pembelajaran.

TUJUAN PENELITIAN

Berdasarkan permasalahan yang terungkapkan pada pendahuluan, maka tujuan pengembangan bahan ajar dengan model pembelajaran sinektik berbantuan gambar adalah sebagai berikut:

Menghasilkan produk berupa bahan ajar yang berbentuk buku dengan menggunakan model pembelajaran sinektik berbatuan gambar pada mata pelajaran agama katolik bagi peserta didik SD kelas IV semester II.

Menguji kelayakan bahan ajar pendidikan agama katolik dengan menggunakan model pembelajaran sinektik berbantuan gambar yang dikembangkan untuk siswa SD kelas IV semester II.

Mengetahui hasil belajar peserta didik dengan menggunakan bahan ajar pendidikan agama katolik yang dikembangkan menggunakan strategi pembelajaran sinektik berbantuan media gambar untuk  SD kelas IV semester II yang ditinjau dari hasil belajar.

SPESIFIKASI PRODUK YANG DIHARAPKAN

Produk pengembangan yang diharapkan dari proses pengembangan yang akan dilakukan adalah sebuah bahan ajar yang dikembangkan menggunakan strategi pembelajaran sinektik berbantuan gambar. Bahan ajar ini dirancang dan dikembangkan yang di dalamnya terdapat hal-hal sebagai berikut:

Spesifikasi Produk Secara Teknis

Pengembangan bahan ajar buku dengan menggunakan strategi pembelajaran sinektik berbantuan media gambar ini, mengikuti karakteristik isi dan materi.

Bahan ajar dilengkapi dengan panduan guru dan buku pegangan peserta didik secara singkat yang berisi tentang petunjuk pemanfaatan bahan ajar tersebut dalam proses pembelajaran.

Spesifikasi Produk Secara Substansial

Rancangan pengembangan bahan ajar disesuaikan dengan kurikulum sekolah dasar (SD) dan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditentukan pada pendidikan agama katolik.

Komponen-komponen isi dan materi yang ada dalam bahan ajar saling berkaitan. 

Penggunaan kalimat yang efektif sehingga memudahkan siswa untuk memahami isi materi yang ada di dalam bahan ajar.

Penggunaan gambar yang menarik dan sesuai dengan isi materi sehingga menarik perhatian peserta didik dan guru mudah memahami materi yang ada di dalam bahan ajar tersebut. 

METODE

Metode dan Prosedur Penelitian Pengembangan

Model penelitian pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan bahan ajar sesuai dengan model pengembangan Dick & Carey. Perancangan pengajaran menurut sistem pendekatan model Dick, Carey dan Cerey, yang dikembangkan ini merupakan suatu proses pengembangan rancangan pembelajaran yang sistematis untuk mengembangkan produk. Dalam pengembangan ini model pengembangan Dick, Carey & Carey dilakukan oleh seorang perancang pembelajaran dengan maksud untuk mendesain, mengembangkan dan memperbaiki pengajaran (Dick Carey & Carey.2009). Model pengembangan ini memiliki empat karakteristik yang harus terkandung dalam penelitian dan pengembangan yakni: (1) mengacu pada tujuan; (2) terdapat keserasian pada tujuan; (3) sistematik; dan (4) berpedoman pada evaluasi (Dick & Carey, 2009). Model ini mengarah pada upaya memperbaiki masalah pembelajaran yang terprogram melalui prosedur atau langkah-langkah kegiatan yang sistematis. Adapun langkah-langkah model Dick & Carey (2009), sebagai berikut:

Identifikasi tujuan, tahap awal model ini adalah menentukan apa yang diinginkan agar siawa dapat melakukannya ketika mereka telah menyelesaikan program pengajaran.

Melakukan analisis pembelajaran dengan analisis pembelajaran dengan maksud agar dapat mengetahui keterampila-keterampilan bawahan yang akan dimiliki oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran.

            Mengidentifikasi tingkah laku dan Karakteristik Peserta Didik.

            Memasukan Tujuan Pembelajaran khusus.

            Mengembangkan Instrumen Penilaian.

            Mengembangkan strategi pembelajaran.

            Mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran.

            Mendesain dan melakukan evaluasi formatif.

            Merevisi produk pembelajaran

                       

           

Gambar 1. Langkah-langkah Desain Pembelajaran Model Dick & Carey

(Sumber: Dick & Carey; 2009, 1).

Dalam tahapan uji coba produk pengembangan bahan ajar dengan menggunakan model pembelajaran sinektik berbantuan gambar meliputi: (1) desain uji coba (2) subjek uji coba (3) jenis data dan (4) instrumen pengumpulan data (5) teknik analisa data.

Dalam penelitian pengembangan yang menjadi subjek uji coba adalah peserta didik kelas IV Sekolah Dasar YPPK St. Tarsisius Biankuk Kabupaten Merauke Provinsi Papua. Pengembangan bahan ajar dengan menggunakan strategi sinektik berbantuan media gambar ini, terdiri dari empat tahapan sebagai berikut:(1) taha puji coba guru bidang studi (2) tahap uji coba perorangan, (2) tahap uji coba kelompok kecil, dan (3) tahap uji coba lapangan.

Subjek Uji Coba

Validasi atau penilaian dari para ahli yang dilakukan bersifat deskriptif kuantitatif. Validasi dilakukan gunakan untuk mengetahui kelayakan produk, baik dengan skala presentase maupun kritik dan saran yang diberikan oleh penguji. Uji kelayakan dilakukan dengan memberikan angket untuk menilai kelayakan produk. Validasi yang dilakukan mencakup kesesuaian dengan tujuan, spesifkasi bahan ajar, kelayakan isi, kebahasaan, sajian dan kegrafikan.

Validasi ahli media dalam hal ini validasi dilakukan oleh dosen teknologi pembelajaran, yang berpengalaman dan berkompeten dalampengembangan bahan ajar buku atau cetak dalam hal ini doctor dalam teknologi pembelajaran. Ahli media meninjau dan menguji secara khusus pengembangan bahan ajar dengan menggunakan model sinektik berbantuan media gambar yang menjadi acuan untuk perbaikan atau revisi.

Validasi ahli desain dalam hal ini validasi dilakukan oleh dosen teknologi pembelajaran yang berkompeten dalam bidang desain pembelajaran. Produk yang berupa bahan ajar buku atau cetak yang dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran sinektik berbantuan media gambar yang diuji adalah pendekatan, metode, strategi, teknik dan taktik. Hasil validasi dari ahli desain menjadi dasar untuk melakukan revisi atau perbaikan.

Validasi ahli materi atau isi dalam hal ini adalah validator yang berkompeten dalam bidang katekese atau pengajaran agama katolik yang merupakan seorang yang ahli dalam bidang Teologi yakni seorang pastor. Pada tahapan ini validator dalam hal ini ahli materi menguji secara khusus pada isi dari bahan ajar yang dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran sinektik berbantuan media gambar. Hasil validasi dari ahli desain akan menjadi dasar untuk melakukan revisi atau perbaikan.

Jenis data

Pengembangan bahan ajar dengan menggunakan strategi pembelajaran sinektik berbantuan media gambar membutuhkan dua jenis data yakni data kuantitatif dan data kualitatif.

Data kuantitatif, berupa informasi yang diperoleh dari lembar validasi, dan angket yang sebelumnya dirubah berupa angka yang diperoleh dari hasil skor atau presentase, instrumen yang diberikan oleh ahli media, desain dan ahli isi materi serta istrumen yang diisi oleh peserta didik dan guru agama katolik.

Data kualitatif, dihimpun oleh peneliti dari ahli media, ahli materi dan isi serta para guru melalui wawancara, tanggapan, kesan dan saran terkait bahan ajar yang dikembangkan. Selain data kualitatif yang berasal dari ahli media, ahli desain, ahli materi atau isi serta para guru, data kualitatif juga berasal dari peserta didik yang berupa data pelengkap yang diperlukan untuk mengetahui tanggapan mereka berkaitan dengan kegiatan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dengan menggunakan bahan ajar yang dikembangkang dengan menggunakan model pembelajaran sinektik berbantuan media gambar.

Instrumen Pengumpulan Data

Penelitian dan pengemabangan bahan ajar menggunakan model pembelajaran sinektikberbantuan media gambar ini terdiri dari beberapa medote sebagai berikut:

Angket, digunakan peneliti untuk mengambil data dengan menggunakan sejumlah pertanyaan tertulis untuk mendapatkan informasi dari responden mengenai produk yang dikembangkan. Responden yang diperlukan untuk mengisi angket terdiri dari: (a) Ahli media ahli desain dan ahli materi atau isi, untuk mengetahui dan mengukkur tanggapan tentang bahan ajar yang dikembangkan (b) guru, untuk mengetahui perubahan yang dialami selama guru menggunakan bahan ajar dengan menggunakan model pembelajaran sinektik berbantuan media gambar. Jenis angket yang digunakan merupakan jenis angket tertutup.

Lembar validasi, dirancang sesuai dengan apa yang mau divalidasi yang terdiri dari; (a) lembaran validasi desain bahan ajar, (b) lembaran validasi media model pembelajaran sinektik berbantuan gambar (c) lembaran validasi ahli materi atau isi (d) lembaran validasi dari angket yang digunakan untuk mengetahui tanggapan guru tentang produk yang dikembangkan tersebut.

Teknik Analisa Data

Analisis Deskriptif Kuantitatif

Analisi ini digunakan untuk mengolah serta menganalisis skor yang terkumpul melalui lembaran validasi sedangkan data berupa angka dari angket akan dianalisis dengan menggunakan rumus presentase menurut Arikunto (2009) sebagai berikut.

Analisis Uji Kelayakan Produk

Rumus untuk mengolah data tunggal per item :

P = x/xi x 100%

Keterangan:

P: Presentase (%)

x : Jumlah skor jawaban seluruh responden dalam satu item

xi : Jumlah skor ideal dalam satu item

i : Nomor soal

100% : konstanta

Rumus untuk mengelolah data secara keseluruhan

P = (∑▒x)/(∑▒xi) x 100%

  Keterangan

P: Presentase

∑▒x : Jumlah keseluruhan jawaban responden dalam satu butir soal

∑▒xi : Jumlah keseluruhan skor ideal tiap satu butir soal

100% : Presentase

Sebagai dasar pengambilan keputusan untuk merevisi bahan ajar maka digunakan kualifikasi penilaian berdasarkan pendapat Arikunto (2009) sebagai berikut.

Tabel 4. Kriteria Validitas Analisis Presentase

Presentase    (%)          Tingkat kelayakan       Keterangan

76 % - 100 %  Valid   Sangat layak/tidak perlu direvisi

51 % - 75 %    Cukup valid    Cukup layak/tidak perlu direvisi

26 % - 50 %    Kurang valid   Kurang layak / revisi sebagian

< 26 % Tidak valid      Tidak layak / revisi total

Bahan ajar yang desain berbasis strategi sinektik berbantuan media gambar dapat dikatakan valid dan layak serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan. Apabila hasil analisis data dari respoden mencapai presentase minimal 51 % - 75% pada kriteria cukup valid dan cukup layak serta tidak perlu diakan perbaikan atau revisi.

Analisis Uji Hasil Belajar

Analisis data pre-test dan post-test

Pengolahan data pre-test dan post-test dalam penelitian ini adalah dengan menghitung perbandingan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar yang desain berbasis strategi sinektik berbantuan media gambar dalam proses  pembelajaran. Perbandingan ini ditentukan dengan acuan Standar Ketuntasan Minimum (KKM) mata pelajaran agama katolik di sekolah SD YPPK Santo Tarsisius Biakuk Merauke yaitu 65.

Adapun pengolahan datanya ditentukan sebagai berikut:

1)Pengolahan data sebelum menggunakan bahan ajar berbasis strategi sinektik berbantuan media gambar:

(a) Menentukan SKM (Standar Ketuntasan Minimum), yaitu ≥ 65.

(b) Menghitung jumlah peserta didik yang memenuhi KKM (%).

Keterangan:

P        = Persentase

ΣX     = Jumlah keseluruhan peserta didik yang memenuhi KKM

ΣXi    = Jumlah keselurahan peserta didik

100%  = Konstanta

2) Pengolahan data menggunakan bahan ajar berbasis strategi sinektik:

(a) Menentukan SKM, yaitu ≥ 65

(b) Menghitung jumlah siswa yang memenuhi KKM

Keterangan:

P          = persentase

ΣX       = jumlah keseluruhan peserta didik yang memenuhi KKM

ΣXi      = jumlah keselurahan peserta didik

100%   = konstanta

3) Menghitung tingkat persentase peningkatan hasil belajar.

Keterangan:

P          = persentase

Σd        = jumlah total kenaikan nilai hasil tes

ΣNi      = jumlah total nilai ideal keseluruhan peserta didik

100%   = konstanta

Bahan ajar berbasis strategi sinektik berbantuan media gambar pada pembelajaran agama katolik dikatakan efektif jika ada peningkatan hasil belajar yang signifikan antara sebelum penggunaan bahan  berbasis strategi sinektik berbantuan media gambar dengan sesudah penggunaan bahan ajar tersebut, serta persentase jumlah peserta didik yang memenuhi KKM setelah penggunaan bahan ajar yang dikembangkan pembelajaran meningkat daripada sebelum penggunaan belajar menggunakan bahan ajar tersebut dalam pembelajaran.

Produk bahan ajar yang dikembangkan dikatakan tidak efektif, jika tidak ada peningkatan hasil belajar, serta persentase jumlah peserta didik yang memenuhi KKM setelah penggunaan menggunakan produk bahan ajar tidak meningkat, berkurang ataupun sama dengan sebelum penggunaan bahan ajar yang dikembangkan tersebut.

HASIL PENELITIAN

Produk bahan ajar yang dikembangkan tersebut sudah termasuk bahan ajar, buku pegangan peserta didik dan buku panduan untuk guru.Produk bahan ajar yang dikembangkan menggunakan model sinektik berbantuan media gambar ini dinilai dalam validasi berdasarkan beberapa kriteria di antaranya adalah kualitas isi, keterpaduan tujuan pembelajaran, timbal balik dan motivasi. Berikut adalah uraian hasil penelitian berdasarkan validasi para ahli dan uji coba:

Berdasarkan hasil validasi ahli materi, segi isi materi produk bahan ajar cukup valid/ layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan nilai 70,5%, buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak 77,5% dan buku panduan guru dikatakan valid dan sangat layak membantu pendidik dalam mengelolah pembelajaran dengan nilai 89%.

Hasil validasi ahli media dapat disimpulkan bahwa dari segi media pembelajaran produk bahan ajar sangat valid/ sangat layak digunakan dengan validitas nilai 98,5%, buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak 98,5% dan buku panduan guru dikatakan valid dan sangat layak dengan nilai 100%.

Hasil validasi ahli desain menunjukkan bahwa dari segi desain, produk bahan ajar cukup valid/ cukup layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan nilai validitas 72%, buku pegangan peserta didik cukup valid dan cukup layak 60% dan buku panduan guru dikatakan valid dan sangat layak membantu pendidik dalam mengelolah pembelajaran dengan tingkat validitas 80%.

Berdasarkan hasil uji coba guru bidang studi sangat layak nilai validitas 80%, buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak dengan tingkat validitas 80% dan buku panduan guru dikatakan valid dan sangat layak membantu pendidik dalam mengelolah pembelajaran dengan tingkat validitas 85%.

Berdasarkan hasil uji coba perorangan menunjukkan bahwa produk buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak dengan tingkat validitas 92%, uji coba kelompok kecil menunjukkan bahwa produk buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak digunakan dengan tingkat validitas 95,3% dan hasil yang diperoleh dari uji lapangan menunjukkan bahwa produk buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak dengan tingkat validitas 98% dipergunakan dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan perolehan hasil belajar peserta didik secara keseluruhan produk bahan ajar yang didesain menggunakan model sinektik berbantuan gambar pada pembelajaran agama katolik ini, mengalami peningkatan pada uji coba perorangan 16,25%, uji coba kelompok kecil 12% dan uji coba lapangan meingkat sebesar 16, 25% sehingga dapat dikatakan bahwa produk tersebut efektif digunakan dalam proses pembelajaran.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Bahan ajar menggunakan model sinektik berbantuan media gambar pada bidang studi peendidikan agama katolik kelas V SD ini, diproduksi dan dikembangkan berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditentukan ssesuai dengan kurikulum. Bahan ajar ini didesain dengan model sinektik berbantuan media gambar untuk menarik perhatian, memotivasi serta merangsang minat pembelajar sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif dan efesien.  Hasil dari pengembangan ini berupa buku bahan ajar dan buku pegangan peserta didik serta buku panduan guru. Buku bahan ajar dan peserta didik dikembangkan menggunakan model sinektik dengan strategi analogi personal berbantuan media gambar pada tema memahami pedoman hidup dari Allah yang disampaikan melalui tokoh-tokoh dalam Kitab Suci dalam upaya mengembangkan relasi dengan sesama; orangtua dan lingkungan sekitarnya serta berusaha mengembangkan hidup doa mereka.

Produk bahan ajar ini didesain sedemikian rupa agar dengan media gambar, menarik perhatian peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran dan model sinektik strategi personal menunjuk pada diri sendiri mengajak pebelajar untuk merenung sejenak masuk ke dalam diri sendiri sehingga menggugah aspek afeksi dan kognisi serta psikomotorik dalam menunjukkan perilaku hidup sehari-hari.

Produk bahan ajar ini divalidasikan pada ahli materi/isi, ahli media dan ahli desain dan selain itu juga di uji cobakan pada guru bidang studi dan para seserta didik pada uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan, memperoleh hasil yang baik dan dinyatakan valid dan layak untuk dipergunakan serta efektif dalam membantu pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran.  Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil yang didapat setelah dilakukan kegiatan uji coba. Berdasarkan hasil pengembangan bahan ajar menggunakan model sinektik berbantuan media gambar pembelajaran pada mata pelajaran agama katolik di SD YPPK Santo Tarsius Biankuk Merauke, maka pengembang membuat kesimpulan sebagai berikut:

Berdasarkan hasil validasi ahli materi dapat disimpulkan bahwa dari segi isi materi produk bahan ajar cukup valid/ layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan nilai 70,5%, buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak 77,5% dan buku panduan guru dikatakan valid dan sangat layak membantu pendidik dalam mengelolah pembelajaran dengan nilai 89%. 

Berdasarkan hasil validasi ahli media dapat disimpulkan bahwa dari segi media pembelajaran produk bahan ajar sangat valid/ sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan nilai 98,5%, buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak 98,5% dan buku panduan guru dikatakan valid dan sangat layak membantu pendidik dalam mengelolah pembelajaran dengan nilai 100%. 

Berdasarkan hasil validasi ahli desain dapat disimpulkan bahwa dari segi desain pembelajaran produk bahan ajar cukup valid/ cukup layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan nilai validitas 72%, buku pegangan peserta didik cukup valid dan cukup layak 60% dan buku panduan guru dikatakan valid dan sangat layak membantu pendidik dalam mengelolah pembelajaran dengan tingkat validitas 80%. 

Berdasarkan hasil uji coba guru bidang studi dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar dikatakan valid dan sanagt layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan nilai validitas 80%, buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak dengan tingkat validitas 80% dan buku panduan guru dikatakan valid dan sangat layak membantu pendidik dalam mengelolah pembelajaran dengan tingkat validitas 85%. 

Berdasarkan hasil uji coba perorangan kepada 4 orang peserta didik dapat disimpulkan bahwa produk buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak dengan tingkat validitas 92%, uji coba kelompok kecil 8 orang peserta didik dapat disimpulkan bahwa produk buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak digunakan dengan tingkat validitas 95,3% dan hasil yang diperoleh dari uji lapangan yang diuji cobakan kepada 12 orang peserta didik dapat disimpulkan bahwa produk buku pegangan peserta didik valid dan sangat layak dengan tingkat validitas 98% dipergunakan dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan perolehan hasil belajar peserta didik secara keseluruhan produk bahan ajar yang didesain menggunakan model sinektik berbantuan gambar pada pembelajaran agama katolik ini, mengalami peningkatan pada uji coba perorangan 16,25%, uji coba kelompok kecil 12% dan uji coba lapangan meingkat sebesar 16, 25% sehingga dapat dikatakan bahwa produk tersebut efektif digunakan dalam proses pembelajaran.

Produk pengembangan bahan ajar ini berdasarkan sistematika pengembangannya, melalui langkah-langkah sebagai berikut: (1) identifikasi tujuan, tahap awal model ini adalah menentukan apa yang diinginkan agar peserta didik dapat melakukannya ketika mereka telah menyelesaikan program pengajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran dengan analisis pembelajaran dengan maksud agar dapat mengetahui keterampila-keterampilan bawahan yang akan dimiliki oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran, (3) mengidentifikasi tingkah laku dan karakteristik peserta Didik, (4) memasukan tujuan pembelajaran khusus, (5) mengembangkan instrumen penilaian, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, (8) mendesain dan melakukan evaluasi formatif, (9) merevisi produk pembelajaran.

Keterbatasan dari bahan ajar yang dikembang ini, adalah memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam hal penyampaian pesan pembelajaran sehingga memerlukan kreaktivitas dari pendidik untuk menjelaskannya.

Saran

Berdasarkan hasil pengembangan bahan ajar menggunakan model sinektik berbantuan media gambar mata pelajaran agama katolik, maka pengembang dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut:

Saran Pemanfaatan

Disarankan untuk pemanfaatan bahan ajar ini, pendidikharus mampu menuntun peserta didik dengan sebaik mungkin agar pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh pebelajar.

Diseminasi

Disarankan bagi pendidik, adanya bahan ajar dengan model sinektik berbantuan media gambar pada pembelajaran agama katolik untuk kelas IV semeseter 2 tingkat SD ini, agar dijadikan sebagai bahan ajar yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar yang menarik dan menyenangkan.

Saran Pengembangan Produk Lebih Lanjut

Disarankan untuk pengembangan selanjutnya, diharapkan produk bahan ajar ini bukan hanya untuk semester 2 pada mata pelajaran agama katolik namun untuk semua kelas dan semua mata pelajaran, dengan maksud agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara maksimal, efektif, efisien, menarik dan menyenangkan.

 

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, S. 2003. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Dahlan, M. D. 1990. Model-model Mengajar.

Bandung: Diponegoro

Daryanto. 2012. Media Pembelajaran.

Bandung: Satu Nusa

Dick, W. Carey, L &Carey, J. O .2009. The

Systematic Design of Instructional.

7 thEdition. New Jersey: Person