DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pendidikan Matematika Realistik untuk Memahamkan Konsep Pecahan Pada Siswa kelas IV SDN Sumberejo 03 Kabupaten Malang.

Wahyu Eko Permadi

Abstrak


ABSTRACT

 

Eko Permadi, Wahyu. 2016. Penerapan Pendidikan Matematika Realistik untuk Memahamkan Konsep Pecahan Pada Siswa kelas IV SDN Sumberejo 03 Kabupaten Malang. Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A dan (II) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd

Kata Kunci : Pendidikan Matematika Realistik, pemahaman konsep pecahan

Pembelajaran matematika tidak hanya dengan menghafal sebuah rumus tetapi harus memahami sebuah konsep matematika. Pembelajaran matematika juga harus memberikan motivasi siswa untuk senang belajar. Berdasarkan hasil observasi di kelas IV SDN Sumberejo 03 beberapa siswa masih belum memahami konsep matematika hal ini ditunjukkan  pada pemahaman siswa pada konsep pecahan masih bersifat simbolik. Rendahnya pemahaman konsep siswa disebabkan karena cara mengajar guru yang belum mengarahkan siswa untuk memahami konsep tetapi menghafal apa yang dijelaskan guru. Lalu guru juga belum bisa membuat siswa aktif dalam menemukan konsep matematika. Untuk itu guru mengubah cara mengajarnya dengan menerapkan pendidikan matematika realistik dengan tujuan siswa bisa aktif dalam menemukan konsep dengan memanfaatkan dunia nyata dan pengalamannya.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengembangkan sebuah proses kegiatan pembelajaran dengan langkah-langkah yang sesuai dengan pendidikan matematika realistik sehingga dapat memahamkan konsep pecahan pada siswa kelas IV SDN Sumberejo 03 dengan jumlah 21 siswa. Kegiatan penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki hasil belajar siswa kelas IV SDN Sumberejo 03.

Langkah-langkah penerepan pendidikan matematika realistik terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) tahap awal yaitu mengajukan konteks kepada siswa, (2) tahap inti terdiri dari kegiatan: memahami masalah konstektual, menyelesaikan masalah konstektual lalu mendiskusikanya dan (3) tahap akhir yaitu menyimpulkan. Berdasarkan hasil penelitian ditunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus yang kedua secara klasikal sudah mecapai 90,2%. Aktifitas siswa juga sudah mencapai kategori baik. Pada kegiatan wawancara juga dapat dinyatakan bahwa siswa juga sudah memahami konsep pecahan dengan penjelasan dari siswa tentang cara penyelesaian masalah yang tersaji. Berdasarkan hal tersebut berarti penerapan pendidikan matematika realistik dapat memahamkan konsep pecahan pada siswa kelas IV SDN Sumberejo 03 kabupaten Malang.