DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN E-MODULE IPS DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS VII SMPK MATER DEI PROBOLINGGO

Rabiatun Adwiah

Abstrak


ABSTRAK

PENGEMBANGAN E-MODULE IPS DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS VII

SMPK MATER DEI PROBOLINGGO

Rabiatun Adwiah1, Punaji Setyosari2, Sulton3

Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana-Universitas Negeri Malang

Email: rabiatunadwi@gmail.com

Abstract:         The utilization of learning resources is the key of the rise of linstructional activities in schools. Generally, school only using the teacher as the main resource of learning. The more appropriate the learning resource , the more easy and rich the students’ knowledge.The purpose of this research and development are :1) to produce e-module of integrated social sciences for VII grade students’ of  SMPK Mater Dei Probolinggo by using contextual approach ; 2) to know the learning outcomes in social science subject at the VII grade students’ of  SMPK Mater Dei that learned by using e-module of integrated social sciences. The model of develoment uses in this research is Lee & Owen Model. Based on the results of validation and test it could be concluded that the e-module developed valid and fit for use in learning and can improve student learning outcomes in social studies integrated.

Keywords:Development, E-module, integrated social sciences, Contextual

Abstrak: Pemanfaatan sumber belajar menjadi salah satu kunci dari berkembangnya kegiatan pembelajaran di suatu sekolah. Pada umumnya, sekolah hanya memanfaatkan guru sebagai sumber belajar utama.Apabila sumber belajar dipilih secara benar dan tepat, akan mempermudah dan memperkaya pengetahuan siswa. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah (1) Menghasilkan produk bahan ajar berupa e-moduel IPS terpadu dengan pendekatan kontekstual untuk siswa kelas VII SMPK Mater Dei Probolinggo yang layak digunakan (2) mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII SMPK Mater Dei Probolinggo menggunakan  e-moduel IPS terpadu dengan pendekatan kontekstual. Model pengembangan digunakan adalah model pengembangan Lee & Owens.Berdasarkan hasil validasi dan uji coba maka diperoleh kesimpulan  bahwae-module yang dikembangkan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada  mata pelajaran IPS terpadu

Kata kunci: Pengembangan, E-module, IPS Terpadu, kontekstual

Pemanfaatan sumber belajar menjadi salah satu kunci dari berkembangnya kegiatan pembelajaran di suatu sekolah. Pada umumnya, sekolah hanya memanfaatkan guru sebagai sumber belajar utama, padahal kita mengetahuibahwa sumber belajar  meliputi pesan, orang, software, hardware, danmaterial. (AECT : 1994). Dengan kata lain, tidak hanya guru.

Mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) sebagai mata pelajaran yang wajib ditempuh oleh siswa, merupakan mata pelajaran yang disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu sebagaimana yang tertuang dalam permendiknas no 22 tahun 2006. Melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. Namun kenyataanya bahwa pembelajaran IPS masih dilaksanakan secara terpisah. Pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar masih dilakukan sesuai dengan bidang kajian masing-masing tanpa ada keterpaduan di dalamnya.

Keberagaman sumber belajar yang ada tidak menjamin keberagaman sumber belajar yang digunakan oleh guru. Apabila sumber belajar dipilih secara benar dan tepat, akan mempermudah dan memperkaya pengetahuan siswa. Jadi tidak  hanya fokus pada satu sumber belajar saja. Hampir sebagian sekolah saat ini, masih banyak yang menggunakan buku cetak untuk pembelajaran IPS. Sebenarnya banyak sumber belajar yang bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh guru untuk menunjang pembelajaran IPS, serta menambah pengetahuan dan wawasan siswa. Sumber belajar itu bisa berupa lingkungan, dan sumber-sumber dari media cetak maupun non cetak (elektronik).

Begitu pula yang terjadi  di SMPK Mater Dei Probolinggo. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPS kelas VII di SMPK Mater Dei Probolinggo pada tanggal 6 september 2015, ada beberapa permasalahan yang ditemukan diantaranya : (1) Bahan ajar yang digunakan oleh guru masih berupa buku teks yang berasal dari berbagai penerbit sehingga konten materinya bervariasi. (2) Buku yang digunakan oleh guru masih belum mengacu pada IPS terpadu, masih terpisah-pisah dalam bidang studi geografi, sejarah, ekonomi dan sosiologi sehingga aspek keterpaduan belum ada. (3) Pelaksanaan pembelajaran IPS terpadu disekolah masih terpisah dalam bidang studi geografi, sejarah, ekonomi dan sosiologi sehingga dalam pembelajaran IPS banyak memuat teori dan konsep, hal ini menyulitkan siswa dalam menyerap materi yang disampaikan oleh guru,  (4) Metode yang digunakan dalam pembelajaran masih berlangsung secara konvensional menggunakan metode ceramah dan tanya jawab sehingga siswa kurang termotivasi dalam pembelajaran IPS  (5) Guru belum memaksimalkan pemanfaatan media elektronik yang telah tersedia disekolah.

Berdasarkan permasalahan diatas maka salah satu upaya untuk memecahkan masalah belajar siswa dan membantu guru dalam proses pembelajaran yaitu dengan cara mengembangkan  media pembelajaran yang bisa membelajarkan siswa secara mandiri. Salah satu media pembelajaran yang akan dikembangkan adalah modul. Menurut Widodo dan Jasmandi (2008) modul adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan dan cara mengevaluasi yang di desain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan  yang diharapkan.Andi Prastowo (2012:106) mengatakan modul merupakan sebuah bahan ajar yang disusun secarasistematis dengan bahasa yang mudah dipahami siswa, agar mereka dapatbelajar secara mandiri dengan bantuan dan bimbingan dari guru.

Modul pembelajaran terpadu dikemas dengan tema atau topik tertentu. Modul pembelajaran terpadu dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran IPS terpadu, selain itu juga dapat digunakan oleh siswa untuk belajar mandiri.  Dengan pembelajaran IPS terpaduberbasis tema inisiswa akan memperoleh sendiri pengalamannya, karena temayang digunakan merupakan unsur yang diambil dari lingkungan mereka.

Dengan memanfaatkan sarana teknologi yang tersedia di sekolah  SMPK Mater Dei maka modul yang akan dikembangkan dalam media pembelajaran berbasis komputer berupa modul elektronik dengan pendekatan kontekstual. Penyajian modul dalam bentuk elektronik ini tentunya akan menjadi lebih menarik dan memberikan berbagai kemudahan bagi siswa maupun guru karena didalam e-module ini akan berisikan gambar, animasi, audio dan video sehingga dirasa mampu menjelaskan materi yang bersifat abstrak dan sulit untuk dipahami. E-module ini dikemas dalam bentuk kepingan Compact Disk (CD) / Digital Versatile Disk (DVD) sehingga media pembelajaran ini perlu didukung oleh PC (Personal Computer) atau laptop.

Sehubungan dengan permasalahan diatas maka pengembang tertarik untuk mengembangkan e-module  IPS terpadu dengan pendekatan kontekstual. Pengembangan e-module ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPS dan dapat menjadi salah satu sumber belajar bagi guru dan siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII di SMPK Mater Dei Probolinggo.

Pengembangan e-module IPS terpadu dengan pendekatan kontekstual ini menggunakan model keterpaduan connected. Keterpaduan connected atau biasa disebut correlated merupakan keterpaduan yang berangkat dari suatu KD/materi atau masalah kemudian dicari hubungan dengan KD/materi/aspek yang lain. Pembelajaran terpadu model connected  dilakukan dengan mengaitkan satu KD atau satu pokok bahasan dengan KD atau pokok bahasan yang lain atau mengaitkan satu konsep dengan konsep lain. Kelebihan model ini adalah permasalahan hanya dari satu bidang kajian, pembelajaran dapat mengikuti KD-KD dalam SI.

METODE

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development), sehingga model yang tepat untuk digunakan adalah model pengembangan Lee & Owens. Model ini dipilih berdasarkan pertimbangan yaitu : 1) Langkah-langkah dalam model ini memiliki alur yang lengkap mulai dari tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan dan implementasi, dan tahap evaluasi., 2) Dalam model ini terdapat komponen analisis yang kompleks yaitu analisis front-end, 3) Model Lee dan Owen dirancang untuk pengembangan berbasis Multimedia Based Instructional Design.

Dalam sistematika pengembangannya, model pengembangan Lee & Owens memilikilima tahapan. Adapun tahap-tahap tersebut yaitu (1) Assessment/analisis yang terdiri dari dua bagian utama yaitu Analisis kebutuhan dan analisis Front-end (2) Desain (3) Pengembangan dan (4) Implementasi (5) Evaluasi.

Adapun yang menjadi subyek uji coba adalah satu orang ahli media, satu orang ahli materi dan siswa SMPK Mater Dei Probolinggo dengan desain uji coba perseorangan sebanyak 3 orang siswa, kelompok kecil sebanyak 6 orang siswa dan uji coba lapangan sebanyak 28 orang siswa. Jenis data dalam penelitian pengembangan ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif.Data kualitatif adalah data tanggapan dari ahli media, ahli materi dan siswa tentang produk yang dihasilkan, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari angket dan hasil belajar.Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data pengembangan e-module ini berbentuk angket dan hasil belajar.

Tabel 3.1 Kualifikasi Skala Penilaian Angket Validasi

Skala Penilain

4          3          2          1

Sesuai  Cukup sesuai   Kurang sesuai  Tidak Sesuai

Jelas     Cukup Jelas     Kurang jelas    Kurang Sesuai

Menarik           Cukup menarik            Kurang menarik          Kurang Menarik

Mudah Cukup Mudah Kurang Mudah            Kurang Mudah

Tepat   Cukup Tepat   Kurang Tepat  Kurang Tepat

(Riduwan, 2012)

Analisis data kuantitatif dari angket penilaian yang diberikan kepada ahli isi ahli media. Perhitungan angket penilaian tersebut digunakan untuk merevisi produk  yang akan dikembangkan. Akan dioleh dengan menggunakan rumus :

P=(⅀x)/(⅀xi) x100%

Untuk mengambil keputusan tingkat kualifikasi e-module, digunakan kriteria interpretasi sebagai berikut:

Tabel 3.2 Kriteria Interpretasi Data

Kategori          Rentangan Persentase Kualifikasi       Keputusan

A         80 - 100           Valid   Layak

B         60 - 79 Cukup Valid   Layak + Revisi Kecil

C         40 - 59 Kurang Valid  Layak + Revisi Besar

D         <40      Tidak Valid     Tidak Layak

(Sumber : Hariyanto, 2004: 1002)

Untuk menganilisis tingkat keefktifan dan hasil belajar, maka digunakan rumus :

P=(jumlah siswa yang mencapai KKM)/(Jumlah siswa keseluruhan) x100%

 

Tabel 3.3 Kriteria Tingkat Keberhasilan

kategori           Rentangan persentase Kualifikasi

A         80-100 Efektif

B         60-79   Cukup efektif

C         40-59   Kurang efektif

D         <40      Tidak efektif

(Sumber : Arikunto : 2010)

HASIL

Media pembelajaran yang dikembangkan adalah e-module.E-module  ini dipersiapkan untuk siswa kelas VII semester 2. E-module pembelajaran ini telah divalidasi dan diuji cibakan kepada siswa.Data yang diperoleh yaitu data kualitatif dan kuantitatif.dimana data kualitatif diperoleh dari hasil komentar dan saran dari validator ahli dan responden. Komentar dan saran tersebut akan dijadikan pertimbangan untuk merivisi produk. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil penilaian validator, yaitu ahli media, ahli materi dan siswa dengan skala penilaian 4-1.Serta penilaian dari hasil belajar siswa.

Hasil dari presentase selanjutnya akan dikonversikan dengan menggunakan tabel kualifikasi penilaian tingkat kelayakan produk pengembangan, yang mengacu pada tabel krteria interpretasi data.

Tabel 3.4 Data Validasi Ahli Media

No       Aspek yang dinilai      Skala Penilaian

                        1          2          3          4

Cover

1          Kemenarikan cover                             √         

2          Kesesuaian cover dengan tema dan isi modul                                    √         

3          Keseimbangan ukuran huruf, tata letak dan gambar pada cover                                √         

4          Keserasian komposisi warna pada cover                                 √         

5          Kemenarikan penggunaan gambar pada cover                                   √         

Petunjuk penggunaan

6          Kejelasan petunjuk penggunaan                                             √

7          Keruntutan penyajian petunjuk penggunaan                                      √

8          Kelengkapan petunjuk penggunaan                            √         

9          Petunjuk penggunaan yang mudah dipahami                         √         

Desain media

10        Kesesuain media dengan tujuan pembelajaran                                               √

11        Kesesuaian media dengan karakteristik siswa                                                √

12        Kesesuain media dengan lingkungan belajar                                      √

13        Kemudahan dalam penggunaan menu navigasi                                  √         

14        Kemampuan media dalam mengembangkan motivasi siswa                                      √

15        Kemampuan media dalam menarik perhatian siswa                                       √

16        Kemampuan media untuk mengulang apa yang dipelajari                                         √

            Jumlah                         24        32

            Rata-rata         56/64 x100%

= 87,5%

. Nilai 87,5% di dalam tabel konversi kelayakan menunjukkan bahwa e-module berada pada kualifikasi sangat baik. Sesuai dengan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa e-module yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan layak digunakan dalam pembelajaran di kelas.

Tabel 3.5 Data Validasi Ahli Materi

No       Aspek Yang Dinilai    Skala Penilaian

                        1          2          3          4

Cover 

1          Bahasa yang digunakan mudah dipahami                              √         

2          Gambar yang digunakan dalam cover sesuai dengan tema                            √         

Indikator hasil belajar

3          Kesesuaian indikator terhadap kompetensi dasar                                           √

4          Kejelasan rumusan indikator hasil belajar sebagai pedoman materi                                       √

5          Bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan dipahami.                            √         

Relevansi

6          Materi relevan dengan kompetensi yang harus dikuasai siswa                                               √

7          Tugas, latihan dan soal-soal relevan dengan kompetensi yang harus dikuasai siswa                         √         

8          Jumlah ilustrasi, latihan, tugas dan soal cukup                                   √         

Keakuratan

9          Kesesuaian materi dengan kebenaran keilmuan                                  √         

10        Penyajian materi sesuai dengan kehidupan sehari-hari                                               √

Kelayakan Isi

11        Kesesuaian materi dengan SK dan KD                                              √

12        Materi yang disajikan sesuai dengan tujuan pembelajaran                                         √

13        Pemetaan materi berdasarkan KD                              √         

14        Sistematika materi sudah sesuai                                              √

15        Materi yang disusun cukup jelas.                                √         

16        Kebenaran konsep dalam materi                                 √         

17        Contoh yang disajikan sudah sesuai                           √         

18        Materi merangsang siswa berpikir kritis                                  √         

19        Materi dapat memberikan motivasi belajar                                         √

20        Materi dapat digunakan siswa dalam belajar mandiri                         √         

21        Materi yang disajikan menarik bagi siswa                                          √

Penyajian isi

22        Materi yang disajikan sesuai dengan standar isi dan kompetensi dasar                                             √

23        Keruntutan isi/uraian materi                            √         

24        Materi mudah dipahami                                              √

25        Penyajian  materi IPS secara terpadu (penggabungan materi geografi, ekonomi, sejarah dan sosiologi)                               √         

26        Materi yang disajikan dapat memotivasi siswa untuk belajar mandiri                                    √         

27        Materi yang disajikan dan kegiatan siswa menggunakan pendekatan kontekstual.                                       √

28        kegiatan-kegiatan yang disajikan sesuai dengan materi                                              √

29        Kesesuain contoh soal dan latihan dengan materi                              √         

30        Kesesuaian gambar dengan materi                              √         

32        Kemudahan kegiatan untuk dilakukan siswa                         √         

Bahasa

32        Kejelasan bahasa dalam materi.                                  √         

33        Bahasa yang digunakan komunikatif                          √         

34        Kesesuaian dengan kaidah bahasa indonesia                          √         

Soal evaluasi

35        Kemudahan bahasa soal untuk mudah dipahami                                            √

36        Keseimbangan proporsi soal latihan/tes dengan isi materi                              √         

37        Kesesuaian tugas/latihan/soal dengan tingkat kognitif siswa.                                    √         

Jumlah                         69        56

Rata-rata         125/148 x100%=84,45 %

Nilai 84,45% di dalam tabel konversi kelayakan menunjukkan bahwa e-module berada pada kualifikasi sangat baik. Sesuai dengan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa e-module yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan layak digunakan dalam pembelajaran di kelas.

Tabel 3.6 Data Angket Uji Coba Perorangan

No       Aspek yang dinilai      Nilai

1          Desain media

                        Petunjuk penggunaan e-module mudah dipahami      10

                        Tampilan desain dan warna yang disajikan serasi dan menarik          9

                        Gambar dan video yang disajikan mudah dipahami   9

                        Kemudahan dalam penggunaan e-module      9

                        Kemudahan dalam penggunaan menu navigasi          8

                        Daya tarik gambar dalam media pembelajaran           10

2          Bahasa

                        Bahasa yang digunakan mudah dipahami      12

                        Bahasa yang digunakan komunikatif 11

                        Struktur kalimat dalam e-module jelas dan sederhana           12

3          Penyajian materi

                        Penyajian materi dalam e-module jelas dan runtut sehingga mudah dipahami          10

                        Materi dan masalah yang disajikan didalam e-module sesuai dengan kehidupan sehari-hari            10

                        Materi yang disajikan dapat memotivasi siswa untuk belajar mandiri            10

                        Kegiatan-kegiatan yang disajikan sesuai dengan materi         11

                        Kemudahan kegiatan untuk dilakukan siswa 10

                        Jumlah ilustrasi, latihan, tugas dan soal cukup           10

                        Kemenarikan materi    10

4          Tugas/evaluasi/latihan

                        Kejelasan petunjuk pengerjaan soal latihan/tes           11

                        Runtutan soal yang disajikan  12

                        Keseimbangan proporsi soal latihan/tes dengan isi materi      11

                        Tingkat kesulitan soal/tes        8

3          Manfaat