DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN E-MODULE BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING MATA PELAJARAN KIMIA UNTUK SISWA KELAS X SMA NEGERI 8 MALANG

Arvi Sekar Farenta

Abstrak


ABSTRAK

PENGEMBANGAN E-MODULE BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING MATA PELAJARAN KIMIA UNTUK SISWA KELAS X

SMA NEGERI 8 MALANG

Arvi Sekar Farenta

Sulton

Punaji Setyosari

Program Studi TEP Pascasarjana UM, Email: farentaas@gmail.com

Pembimbing, Jurusan TEP FIP UM, Jl. Semarang 5 Malang 65145,

Email: pascasarjana@um.ac.id 

ABSTRACT: Developing an E-Module of Problem Based Learning, Chemistry for The 11th Grader of SMA Negeri 8 Malang. This development aims to produce a media by validation proccess which is used effectively on learning. Method used by Lee & Owens (2004) is assessment/ analysis; design; development; implementation; and evaluation. The result of  research shows that the media of learning is valid and it is used effectively on learning.

Key Words: Developing, E-Module, Chemistry, Problem Based Learning

ABSTRAK: Pengembangan E-Module berbasis Problem Based Learning Mata Pelajaran Kimia untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran yang valid, sehingga dapat mengefektifkan pembelajaran. Metode yang digunakan model Lee & Owens (2004) yaitu: assessment/ analysis; design; development; implementation; dan evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran valid dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran.

Kata kunci: Pengembangan, E-Module, Kimia, Problem Based Learning

Peraturan menteri pendidikan Nomor 69 Tahun 2013 tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA), telah menetapkan kurikulum pengganti KTSP yaitu kurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014. Berdasarkan kurikulum 2013 tersebut struktur kurikulum Sekolah Menengah Atas(SMA), terdiri atas kelompok mata pelajaran wajib dan kelompok peminatan. Pilihan kelompok peminatan mata pelajaran tersebut yakni Matematika dan Ilmu Alam, Ilmu-Ilmu Sosial, dan Ilmu-ilmu Bahasa dan Budaya yang mana memberikan kesempatan siswa untuk belajar sesuai dengan minat mereka. 

       Di tingkat SMA pada kelompok peminatan MIPA, mata pelajaran khususnya kimia dipandang penting untuk diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri. Karakteristik konsep ilmu kimia yang merupakan salah satu ilmu pasti, berbeda dengan konsep ilmu lainnya. Tujuan mata pelajaran kimia salah satunya adalah menerapkan konsep-konsep kimia untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi (Kemendikbud, 2013). Untuk mewujudkannya sesuai dengan Permendikbud (2013) tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, kegiatan pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ranah pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh melalui pendekatan saintifik dan diperkuat dengan penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kompetensi dan karakteristik siswa.

       Menurut penelitian oleh Hariun (2003: 82) menyatakan bahwa sumber-sumber penyebab miskonsepsi siswa pada materi kesetimbangan kimia yang teridentifikasi pada umumnya berasal dari siswa karena pemahaman siswa yang tidak tepat pada materi ini baik yang terkait langsung dengan pengetahuan awal maupun karena beberapa kekurangan dalam penyajian materi pada buku paket ataupun buku-buku penunjang kimia SMA serta interaksi antara keduanya. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa permasalahan dalam mempelajari kimia yakni dari segi siswa yang banyak mengalami hambatan dalam menyadari mengelola kemampuan dirinya dalam memahami pembelajaran selain itu juga kurangnya inovasi guru dalam menyampaikan materi kimia melalui sumber-sumber belajar yang relevan. Inovasi tersebut bisa berupa penggunaan media pembelajaran, penggunaan model/metode pembelajaran, dan masih banyak hal lainnya.

       Pengembang menemukan beberapa permasalahan berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada tanggal 24 Oktober 2015 dengan Ibu Iswaning guru mata pelajaran Kimia kelas X SMA Negeri 8 Malang bahwa media yang digunakan selama ini dalam pembelajaran kimia adalah buku paket kurikulum 2013 dari pemerintah, lembar kerja siswa/ LKS dan handout yang disiapkan oleh guru, papan tulis, laptop, dan LCD. Kemampuan siswa dalam memahami buku paket serta LKS sangat bervariasi sehingga materi yang disampaikan oleh guru tidak ditangkap secara maksimal oleh siswa. Guru sudah menggunakan media dalam pembelajaran akan tetapi dari sisi kemenarikan dan kebaruan media yang selama ini belum mampu menjadikan mata pelajaran kimia menjadi lebih menarik. Selain itu media pembelajaran yang selama ini dimanfaatkan, belum dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk mempelajari materi terlebih dahulu sebelum guru menginstruksikan tergolong lemah padahal di SMA Negeri 8 Malang menggunakan sistem belajar menggunakan sks (sistem kredit semester) dimana dalam dua semester diharuskan menyelesaikan tiga paket belajar kimia, yakni kimia satu, dua, dan tiga namun. SMA Negeri 8 Malang telah mengimplementasikan kurikulum 2013, sehingga mengikuti silabus berdasarkan Permendikbud tahun 2013 menyebutkan tujuan pembelajaran kimia 3 kelas X semester 2 berawal dan bermaksud untuk pemecahan masalah serta pengembangannya dilakukan secara mandiri, efektif, dan kreatif.

       Menurut pengembang dengan menyesuaikan latar belakang permasalahan yang ada, perlu adanya usaha dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif salah satunya dengan mengembangkan e-module berbasis problem based learning (PBL) dalam pembelajaran kimia yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran. E-module berbasis problem based learning (PBL) ini dapat dipergunakan untuk belajar mandiri dengan bantuan atau bimbingan minimal guru. Pembelajaran dengan e-module memungkinkan siswa yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih kompetensi dasar dibandingkan dengan siswa lainnya (Prastowo, 2015:107). Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan mengenai keunggulan dari karakteristik e-module daripada media lain yang tepat dikembangkan pada materi pokok kesetimbangan kimia untuk siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang, karena karakteristik materi, dan karakteristik peserta didik sesuai serta sistem pembelajaran yang diterapkan di SMA Negeri 8 Malang.

       Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran e-module yang valid dan layak, sehingga dapat mengefektifkan pembelajaran kimia untuk siswa kelas X di SMA Negeri 8 Malang.

METODE

       Penelitian dan pengembangan media pembelajaran e-module mata pelajaran kimia untuk siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang  menggunakan model Lee & Owen. Adapun langkah-langkah tersebut yaitu: (1) assessment/ analysis; (2) design; (3) development; (4) implementation dan (5) evaluation. 

       Sasaran penelitian dalam pengembangan media pembelajaran e-module ini menggunakan subjek uji coba yakni validasi ahli media yaitu seorang dosen pascasarjan program studi Teknologi Pembelajaran  yang mempunyai latar belakang pendidikan S3 Teknologi Pembelajaran  dan berpengalaman dalam  menangani media pembelajaran sebagai ahli media, validasi ahli materi seorang guru mata pelajaran kimia SMA Negeri 8 Malang yang mempunyai latar belakang pendidikan S2 pendidikan Kimia sebagai ahli materi, dan 20 siswa kelas X  SMA Negeri 8 Malang sebagai audiens. Desain uji coba ahli mulanya media pembelajaran e-module diuji cobakan kepada ahli materi untuk mengetahui apakah materi yang dikembangkan dalam media sudah sesuai atau masih perlu revisi. Setelah mendapatkan hasil uji coba dari ahli materi, kemudian media pembelajaran diuji cobakan kepada ahli media untuk mengetahui apakah media yang dikembangkan sudah layak atau perlu revisi. Sedangkan desain uji coba audiens yaitu uji perseorangan dilakukan 2 siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang, uji coba kelompok kecil dilakukan pada 4 siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang, dan uji lapangan dilakukan pada 20 siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang.

       Jenis data yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran e-module adalah data kualitatif dan data kuantatif. Data kualitatif ditunjukkan berupa tanggapan dari responden ahli media, ahli materi, dan siswa. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil penskoran angket validasi ahli materi, media, dan audiens serta skor tes hasil belajar siswa baik pre-test maupun post-test.

       Data kuantitatif menggunakan angket yang digunakan untuk mengukur kualitas teknis media pembelajaran e-module berupa skor angket dan tes hasil belajar. Skor angket berupa penilaian untuk validasi ahli media, ahli materi dan audiens (siswa) dengan menghitung persentase jawaban. Adapun rumus yang digunakan untuk menganalisis data validasi adalah sebagai berikut.

P=(∑▒x)/(∑▒x1)×100%

Keterangan :

 P         : Proporsi ∑▒x/∑▒x 1

 ∑▒x   : Jumlah jawaban responden dalam satu item

 ∑▒x 1            : Jumlah nilai ideal dalam satu item

100%   : Konstanta

Tabel 1. Kriteria Tingkat Kelayakan (Arikunto, 2006 245)

Kategori          Tingkat            Kualifikasi       Ekuivalen

A (4)    80% - 100%    Valid   Layak

B (3)    60% - 79%      Cukup Valid   Cukup Layak

C (2)    50% - 59%      Kurang Valid  Kurang Layak

D (1)    ≤ 49%  Tidak Valid     Tidak Layak

 

       Tes hasil belajar digunakan untuk menilai hasil belajar siswa menggunakan media pembelajaran e-module. Alasan digunakannya tes hasil belajar adalah untuk mengukur keberhasilan dalam pencapaian tujuan pembelajaran dalam kegiatan teori. Tes hasil belajar yang diberikan dalam pengembangan media pebelajaran ini berupa tes objektif yang terdiri atas lima belas soal pilihan ganda. Teknik analisis data tes hasil belajar siswa menggunakan cuan yang digunakan adalah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yakni ≥ 2,66. Adapun rumus yang digunakan sebagai berikut :

∑▒x=(∑▒x)/(∑▒xi)                    P=(∑▒x)/(∑▒xi)×100%

 

Keterangan :

∑▒x    : Rata-rata skor siswa keseluruhan

∑▒x    : Jumlah keseluruhan siswa yang tidak memenuhi KKM

∑▒x i : Jumlah keseluruhan siswa

 P         : Presentase

 ∑▒x   : Jumlah keseluruhan siswa yang tuntas atau belum

∑▒x i : Jumlah keseluruhan siswa

100%   : Konstanta

 

 

Tabel 2. Kriteria Tingkat Keberhasilan (Arikunto:2006)

Kategori          Rentangan Presentase Kualifikasi

A         80%- 100%     Efektif

B         60% - 79%      Cukup Efektif

C         40% - 59%      Kurang Efektif

D         < 40%  Tidak Efektif

Pembelajaran menggunakan e-module  akan dikatakan efektif jika sebagian besar jumlah tes hasil belajar siswa dalam satu kelas mencapai KKM dalam kategori A dan B. Data hasil belajar siswa harus lebih besar dari 75% agar e-module efektif digunakan dalam pembelajaran.

HASIL

       Media ini divalidasi oleh ahli materi sebanyak 1 orang dan ahli media sebanyak 1 orang serta mengetahui hasil belajar oleh audiens yakni uji perseorangan 2 siswa, kelompok kecil 4 siswa, dan lapangan 20 siswa. Setelah dianalisis hasil validasi dari media pembelajaran e-module ini dinyatakan valid dengan hasil perhitungan ahli materi 91,45%; ahli media 98%; uji coba siswa perseorangan 84%; uji coba kelompok kecil 85%; dan uji coba lapangan 86,87% dan hasil belajar 95% yang mencapai KKM. Hasil validasi ahli materi dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Angket Validasi Ahli Materi

No.      Aspek yang divalidasi Jawaban

(X)       Xi     Presentase

A.        KESESUAIAN MATERI DENGAN KOMPETENSI

1.         Materi dalam e-module memuat semua materi yang mendukung tercapainya KI dan KD yang telah dirumuskan dalam kurikulum             4          4          100%

2.         Kejelasan indikator dirumuskan sesuai KD menggambarkan perolehan hasil belajar yang dapat diukur      4            4          100%

3.         Kesesuaian uraian materi dengan kompetensi (Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan Indikator)           4            4          100%

B.        KESESUAIAN FITUR DENGAN MATERI

4.         Ketepatan judul dalam merepresentasikan isi 4          4          100%

5.         Kesesuaian judul bab dengan uraian materi    4          4          100%

6.         Kesesuaian apersepsi pelajaran dengan materi            4          4          100%

7.         Kesesuaian peta konsep dengan materi yang sedang dibahas            3          4          75%

8.         Kesesuaian uraian materi pada setiap kegiatan belajar yang dapat meningkatkan pemahaman siswa           4            4          100%

9.         Kejelasan tugas pada kegiatan awal untuk mengeksplorasi pengetahuan awal siswa            3          4            75%

10.       Kesesuaian jenis materi dengan pengalaman belajar siswa     4          4          100%

11.       Keterpaduan gambar dengan teks mempermudah mempelajari materi          4          4          100%

12.       Kesesuaian isi video dengan materi yang dibahas      3          4          75%

13.       Kesesuaian bagian informasi untuk mendukung materi         4          4          100%

14.       Keterkaitan materi dengan tugas dalam bentuk kegiatan kelompok  4          4          100%

15.       Kesesuaian contoh atau ilustrasi dengan materi yang dipelajari         4          4          100%

16.       Kesesuaian antara soal-soal dalam kegiatan belajar dengan indikator pembelajaran  4          4          100%

17.       Kesesuaian latihan akhir dengan materi yang dipelajari         4          4          100%

C.        PENYAJIAN

18.       Keruntutan urutan  materi       3          4          75%

19.       Kekonsistensian sistematika penyajian dalam bab      4          4          100%

20.       Kelogisan penyajian    3          4          75%

21.       Kesesuaian/ ketepatan contoh, fakta, dan ilustrasi untuk memperjelas konsep, prinsip, dan prosedur dalam bab      3          4          75%

22.       Penyajian tabel, gambar, dan bagan disertai rujukan terkini   4          4          100%

23.       Identitas tabel, gambar, dan bagan     3          4          75%

24.       Penyajian pembelajaran berpusat pada siswa  4          4          100%

25.       Penyajian masalah, dan contoh/uraian pada kegiatan belajar bersifat kontekstual     3          4          75%

26.       Penyajian masalah pada kegiatan belajar menuntut siswa berpikir kritis (memberikan jawaban atau strategi penyelesaian yang bervariasi)  4          4          100%

27.       Penyajian masalah pada kegiatan belajar dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah            4            4          100%

28.       Materi dalam e-module memuat tugas-tugas yang mendorong siswa untuk memperoleh informasi lebih lanjut dari berbagai sumber lain seperti internet, buku, artikel, dll.  4          4          100%

29.       Kemampuan memunculkan umpan balik untuk evaluasi diri  4          4          100%

D.        KOMPONEN KEBAHASAAN

30.       Kebakuan istilah         4          4          100%

31.       Ketepatan struktur kalimat     4          4          100%

32.       Ketertautan antar bab, antara bab dan sub bab, antar sub bab dalam bab, antar alinea dalam sub bab          4            4          100%

33.       Ketertautan antar kalimat dalam satu alinea   4          4          100%

34.       Keutuhan makna dalam bab, dalam sub bab, dan makna dalam satu alinea  4          4          100%

35.       Ketepatan tatabahasa  4          4          100%

36.       Ketepatan ejaan          4          4          100%

37.       Konsistensi penggunaan istilah           3          4          75%

38.       Konsistensi penggunaan simbol/ lambang      4          4          100%

JUMLAH KESELURUHAN            139      152      91,45%

Sumber : Ahli Materi (2016)

       Selain validasi ahli materi, peneliti juga melaksanakan validasi ahli media. Hasil validasi ahli materi dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Hasil Angket Validasi Ahli Media

No.      Aspek yang divalidasi Jawaban

(X)       Xi     Presentase

A.        PANDUAN PEMANFAATAN

1.         Kejelasan tulisan pada panduan pemanfaatan            4          4          100%

2.         Ketepatan jenis dan ukuran huruf yang digunakan    3          4          75%

3.         Kesistematisan penyajian petunjuk pemanfaatan       4          4          100%

4.         Keruntutan penyajian petunjuk pemanfaatan 4          4          100%

5.         Kelengkapan petunjuk pemanfaatan e-module           4          4          100%

6.         Petunjuk pemanfaatan memuat identitas        4          4          100%

7.         Petunjuk pemanfaatan memuat KI, KD, Indikator, dan Tujuan Pembelajaran          4          4          100%

8.         Petunjuk pemanfaatan memuat karakteristik sasaran 4          4          100%

9.         Petunjuk pemanfaatan memuat cara pengoperasian e-module           4          4          100%

10.       Petunjuk pemanfaatan memuat kejelasan: bahan/ alat/ perlengkapan yang harus dipersiapkan         3          4            75%

11.       Petunjuk pemanfaatan memuat prosedur pemanfaatan          4          4          100%

12.       Kejelasan kegiatan yang dilakukan guru        4          4          100%

13.       Kejelasan kegiatan yang dilakukan siswa       4          4          100%

14.       Petunjuk pemanfaatan memuat prosedur evaluasi      4          4          100%

B.        TAMPILAN FISIK

15.       Kemenarikan desain pada cover         4          4          100%

16.       Ketepatan logo Universitas Negeri Malang pada cover dilihat dari ukurannya         4          4          100%

17.       Kejelasan identitas (judul, nama pengembang, tahun, dan lembaga) 4          4          100%

18.       Kesesuaian penataan tata letak gambar pada halaman cover  4          4          100%

19.       Kemenarikan gambar pada cover        3          4         

20.       Kemenarikan komposisi warna pada tampilan halaman cover            4          4          100%

21.       Kejelasan ukuran font yang digunakan pada cover    4          4          100%

C.        KOMPONEN MEDIA

22.       Ketepatan pemilihan e-module sebagai sumber belajar mandiri dan kelompok siswa            4          4            100%

23.       E-module pembelajaran sesuai dengan karakteristik matapelajaran kimia      4          4          100%

24.       E-module pembelajaran memfasilitasi konten materi pembelajaran kimia      4          4          100%

25.       Latihan soal dikemas efektif mengukur ketercapaian pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan     4            4          100%

26.       Kemenarikan layout    4          4          100%

27.       Ketepatan pemilihan e-module dalam mewadahi materi yang ada    4          4          100%

28.       Ketepatan pemilihan jenis software (berupa program) sebagai perangkat pengembangan e-module 4          4            100%

29.       Kemudahan dalam mengenali simbol-simbol serta mengoperasikan e-module          4          4          100%

30.       Kejelasan dan kesesuaian tampilan visual berupa warna, teks, gambar, dan video dalam e-module 4          4            100%

31.       Representasi urutan tampilan visual multimedia (teks, gambar, dan video) untuk menjelaskan materi dalam e-module            4          4          100%

32.       Kejernihan suara dalam e-module       4          4          100%

33.       Keterbacaan font pada e-module        3          4          75%

34.       Kesesuaian jenis font dengan karakter siswa pada e-module 4          4          100%

35.       Kesesuaian gambar dengan materi      4          4          100%

36.       Kesesuaian gambar dengan karakteristik siswa          4          4          100%

37.       Kemudahan gambar digunakan untuk mempelajari materi     4          4          100%

38.       Keterpaduan antara gambar dengan teks        4          4          100%

39.       Kesesuaian video dengan karakteristik siswa 4          4          100%

40.       Kemudahan video digunakan untuk mempelajari materi       4          4          100%

41.       Kesesuaian pemilihan background dengan materi yang disajikan      4          4          100%

42.       Kemenarikan komposisi warna dalam layout e-module ini    4          4          100%

43.       Kesesuaian peletakan pilihan-pilihan tombol yang tersedia pada e-module   4          4          100%

44.       Kemudahan mencari pilihan-pilihan tombol yang tersedia pada e-module    4          4          100%

45.       Kemenarikan pilihan-pilihan tombol yang tersedia pada e-module    4          4          100%

46.       Kemudahan penggunaan pilihan-pilihan tombol yang tersedia pada e-module         4          4          100%

47.       Kesesuaian materi dengan tingkat perkembangan berpikir siswa dalam menganalisis permasalahan            4            4          100%

48.       Kesesuaian materi dengan tingkat emosional siswa   4          4          100%

49.       Kesesuaian ilustrasi dengan substansi pesan   4          4          100%

50.       Kemampuan memotivasi siswa untuk merespon pesan          4          4          100%

JUMLAH KESELURUHAN            196      200      98%

Sumber : Ahli Media (2016)

       Sedangkan hasil data angket yang didapat dari siswa uji perseorangan dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Hasil Angket Siswa Perseorangan

No.      Aspek yang divalidasi Jawaban          X      Xi        Presentase

                        X1       X2                              

1.         Saya bisa memahami petunjuk penggunaan e-module            4          4          8          8          100%

2.         Saya tertarik belajar setelah melihat tulisan, gambar, dan warna cover e-module.     3          4          7          8            87,5%

3.         Belajar saya dimudahkan dengan disajikannya KI, KD, Indikator, dan Tujuan Pembelajaran         4          4            8          8          100%

4.         Saya senang melihat huruf yang digunakan dalam e-module 3          4          7          8          87,5%

5.         Saya suka warna yang digunakan dalam e-module    3          4          7          8          87,5%

6.         Saya mudah memahami aktivitas awal dalam e-module        3          3