DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN IPA SEMESTER II KELAS VII SMP

Christiana - Takarini

Abstrak


ABSTRACT

 

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN IPA SEMESTER II KELAS VII SMP

Christiana Takarini1, Efendi2, Sihkabuden3

Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana-Universitas Negeri Malang

E-mail: takarini_p@yahoo.co.id

Interactive multimedia is a learning material for teachers, it enables them to be facilitators in line with the need of the young people today. Through interactive multimedia students will be able to interact using the media provided by the teacher so that the learning can be more interesting, the students will be more motivated and the mistakes in concepts in learning can be prevented. The purposes of this development is  to produce interactive multimedia to learn Biology for the seventh grade students of Mater Dei junior high school, This research used Lee & Owens model. The results of the research show that the outcome from the media experts was 93,4%, from the material experts was 90,4%, with a strong validity. From the test it was found that the effectiveness of the cognitive test was 78,3% with enough criteria, and the attractiveness of the learning was 83,7 % with an interesting criteria. These results indicate that the multimedia used is valid and effective be used in the class.

Keywords: media development, learning multimedia, natural sciences

Multimedia interaktif merupakan materi pembelajaran bagi guru yang memungkinkan guru menjadi fasilitator pembelajaran sesuai dengan perkembangan kebutuhan anak muda jaman sekarang. Melalui multimedia interaktif siswa bisa berinteraksi dengan media yang disediakan oleh guru sehingga pembelajaran lebih menarik, siswa termotivasi dalam belajar dan bisa menghindari kesalahan konsep dalam belajar. Tujuan pengembangan ini adalah: menghasilkan produk multimedia interaktif pembelajaran Biologi Kelas VII  di SMPK Mater Dei Probolinggo semester 2 .Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model Lee & Owens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dari ahli media sebesar 93,4%, ahli materi sebesar 90,4% dengan kriteria sangat valid. Dari hasil uji coba dapat diperoleh keefektifan dari hasil tes kognitif mencapai 78,3% dengan kriteria cukup, dan kemenarikan mencapai 83,7% dengan kriteria menarik. Ini menunjukkan bahwa multimedia yang dikembangkan dinyatakan valid dan layak untuk digunakan didalam kelas.

Kata kunci: pengembangan media, multimedia pembelajaran, IPA.

PENDAHULUAN

Di era digital ini pendidikan  mulai beralih dari menyediakan informasi bagi siswa ke membuka pintu bagi mereka untuk menelusuri topik-topik dan menciptakan pengalaman belajar penuh makna bagi mereka sendiri. Di era ini para pendidik  tidak hanya menjadi  penyebar informasi melainkan sebagai fasilitator. Para pendidik  beralih  gagasan dari sekolah merupakan tempat untuk belajar menjadi bagaimana anak-anak dapat  belajar. Untuk itu para pendidik harus menjadi desainer lingkungan belajar (Tan Oon-Seng, 2003).

Tantangan bagi seorang pendidik sebagai seorang desainer pembelajaran adalah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menggunakan teknologi dalam cara-cara penuh makna untuk menyelesaikan tugas mereka (Smaldino, Sharon E., dkk, 2011). Pandangan tersebut  didukung oleh Arsyad yang menyatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar (Arsyad, 2013).

Permasalahan yang timbul saat ini dikarenakan penerapan media pembelajaran kurang maksimal. Hal tersebut menyebabkan prestasi belajar di sekolah tidak maksimal. Indikasi tersebut kemungkinan karena faktor belajar siswa kurang efektif, siswa kurang termotivasi dalam belajar, pembelajaran kurang menarik, sehingga siswa kurang memahami materi pembelajaran. Kecenderungan pembelajaran yang kurang menarik ini merupakan hal yang wajar dihadapi oleh pendidik yang tidak memahami karakteristik siswa. Pembelajaran yang tidak efektif menurut Degeng disebabkan juga oleh berbagai kendala. Kendala dalam pembelajaran didefinisikan sebagai keterbatasan sumber-sumber belajar, seperti waktu, media, personalia, dan uang (Degeng, 2013).

Hal tersebut di atas diperkuat dengan hasil wawancara guru pengajar IPA kelas VII SMPK Mater Dei Probolinggo tanggal 6 September 2015 guru banyak menggunakan buku teks, peralatan laboratorium yang terbatas jumlahnya bila dibandingkan dengan jumlah anak, guru jarang sekali menggunakan media elektronik yang telah tersedia di kelas,atau menggunakan komputer sebatas power point, ruang multimedia hanya digunakan untuk pembelajaran bahasa dan TIK.

Berdasarkan Hasil  angket terhadap 36 responden siswa  kelas VII tanggal 28 September 2015 SMPK Mater Dei Probolinggo: (1) 94% siswa memiliki gadget, (2) 86% siswa memperkaya materi pelajaran dengan mengakses dari internet, (3) 69% siswa menonton film menggunakan gadget, (4) 69% siswa senang bermain game online atau game install daripada traditional game, dan (5) 81% siswa hampir setiap hari menggunakan media sosial seperti twitter, instagram, facebook, BBM, membuktikan mereka banyak bergaul  dalam dunia maya.

Mata Pelajaran Biologi di SMP merupakan mata pelajaran yang memiliki posisi sentral sama kedudukannya dengan mata pelajaran Fisika dan Kimia, karena Biologi berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, maka belajar Biologi bukan sekedar menguasai ilmu pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga suatu proses penemuan. Di samping itu cakupan dan objek mata pelajaran IPA cukup luas, oleh karena itu dibutuhkan suatu strategi pembelajaran yang mampu memotivasi siswa agar mampu membangun dan menemukan sendiri pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkannya dalam menyelesaikan persoalan belajarnya untuk memperoleh hasil belajar yang lebih baik, maka sangatlah penting jika dibuatkan media pembelajaran yang berbasis komputer sehingga para siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru Biologi tanggal 22 Desember 2016, peneliti dianjurkan untuk memilih materi pembelajaran (SK) 6, (KD) 6.3 Mendeskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme. Materi pada KD tersebut sangat penting untuk dikembangkan karena sebagai dasar untuk memahami pengetahuan selanjutnya.

Siswa Kelas VII SMPK Mater Dei Probolinggo mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam bidang IT, merupakan potensi yang bagus apabila dikembangkan multimedia interaktif sebagai sebagai salah satu cara mengatasi masalah yang ada. Di samping itu multimedia interaktif bisa memberikan gambaran nyata atau menghindari verbalisme dari materi pembelajaran

6.3 Mendeskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme.

METODE

Model penelitian dan pengembangan dalam mengembangakan multimedia interaktif mata pelajaran IPA Biologi kelas VII SMPK Mater Dei Probolinggo menggunakan model Lee & owen (2004). Model Lee & Owen dipilih karena

(a) sistematika pengembangan model Lee & Owens menitikberatkan pada pengembangan desain multimedia untuk menjawab kebutuhan siswa yang diketahui melalui analisis kebutuhan,  (b)) tahap pengembangan multimedia memiliki alur lengkap mulai dari tahap analisis dan penilaian, tahap desain, tahap pengembangan dan implementasi, dan tahap evaluasi, (c) model Lee dan Owens lebih tepat untuk pengembangan ini karena terkaitnya waktu dan keefektifan produk pengembangan multimedia interaktif,  (d) dan model Lee dan Owen ini sangat cocok karena produknya berbasis internet atau komputer.

Subjek uji coba pada penelitian ini terdiri dan ahli media, ahli materi, guru serta siswa kelas VII SMPK Mater Dei Kota Probolinggo sebanyak 37 siswa. Jenis data yang diperoleh dan uji coba produk ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh dan penelitian ini adalah data kevalidan, kemenarikan dan keefektifan.  Kelayakan diperoleh dari hasil validasi ahli media dan ahli materi, sedangkan keterterapan, keefektifan dan kemenarikan diperoleh dari Instrumen yang diberikan kepada guru dan siswa kelas VII SMPK Mater Dei Kota Probolinggo.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yakni analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengolah data berupa catatan, saran, atau komentar berdasarkan hasil penilaian yang terdapat pada pedoman angket validasi, angket tanggapan guru dan siswa siswa serta lembar observasi. Selain itu data juga diperoleh dan hasil wawancara dengan responden. Analisis ini digunakan sebagai pijakan atau dasar untuk merevisi produk.

Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengolah data berupa catatan, saran, atau komentar berdasarkan hasil penilaian yang terdapat pada pedoman angket validasi, angket tanggapan guru dan siswa siswa serta lembar observasi. Selain itu data juga diperoleh dan hasil wawancara dengan responden. Analisis ini digunakan sebagai pijakan atau dasar untuk merevisi produk. Arikunto (2010:282) menambakan bahwa analisis data kualitatif dipergunakan untuk menyertai dan melengkapi gambaran yang diperoleh sementara dan data kuantitatif.

Data yang dideskripsikan menggunakan Analisis kuantitatif adalah data yang diperoleh melalui angket validasi, lembar observasi, dan tes hasil belajar siswa. Data-data tersebut disusun dalam bentuk presentase.

Data hasil belajar kognitif siswa diperoleh dari penilaian terhadap jawaban siswa yang dinilai berdasarkan rubrik penilaian  pada kuiz multimedia interaktif pembelajaran. Data kemenarikan multimedia interaktif pembelajaran yang diperoleh dari angket yang diberikan kepada siswa setelah selesai pembelajaran.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari kegiatan yang dilakukan dapat diperoleh hasil analisis kevalidan, keefektifan, dan kemenarikan sebagai berikut:

Tabel 5.1 Hasil Analisis kevalidan, Keefektivan, Keterterapan dan

Kemenarikan

No.Aspek yang dinilai Skor (%) Kriteria

1.Uji kelayakan  dari ahli media 93,4 Sangat layak

Uji kelayakan  dari ahli materi 90,4 Sangat layak

2.Keefektifan dari Tes Hasil Belajar 78,3 Cukup

3.Kemenarikan 83,7 Menarik

Dari tabel 5.1 di atas dapat dilihat tingkat pencapaian angka presentase kevalidan dari multimedia interaktif pembelajaran dari ahli media 93,4 % dengan kriteria sangat layak, dari ahli materi 90,4%  dengan kriteria sangat layak . Dari hasil uji coba dapat diperoleh keefektifan dari hasil tes kognitif mencapai 78,3 % dengan kriteria cukup dan kemenarikan mencapai 83,7 % dengan kriteria menarik.

PENUTUP

Kesimpulan

Produk multimedia interaktif pembelajaran Biologi Kelas VII di SMPK semester 2 SMPK Mater Dei Probolinggo  terbukti  bisa membantu guru dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, pembelajaran lebih menarik, dapat membantu siswa dalam menghindari kesalahan konsep dalam pembelajaran. Dengan demikian multimedia interaktif pembelajaran layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran di kelas.

Saran

1.Bagi kepala sekolah

Multimedia interaktif pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran di SMPK Mater Dei kota Probolinggo dan di SMP lain bila kondisi dan situasi memungkinkan.

2.Bagi guru

Multimedia interaktif ini diharapkan mempermudah guru dalam memvisualisasikan materi pembelajaran .

3.Bagi siswa

Multimedia interaktif ini diharapkan dapat menarik minat dan memberikan motivasi belajar siswa untuk melakukan pembelajaran secara mandiri.

4.Bagi peneliti lain

Bagi peneliti lain penelitian pengembangan ini dapat dijadikan salah satu rujukan dalam mengembangkan multimedia interaktif.

Dalam membuat quiz sebaiknya disertai dengan feed back sehingga bagi anak yang tidak mencapai ketuntasan dapt dianalisa dan memperoleh umpan balik mengenai tingkat kesukaran soal pada quiz multimedia interaktif.

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi 2010. Yogyakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar. 2013.  Media Pembelajaran. Jakarta:  PT Radja Grafindo.

Degeng, I Nyoman, S. 2013. Ilmu Pembelajaran. Bandung: Aras Media.

Lee, W. W., & Owens, D. L. 2004. Multimedia Based Instructional Design   Secend Edition.  San Fransisco: Pfeiffer.

Smaldino, Sharon, E., Lowther, Deborah, L., Russell, James, D. 2011. Instructional Technology & Media For Learning. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

 

Tan, Oon-Seng. 2003. Problem-based Learning Innovation. Singapore: Seng Lee Press.