DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Video Pembelajaran Bahasa Indonesia Kompetensi Membaca Puisi Untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Atambua

Marius - PANJE

Abstrak


ABSTRAK

Pengembangan Video Pembelajaran Bahasa Indonesia  Kompetensi Membaca Puisi Untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Atambua

Marius Panje1, Sihkabuden2, Anselmus J. E Toenlioe3

Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana-Universitas Negeri Malang

E-mail: mariuspanje@gmail.com

Abstract: Instructional Technology born out of the reality of education and movement of audio-visual communication. Instructional Technology originally envisioned as technological equipment, related to the use of equipment, media and the means to achieve the goal of education or in other words teaching with audio-visual aids. One of the media that is based on audio-visual media video.

The lesson of Indonesian and Indonesian Literature, learning-oriented nature of Indonesian and Literature, which states that learning Indonesian is learning to use the language correctly. In Indonesian, there is a sub-science that is often called the study of literature. One of the lessons learned from the study of literature is poetry. This study is conducted to examine the poetry reading techniques. The purpose of this study are: 1) to produce a video about learning to read poetry in Indonesian; 2) to know the level of validation of videos product about reading poetry; 3) to know the result of learning of the students who use the media of instructional video.

This study uses the method of qualitative descriptive and uses the model Borg and Gall to answer the questions above. In this case, the researcher as an observer and the teacher as facilitator of learning in the classroom. In collecting the data through observation, the researcher uses a tape recorder, the guide of interview.

The result shows that the result of expert communication media is valid / feasible to use in the learning process and based on the result of a value obtained results vaidasi 91.25%. The result of the experts in the field is valid / feasible to use in the learning process, and based on the results obtained vaidasi a value of 85%. The results of the audience / the students on a limited scale is valid / feasible to use in the learning process, and based on the results obtained vaidasi worth 91.7%. The results of the audience / the students of the fieldtest is valid / feasible to use in the learning process, and based on the results vaidasi value of 85.1%. The results of the test are limited to substantially increase learning outcomes trials. The increasing of the learning result can be evidenced before the students using the means of instruction, the graduation rate was 33.3%, and after the students using instructional media, presentations graduation increased to 100%. The result of field tests have increased on the result of learning. The result of the increased learning, can be evidencedbefore the students using the means of instruction, the graduation rate is 5%, and after students using instructional media, presentations graduation increased to 85%. Therefore, the learning media can be used in the process of learning to improve learning outcomes for students.

Keywords: Media Development, Learning Video, Indonesia, Poetry Reading

Abstrak: Teknologi Pembelajaran lahir dari realita pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Salah satu media pembelajaran yang berlandaskan audio-visual adalah media video.

Mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, berorientasi pada hakikat pembelajaran Bahasa dan Sastra yang menyatakan bahwa, belajar bahasa Indonesia adalah belajar menggunakan bahasa yang baik dan benar. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, terdapat sub ilmu yang sering disebut dengan pembelajaran sastra. Salah satu pembelajaran yang dipelajari dalam pelajaran sastra adalah puisi. Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti teknik membaca puisi. Tujuan penelitian ini adalah 1) menghasilkan produk video tentang membaca puisi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia; 2) mengetahui tingkat validasi dari produk video tentang membaca puisi; 3) mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan media video pembelajaran.

Penelitian menggunakan rancangan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan model penelitian pengembangan Sadiman, untuk menjawab pertanyaan di atas. Dalam hal ini, peneliti sebagai observer dan guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran di dalam kelas. Dalam mengumpulkan data melalui observasi, peneliti menggunakan alat perekam, pedoman wawancara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dari ahli media adalah valid/ layak digunakan dalam proses pembelajaran dan berdasarkan hasil vaidasi diperoleh nilai sebesar 91,25%. Hasil yang diperoleh dari ahli materi adalah valid/ layak digunakan dalam proses pembelajaran, dan berdasarkan hasil vaidasi diperoleh nilai sebesar 85%. Hasil yang diperoleh dari audiens/ siswa dalam skala terbatas adalah valid/ layak digunakan dalam proses pembelajaran, dan berdasarkan hasil vaidasi diperoleh nilai sebesar 91,7%. Hasil yang diperoleh dari audiens/ siswa uji lapangan adalah valid/ layak digunakan dalam proses pembelajaran, dan berdasarkan hasil vaidasi diperoleh nilai sebesar 85,1%. Hasil tes uji coba skala terbatas mengalami peningkatan hasil belajar. Peningkatan hasil belajar tersebut dapat dibuktikan ketika siswa sebelum menggunakan media pembelajaran, persentasi kelulusannya adalah 33,3%, dan setelah siswa menggunakan media pembelajaran, presentasi kelulusannya meningkat menjadi 100%.Hasil tes uji lapangan mengalami peningkatan hasil belajar. Peningkatan hasil belajar tersebut, dapat dibuktikan ketika siswa sebelum menggunakan media pembelajaran, persentasi kelulusannya adalah 5%, dan setelah siswa menggunakan media pembelajaran, presentasi kelulusannya meningkat menjadi 85%. Dengan demikian, media pembelajaran ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Kata Kunci: Pengembangan Media, Video Pembelajaran, Bahasa Indonesia, Membaca Puisi

Teknologi Pembelajaran lahir dari realita pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Salah satu media pembelajaran yang berlandaskan audio-visual adalah media video.

 Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses yang bertujuan menyampaikan pesan dari sumber pesan kepada penerima. Pesan di sini berupa isi ajaran ataupun didikan yang ada dalam kurikulum. Sumber pesannya bisa guru atau orang lain, sedangkan penerima pesannya adalah siswa.

Penggunaaan media pembelajaran yang tepat dan sesuai merupakan bagian dari usaha untuk mencapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran dapat digunakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas, untuk meningkatkan kualitas hasil belajar. Beragamnya media pembelajaran tidak mengubah keunikan diantara media, dan setiap media memiliki kekhasannya masing-masing.

Mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, berorientasi pada hakikat pembelajaran Bahasa dan Sastra yang menyatakan bahwa, belajar bahasa Indonesia adalah belajar menggunakan bahasa yang baik dan benar. Selain itu, pembelajaran bahasa adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran keterampilan. Selain pembelajaran keterampilan berbahasa (mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis), pembelajaran bahasa dan sastra juga menghargai sastra, dan mampu mengapresiasikan suatu karya sastra.

Dalam Pradopo (2012 : 6), Samuel Taylor Coleridge mengungkapkan bahwa, puisi adalah kata-kata yang indah dalam susunan yang terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya, seimbang, simetris antara satu unsur dengan unsur lain yang sangat erat hubungannya, dan sebagainya. Carlyle berkata, puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair dalam menciptakan puisi itu memikirkan bunyi yang merdu, seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa, hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik yaitu, dengan mempergunakan orkestrasi bunyi. Pendapat lain mengenai pengertian puisi disampaikan oleh Pradopo (2012 : 7), yang menyatakan bahwa, puisi itu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama.

Skinner (dalam Dimyati da Mudjiono 2013 : 9) berpandangan bahwa belajar suatu perilaku pada saat orang belajar, maka responnya menjadi lebih baik. Sebaliknya, bila ia tidak belajar maka responnya menurun. Gagne (dalam Dimyati dan Mudjiono 2013 : 10) belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar orang memiliki kemampuan pengetahuan, sikap dan nilai.

Pengembangan video dalam pembelajaran membaca puisi siswa kelas X SMA Negeri 3 Atambua bertujuan untuk, memperjelas dan mempermudah penyajian materi agar tidak terlalu abstrak, mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. Media video merupakan salah satu media pembelajaran, yang dapat membantu siswa melihat langsung cara membaca dan mendeklamasikan  sebuah puisi, serta dapat menunjukkan segala aspek puisi secara langsung.

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilaksanakan pada bulan 19 Agustus 2015 bahwa , penggunaan video pembelajaran sangat dibutuhkan dalam pembelajaran membaca puisi, karena melalui media video siswa dapat mengamati serta melihat langsung teknik membaca puisi yang baik dan benar. Di samping itu, siswa kelas X SMA Negeri 3 Atambua sudah memiliki karakteristik yang menyenangi, karakter-karakter yang membantu daya imajinasi, mendorong rasa keingintahuan seperti karakter pembaca puisi.

Selain itu, dengan menggunakan media video juga akan mengatasi keterbatasan ruang dan waktu baik dalam proses belajar maupun dalam produksi media, serta sesuai dengan kondisi sekolah SMA Negeri 3 Atambua yang belum pernah ditampilkan media pembelajaran khususnya dalam pembelajaran puisi. Hal tersebut sangat dibutuhkan dalam pembelajaran puisi karena dalam membaca puisi siswa tidak hanya sekedar membaca akan tetapi dibutuhkan beberapa aspek diantaranya, ekspresi, mimik serta gestur yang menggambarkan penjiwaan terhadap puisi yang dibacanya.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka, peneliti mengembangkan video pembelajaran Bahasa Indonesia dalam bentuk penelitian pengembangan dengan judul: Pengembangan Video Pembelajaran Bahasa Indonesia Kompetensi Membaca Puisi Untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Atambua.

Spesifikasi produk pengembangan yang dihasilkan dalam penelitian pengembangan ini adalah media video pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas X, dengan materi membaca puisi. Media video pembelajaran ini, merupakan salah satu bentuk media pembelajaran yang berbasis audio visual. Penelitian pengembangan ini juga diharapkan, dapat membantu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, kelas X  SMA Negeri 3 Atambua, dalam pembelajaran membaca puisi.

Media ini akan dikemas dalam bentuk kepingan Compact Disk (CD) / Digital Versatile Disk (DVD). Ketika CD/DVD diaktifkan maka akan muncul tampilan awal, kemudian akan diikuti dengan tampilan-tampilan berikutnya termasuk video pembacaan puisi.

Produk ini akan sangat membantu guru dalam mengajar atau menyampaikan materi, tentang membaca puisi dengan baik dan benar sesuai dengan syarat-syarat membaca puisi baik dari segi intonasi, mimik, ekspresi dan gestur. Dalam produk ini diawali dengan guru sebagai presenter yang akan menyampaikan materi tentang puisi, pembacaan puisi yang di dalamnya terdapat pula dengan penjelasan tentang intonasi, ekspresi dan peragaan pembacaan puisi oleh siswa.

Objek dari media ini adalah siswa kelas X, media video ini akan digunakan oleh guru saat pembelajaran dengan menggunakan laptop / komputer. Diharapkan setelah produk ini diujicobakan nantinya akan digunakan dalam setiap pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya saat pembelajaran puisi.

Dalam media ini terdapat spesifikasinya yang tidak terdapat pada video puisi lainnya, karena selain ditampilkan video membaca puisi, juga terdapat alur pembelajaran, dimana guru menyampaikan materi tentang teknik membaca puisi, serta menjelaskan tentang ekspresi, gestur, dan intonasi yang diragakan siswa ketika membaca sebuah puisi.

Degeng (2013 : 26) menyatakan, teori pembelajaran mengungkapkan hubungan antara kegiatan pembelajaran dan proses-proses psikologis dalam diri si-pebelajar, sedangkan teori belajar mengungkapkan hubungan antara kegiatan si-pebelajar, dengan proses-proses psikologis dalam diri si-belajar. Atau, teori belajar mengungkapkan antarfenomena yang ada dalam diri si-belajar.

Kategori          Persentase       Kualifikasi       Ekuivalen

A (4)

B (3)

C (2)

D (1)    80%-100%

60%-79%

50%-59%

0%-49%          Valid

Cukup Valid

Kurang Valid

Tidak Valid     Layak

Cukup Layak

Kurang Layak

Tidak Layak

Menurut Oemar Hamalik (2001: 57). Pembelajaran adalah, susunan unsur-unsur meliputi: manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi dan berkombinasi, untuk mencapai tujuan pembelajaran. Manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru, dan  tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium. Material meliputi buku-buku, papan tulis, kapur, fotografi, slide dan film, audio dan video tape. Fasilitas dan perlengkapan terdiri atas ruangan kelas, perlengkapan audio visual, juga komputer. Prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, praktik, belajar, ujian, dan sebagainya.

Chaer dan Agustina (2010 : 11) menyatakan bahwa, secara sederhana bahasa diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa adalah, alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sistem lambang berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.

Menurut Pratiwi, dkk (2016 : 1) keberagaman bentuk dan isi puisi memunculkan situasi betapa sulitnya mendefenisikan pengertian puisi. Meski demikian, telah banyak upaya sastrawan dan kritikus yang berusaha merumuskan defenisi puisi. Apabila dilihat dari segi wujudnya, puisi merupakan salah satu karya seni verbal yang mengungkapkan berbagai aspek kehidupan. Artinya, penyair mengungkapkan realitas kehidupan, dan makna dari realitas tersebut dengan berbagai perspektif.

Yamin dan Ansari (2008 : 148) Mendefenisikan media sebagai suatu perangkat, yang dapat menyalurkan informasi dari sumber ke penerima informasi. Sanjaya (2014 : 61) mendefenisikan, media pembelajaran sebagai segala sesuatu yang dikondisikan, untuk menambah pengetahuan, mengubah sikap atau menanamkan keterampilan pada setiap orang yang memanfaatkannya.

Asyar (2012:193) menyebutkan bahwa, pemanfaatan media pembelajaran oleh pendidik, diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, memfasilitas proses interaksi antara siswa dengan pendidik, sesama siswa, dan siswa dengan ahli bidang ilmu yang relevan dimana saja.

Susilana (2009:21) menyebutkan bahwa, video disebut juga gambar hidup (motion picture) yaitu, serangkaian gambar yang meluncur secara cepat, dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan seperti nyata.  Video merupakan media yang menyajikan pesan secara audio visual, dan gerak yang dapat memberikan pesan impresif bagi orang yang melihat.

METODE

Pengembangan media pembelajaran ini dilakukan mengikuti model rancangan pengembangan menurut Sadiman. Adapun langkah-langkah yang dilakukan seperti yang ada dalam flow chart sebagai berikut: 1) identifikasi kebutuhan, 2) perumusan tujuan, 3) pengembangan materi, 4) pengembangan alat evaluasi, 5) penyusunan naskah dan story board, 6) produksi, 7) validasi, 8) revisi, 9) media siap pakai. Rancangan pengembangan penelitian ini dapat diilustrasikan seperti di bawah ini:

Dalam penelitian ini, subjek coba yang diidentifikasi sebagai orang yang menguji kelayakan media baik dari segi kelayakan media dan materi isi, penilaian produk oleh guru Bahasa Indonesia serta menguji cobakan produk pada siswa 

Jenis data yang diperoleh dari uji coba produk media  ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa tanggapan, saran perbaikan yang di peroleh dari hasil komentar, saran dan masukan.

Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah (1) Observasi, yaitu untuk keperluan pengembangan mulai tahap awal dalam mengidentifikasi masalah sampai tahap uji coba; (2) Pedoman wawancara, untuk mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan isi video yang akan dikembangkan, mendalami kajian produk saat uji coba (melengkapi hal-hal yang perlu penjelasan lebih lanjut dari angket); (3) Angket, digunakan untuk mengetahui presentase kelayakan, produk pada kegiatan uji coba ahli, uji coba audiens (siswa).

Data kelayakan yang diperoleh dari hasil validasi pengembangan video pembelajaran membaca puisi menggunakan skor angket berupa penilaian yang diberikan ahli materi, ahli media, dan audiens. Data yang dihasilkan menggunakan teknik presentase. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

                     

Keterangan :

P          = Persentase

x          = Jumlah keseluruhan jawaban responden dalam seluruh item

xi         = Jumlah keseluruhan nilai ideal dalam satu item

100%   = Konstanta

Pedoman yang digunakan untuk menilai kelayakan panduan membaca puisi berbasis video terbagi menjadi beberapa kriteria hasil, antara lain adalah kriteria valid, cukup valid, kurang valid, dan tidak valid, yang akan dijabarkan pada kriteria kevalidan media pembelajaran sebagai berikut:

Tabel 3.1 Kriteria Tingkat Kelayakan (Arikunto, 2016:245)

Pengolahan data pre-test dan post-test dalam penelitian ini adalah dengan menghitung perbandingan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan video pembelajaran. Perbandingan ini ditentukan dengan acuan Standar Ketuntasan Minimum (KKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu 70. Rumus yang digunakan

Keterangan:

P          = Persentase

ΣX       = Jumlah keseluruhan siswa yang memenuhi KKM

ΣXi      = Jumlah keselurahan siswa

100%   = Konstanta

HASIL

Penelitian pengembangan ini telah menghasilkan sebuah produk yaitu video pembelajaran membaca puisi, petunjuk menggunakan media video pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X dengan materi membaca puisi. Uji coba yang dilakukan pada subjek uji coba yaitu para ahli, guru dan siswa kelas X.

Validasi ahli Media dilakukan oleh 1 orang dosen jurusan Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Malang.

Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.2 tentang tanggapan responden ahli media diperoleh hasil 91.25%.

Sesuai kriteria yang ditentukan dapat disimpulkan bahwa, video pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi membaca puisi memenuhi kriteria valid/ layak, dengan demikian, media ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas dan diterapkan pada lingkup yang lebih luas.

Validasi ahli materi divalidasi oleh satu orang dosen jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dari analisis yang telah dilakukan pada tabel 4.4 tentang tanggapan responden ahli materi diperoleh hasil 85%. Berdasarkan kriteria yang ditentukan dapat disimpulkan bahwa, video pembelajaran Bahasa Indonesia materi membaca puisi memenuhi kriteria valid/ layak, sehingga media ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, dan diterapkan pada lingkup yang lebih luas.

. Data uji coba disajikan dalam bentuk tabel berisi aspek yang menggambarkan respon dalam bentuk angka 1 sampai dengan 4. Pembelajaran ini berupa pembelajaran Bahasa Indonesia materi membaca puisi yang diperoleh dengan data hasil uji coba produk. Data hasil uji coba diperoleh dari siswa pada uji coba peorangan sebanyak 3 siswa, uji coba kelompok kecil sebanyak 9 siswa dan uji coba lapangan sebanyak 20 siswa.

Menurut uji coba perorangan diperoleh hasil 80,9%. Berdasarkan kriteria yang ditentukan dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi membaca puisi memenuhi kriteria valid/ layak, sehingga media ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran dikelas dan dapat dilanjutkan degan uji coba kelompok kecil.

Menurut uji coba kelompok kecil diperoleh hasil 90%. Berdasarkan kriteria yang ditentukan dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi membaca puisi memenuhi kriteria valid/ layak, sehingga media ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran dikelas dan dapat dilanjutkan dengan uji coba lapangan.

Secara keseluruhan menurut uji coba lapangan diperoleh hasil 85,1%. Berdasarkan kriteria yang ditentukan dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi membaca puisi memenuhi kriteria valid/layak, sehingga media ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran dikelas dan diterapkan pada lingkup yang lebih luas.

Dari analisis dapat dimpulkan bahwa, semua siswa mengalami peningkatan hasil belajar. Skor rata-rata pada pre-test adalah 41,5 dan pada post-test adalah 72,75. Sehingga terjadi peningkatan skor hasil belajar pada tes uji lapangan secara keseluruhan sebesar 625, dengan persentase 31,25%. Dari data tabel juga terlihat peningkatan persentase siswa yang memenuhi KKM (≥ 70). Sebelum penggunaan media video pembelajaran, persentase siswa yang memenuhi KKM sebesar 5%, menjadi 85% setelah siswa menggunakan media video pembelajaran.

PEMBAHASAN

.Produk yang dikembangkan berupa video pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa SMA yang digunakan secara mandiri.  Video pembelajaran Bahasa Indonesia ini dikemas dalam bentuk digital versatile disk (DVD) dan penyimpanan digital (flashdisk).

Desain tampilan secara keseluruhan mengenai produk ini sengaja dibuat sesederhana mungkin, dengan paduan warna yang kontras antara background, teks, tombol-tombol yang digunakan, sehingga memudahkan bagi pengguna untuk mengoperasikannya.

Tampilan video pembelajaran Bahasa Indonesia ini layaknya video pembelajaran umumx dimana, diawali dengantampilan awal opening dan selanjutnya diikuti dengan pemaparan materi tentang teknik membaca puisi.

Video pembelajaran Bahasa Indonesia materi teknik membaca puisi ini selain memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Adapun beberapa kelebihan antara lain: 1) Produk tutorial berupa file digital sehingga mudah digunakan dan digandakan; 2) Produk juga dikemas dalam bentuk DVD (digital versatile disk) sehingga terhindar dari adanya virus yang merusak file digital; 3) Pemaparan materi ditampilkan dengan cara audio visual dan tayangan pada video diambil secara real/ nyata.

Sedangkan beberapa kekurangan dari video pembelajaran Bahasa Indonesia ini antara lain: 1) panduan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis video ini hanya membahas materi tentang teknik membaca puisi; 2) Penggunaan dari panduan pembelajaran  berbasis video ini sangat tergantung kepada spesifikasi hardware pendukung yang terpasang pada komputer atau laptop. Karena tidak semua komputer atau laptop terdapat drive CD/ DVD.

Produk ini telah diuji keefektifannya, berdasarkan hasil uji lapangan, produk ini telah menunjukkan keefektifaanya dalam memberikan bantuan siswa untuk dapat mempelajari materi teknik membaca puisi secara mandiri. Hal ini didasarkan pada data hasil angket atau kuesioner yang berisikan pertanyaan-pertanyaan tentang kualitas produk serta dilengkapi juga dengan saran dan masukan dari para ahli dan siswa .

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan paparan data dan pembahasan, dapat dideskripsikan mengenai produk video yang dikembangkan yaitu:  a) Kesimpulan yang diperoleh dari ahli media adalah media ini valid/ layak digunakan dalam proses pembelajaran dan berdasarkan hasil vaidasi diperoleh nilai sebesar 91,25%. (b) kesimpulan yang diperoleh dari ahli materi adalah media ini valid/ layak digunakan dalam proses pembelajaran, dan berdasarkan hasil vaidasi diperoleh nilai sebesar 85% (c)  kesimpulan yang diperoleh dari audiens/ siswa dalam skala terbatas adalah media ini valid/ layak digunakan dalam proses pembelajaran, dan berdasarkan hasil vaidasi diperoleh nilai sebesar  91,7%. (d) kesimpulan yang diperoleh dari audiens/ siswa uji lapangan adalah media ini valid/ layak digunakan dalam proses pembelajaran, dan berdasarkan hasil vaidasi diperoleh nilai sebesar 85,1% (e) hasil tes uji coba skala terbatas mengalami peningkatan hasil belajar. Peningkatan hasil belajar tersebut dapat dibuktikan ketika siswa sebelum menggunakan media pembelajaran, persentasi kelulusannya adalah 33,3%, dan setelah siswa menggunakan media pembelajaran, presentasi kelulusannya meningkat menjadi 100%  (f) hasil tes uji lapangan mengalami peningkatan hasil belajar. Peningkatan hasil belajar tersebut, dapat dibuktikan ketika siswa sebelum menggunakan media pembelajaran, persentasi kelulusannya adalah 5%, dan setelah siswa menggunakan media pembelajaran, presentasi kelulusannya meningkat menjadi 85%, (g) berdasarkan pengamatan penelitian terhadap proses pembelajaran di SMA Negeri 3 Atambua, khususnya pada saat belajar Bahasa Indonesia, sarana penunjang dalam pembelajaran yang memanfaatkan fungsi audio visual belum tersedia, khususnya penggunaan video pembelajaran.  Hal ini disebabkan  karena belum adanya pengembang yang memperhatikan kebutuhan siswa, terutama pada mata Bahasa Indonesia (h) dalam sistematika pengembangannya, terdapat langkah-langkah yang akan dilakukan. Adapun langkah-langkah tersebut adalah: 1) identifikasi kebutuhan, 2) perumusan tujuan, 3) pengembangan materi, 4) pengembangan alat evaluasi, 5) penyusunan naskah dan story board, 6) produksi, 7) validasi, 8) revisi, 9) media siap pakai.  (i) keterbatasan dari video pembelajaran adalah memerlukan adanya perangkat komputer/ laptop atau VCD/ DVD player dan LCD proyektor untuk menggunakannya. SMA Negeri 3 Atambua sudah memiliki perangkat seperti komputer, laptop, dan LCD proyektor.

Saran

Berdasarkan hasil pengembangan video pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X kompetensi membaca puisi, maka pengembang dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut:

Saran Pemanfaatan

Disarankan untuk pemanfaatan media ini, guru atau pengguna video pembelajaran harus menyiapkan perangkat komputer/ laptop sebagai pemutar VCD/ DVD yang berisi mata pelajaran Bahasa Indonesia pokok bahasan membaca puisi.

Saran Diseminasi

Disarankan bagi guru, adanya video pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X semester 2 untuk tingkat SMA ini, agar dijadikan media yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan bagi siswa, dapat menggunakan video pembelajaran ini sebagai media yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran.

Saran Pengembangan Produk Lebih Lanjut

Disarankan untuk pengembangan selanjutnya, diharapkan video pembelajaran ini tidak hanya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, melainkan untuk mata pelajaran yang lainnya. Hal ini supaya siswa tertarik dalam kegiatan pembelajaran.

DAFTAR RUJUKAN

Anderson, R. H. 1994. Pemilihan dan Pengembangan Media Untuk Pembelajaran. Terjemahan oleh Yusufhadi Miarso dkk. Jakarta: CV, Rajawali

Arsyad, A. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Arsyad, Azhar. 2014. Media Pembelajaran. Cetakan ke-14. Jakarta:

PT. Raja Grafindo Persada.

Arikunto, S. 2010.  Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. (Edisi Revisi Kedua). Jakarta: PT Rhineka Cipta

Asnawir & Basyiruddin, Usman. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Press.

Asyar, R. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajran, Jakarta: Referensi Jakarta

Aqib, Z. 2010. Profesionalisme Guru dalam pembelajaran. Surabaya: Insan Cendekia

B.Uno, Hamzah & Lamatenggo, Nina. 2011. Teknologi Komunikasi & Informasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Borg, W. R. & Gall,  M. D. 1983. Education Research and Introduction (fourthed). New York : Longman Inc

Brata, Vincent Tapa. 2007. Videografi dan Sinematografi Praktis. Jakarta:

PT. Elexmedia Komputindo.

Chaer, A. & Agustina L. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta : Rineka Cipta

Copyright © 2014 Man_Pcel Blog Design by SMThemes

Daryanto. 2012. Media Pembelajaran. Bandung : Satu Nusa

Degeng, Nyoman S. 2013. Ilmu Pembelajaran; KlasifikasiVariabel Untuk Pengembangan Teori dan Penelitian. Bandung: Aras Media

Dimyati & Mudjiono. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Djojosuroto, K. 2005. Puisi dan Pembelajaran. Jakarta : Nuansa

Dwiyogo, Wasis. D. 2012. Merancang Pembelajaran dengan Mindmanager. Malang: Universitas Negeri Malang

Efendi, Mohammad. 2005. Orientasi Media Video Pembelajaran. Malang:

Universitas Negeri Malang.

http://abdkholeq.blogspot.com/2012/09/ruang-lingkup-pembelajaran-bahasa-dan.html

Hamalik, O. 2001. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara

Harjono, S. 1988. Prinsip-prinsip Pengajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta: Depdikbud

Hipetiew, I. 2009. Belajar dan pembelajaran.Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang

Isminiati, Cristina. 2012. Pengembangan dan Pemanfaatan Media Video

Instruksional Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Majalah Ilmiah

Pembelajaran Edisi Khusus 2012. (Online),

(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Dr.%20Christina%20Ismaniati,%20M.Pd./Pengembangan%20dan%20pemanfaatan%20media%20video%20instruksional%20untuk%20meningkatkan%20kualitas%20pembelajaran.pdf) diakses tanggal 26 April 2015.

Miarso, Y. 2007. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta : Kencana

Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep, Karakteristik dan Implementasi. Bandung : Roda Karya

Munadi, Yudhi. 2013. Media Pembelajaran (Sebuah Pendekatan Baru). Jakarta:

GP Press Group.

Munir. 2013. Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Nurhadi. 1987. Membaca Cepat dan Efektif. Bandung: Sinar Baru

Nurgianto, B. 2004. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta : BPFE

Pradopo, R. Djoko. 2012. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gaja Mada University Press

Pratiwi, Yuni., Suherjanto, Indra., Sakti, K. Aga. 2016. Membaca Estetik Puisi.Yogyakarta: Ombak

Riyana, C. 2007. Pedoman Pengembangan Video. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Rusman. 2010. Model-model pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Rusman., Kurniawan, D., Riyana C. 2012. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Sadiman, Arief S., Rahardjo, R., Haryono, Anung., Rahardjito. 2010. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Sanjaya, W. 2014. Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta: Kencana

Setyosari, P. & Sihkabuden. 2005. Media Pembelajaran. Malang: Elang Mas

Siregar, Evelin & Nara, Hartini. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor:

Ghalia Indonesia.

Slamento. 2003. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta

Sobur, Alex. 2011. Psikologi Umum. Bamdung: CV Pustaka Setia

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta

Sukardjo & Ukim. 2010. Landasan Pendidikan Konsep dan Aplikasinya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sukiman, 2012. Pengembangan Media Pembelajaran, Yogyakarta: Pedagogia

Sukmadinata. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Susilana, R. & Riyana. C. 2009. Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. Bandung: Wacana Prima

Tarigan, H. Guntur. 1986. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung : Angkasa

Tarigan, H.G. 1994. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan. Bandung: Angkasa

Teeuw, A. 1991. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta : Pustaka Pelajar

Warsita, Bambang. 2010. Model Pembelajaran, Landasan dan Aplikasinya. Jakarta:

PT. Rineka Cipta.

Winkel, W. S. 1996. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo

Wibawa, Basuki & Mukti, Farida. 1991. Media Pengajaran. Jakarta: Depdikbud

Dikjen Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Yamin,  M. & Bansu I. Ansari. 2008. Taktik Mengembangkan Kemampuan Individual Siswa.Jakarta: Gaung Persada Press