DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Bahan Manipulatif dalam Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Pemahaman Matematika dan Keaktifan Siswa Kelas VII E di SMP Islam Terpadu (IT) Asy-syadzili pada Materi PLSV

Rifaatul Mahmudah

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Mahmudah, Rifaatul. 2016. Penggunaan Bahan Manipulatif dalam Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Pemahaman Matematika dan Keaktifan Siswa Kelas VII E di SMP Islam Terpadu (IT) Asy-syadzili pada Materi PLSV. Tesis. Pascasarjana Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd., M.A., (II) Dr. Sisworo, M.Si.

 

Kata kunci: Bahan manipulatif, pembelajaran kooperatif, pemahaman, keaktifan

Belajar matematika sangat membutuhkan pemahaman. Sedangkan salah satu pendukung terbentuknya pemahaman matematika adalah keaktifan belajar. Pada kenyatannya masih banyak ditemui masalah terkait pemahaman dan keaktifan di kelas. Salah satu kelas yang mengalami masalah terkait pemahaman dan keaktifan adalah kelas VII E di SMP IT Asy-syadzili Pakis. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami matematika. Siswa juga hanya menjadi pendengar ketika pembelajaran berlangsung.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan bahan manipulatif dalam pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa pada materi PLSV. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas VII E SMP IT Asy-syadzili Pakis dengan subjek penelitian sebanyak 16 siswa. Data yang dikumpulkan berupa hasil observasi tindakan guru, hasil observasi aktivitas siswa, hasil observasi keaktifan siswa dan hasil transkripsi video. Analisis data yang dilakukan adalah analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif.

Pemahaman dan keaktifan siswa mengalami peningkatan setelah penerapan pembelajaran menggunakan bahan manipulatif dalam pembelajaran kooperatif. Berdasarkan tes akhir siklus I diketahui 64,29% siswa mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 70. Hasil ini belum memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 80% siswa memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 70, sehingga dilanjutkan pada siklus ke II. Hasil tes akhir siklus II menunjukkan 87,50% siswa mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 70. Hasil observasi keaktifan siswa siklus I menunjukkan 61,67% siswa berada pada kategori aktif. Hasil ini juga belum memenuhi kriteria keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 80% siswa berada pada kategori aktif. Sedangkan pada siklus II hasil observasi lembar keaktifan siswa menunjukkan 87,50% berada pada kategori aktif.

Adapun langkah-langkah pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini meliputi delapan langkah. Pertama, menyampaikan tujuan pembelajaran. Kedua, menyajikan informasi. Penyajian informasi dilakukan dengan metode ceramah yang disertai pertanyaan-pertanyaan serta demonstrasi penggunaan bahan manipulatif untuk mengantarkan siswa memahami materi PLSV. Ketiga, mengorganisasikan/membentuk siswa dalam tim. Kelompok dibentuk dengan empat sampai lima orang siswa. Setiap kelompok terdiri dari siswa berkemampuan rendah, sedang dan tinggi. Keempat, memberikan bantuan kepada tim. Pada tahapan ini siswa bekerja menggunakan bahan manipulatif. Guru memberikan arahan, bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menggunakan bahan manipulatif. Pada tahap ini guru harus memastikan semua siswa berinteraksi dengan bahan manipulatif untuk membangun pemahamnnya terkait materi PLSV. Kelima, memfasilitasi presentasi kelompok. Pada tahap ini guru harus memastikan setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk menyajikan jawabannya. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa menyajikan jawaban, menjawab petanyaan, menyampaikan ide dan pendapat, kemampuan siswa bertanya serta memperkuat pemahaman siswa terkait PLSV. Keenam, melaksanakan permainan (game). Permainan dilaksanakan pada pertemuan akhir setiap siklus. Permainan dilakukan dengan cara setiap kelompok menyelesaikan satu soal PLSV secara estafet. Satu anggota kelompok hanya boleh menuliskan satu langkah penyelesaian saja dan langkah selanjutnya dituliskan oleh anggota kelompok yang lain. Ketujuh, melaksanakan tes. Pelaksanaan tes dilakukan di pertemuan akhir pembelajaran materi PLSV. Tes ini dilakukan untuk mengukur pemahaman matematika siswa. Kedelapan, memberikan penghargaan. Penghargaan diberikan kepada kelompok-kelompok yang berprestasi. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi guru terhadap siswa sekaligus sebagai motivasi siswa dalam belajar matematika.