DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses Berpikir Siswa Tunanetra dalam Menyelesaikan Masalah Matematika di UPT SMPLBN Kota Pasuruan

Indah Syafitri T.

Abstrak


ABSTRACT

 

T., Indah Syafitri. 2016. Proses Berpikir Siswa Tunanetra dalam Menyelesaikan Masalah Matematika di UPT SMPLBN Kota Pasuruan. Tesis, Program Studi  Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subanji, M.Si, (II) Drs. Dwiyana, M.Pd., Ph.D

Kata kunci: Proses Berpikir, Siswa Tunanetra, Penyelesaian Masalah, Masalah Matematika.

Selama ini telah banyak penelitian yang menjadikan siswa awas (siswa normal) sebagai subjek penelitian, tidak terkecuali dalam penelitian mengenai proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Namun dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk meneliti mengenai proses berpikir siswa tunanetra. Berdasarkan hasil observasi awal, siswa tunanetra terlihat kesulitan dan lambat dalam menyelesaikan masalah dan biasanya siswa tunanetra lebih suka menyelesaikan masalah dengan diawang-awang. Hal ini menyebabkan guru kesulitan untuk mengetahui proses berpikir siswa tunanetra. Padahal penting bagi guru untuk mengetahui proses berpikir siswanya. Inilah yang memotivasi peneliti untuk melakukan penelitian mengenai proses berpikir siswa tunanetra dalam menyelesaikan masalah matematika.

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa tunanetra dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan mengetahui proses berpikir siswa, diharapkan guru mampu memperbaiki kesalahan konsep yang mungkin dialami siswa dalam menyelesaikan masalah matematika sehingga pada akhirnya siswa memperoleh pemahaman matematika yang benar.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan bertempat di UPT SMPLBN Kota Pasuruan. Subjek dalam penelitian ini merupakan seorang siswa tunanetra dari kelas IX A. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari peneliti sendiri sebagai instrumen utama, kemudian instrumen bantu terdiri dari lembar soal tes, pedoman wawancara, dan alat rekam (suara dan video). Selanjutnya, metode pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah metode wawancara berbasis tugas, metode think aloud, dan dokumentasi.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir siswa tunanetra dalam menyelesaikan masalah matematika di UPT SMPLBN Kota Pasuruan adalah sebagai berikut: stimulus berupa masalah secara utuh masuk ke dalam sensory register siswa tunanetra melalui indra perabaan dan indra pendengaran. Setelah dari sensory register, informasi selanjutnya memasuki short-term memory. Namun sebelum itu, informasi melewati tahap selective attention dan perception. Dalam short-term memory/working memory, informasi diolah lebih lanjut. Informasi lama berupa pengetahuan/konsep-konsep yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah matematika dipanggil dari long-term memory menuju short-term memory siswa (retrieval). Kemudian, ketika informasi meninggalkan short-term memory, ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu informasi akan menuju ke long-term memorydan atau akan diteruskan menuju lingkungan berupa respon/jawaban siswa tunanetra mengenai stimulus yang masuk sebelumnya.