DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Metode Permainan untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Materi Barisan dan Deret Kelas X SMA

Elis Widyo Palupi

Abstrak


ABSTRACT

 

Palupi, Elis Widyo. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Metode Permainan untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Materi Barisan dan Deret Kelas X SMA. Tesis. Jurusan Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.S., M.Si., (II) Dr. Makbul Muksar, S.Pd, M.Si.

 

Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Permainan, Motivasi, Barisan dan Deret

Matematika merupakan salah satu area belajar yang memiliki kekurangan dalam hal motivasi siswa. Padahal motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar untuk menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Motivasi dapat ditingkatkan pada aktivitas pembelajaran yang menyediakan kesempatan siswa untuk berpartisipasi, menunjukkan usaha, berperilaku sesuai minat, dan melakukan organisasi diri tanpa tekanan sehingga hasil belajar juga meningkat. Salah satu upaya untuk menciptakan aktivitas tersebut adalah dengan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis permainan. Pengembangan perangkat ini terdiri atas RPP dan LKS pada materi barisan dan deret kelas X. Materi tersebut dipilih karena mayoritas siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita terkait barisan dan deret.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat berbasis permainan pada materi barisan dan deret kelas X SMA yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan motivasi siswa. Pengembangan yang dilakukan menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga tahap, yaitu (1) preliminary research (penelitian awal), (2) prototyping phase (tahap pengembangan), dan (3) assessment phase (tahap asesmen).

Penelitian ini diawali dengan menganalisis kebutuhan dan konteks, yakni dengan melakukan analisis motivasi awal siswa, analisis kelemahan perangkat pembelajaran yang digunakan sebelumnya, dan mengkaji materi barisan dan deret. Dengan mengidentifikasi dan membatasi masalah, pengembang menentukan solusi dari masalah yang telah ditentukan sebelum mengembangkan prototipe pertama. Kegiatan pengembangan prototipe pertama meliputi kegiatan pengembangan RPP dan LKS berbasis permainan berdasarkan masalah yang ditemukan sebelumnya yakni kurangnya motivasi siswa dan merancang instrumen penelitian. Setelah prototipe pertama dirancang, uji kevalidan dilakukan dengan validasi yang dilakukan kepada 2 validator ahli dan 1 validator praktisi. Berdasarkan analisis kevalidan produk, diperoleh hasil bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid. Beberapa revisi dilakukan untuk penyempurnaan produk dan kemudian dilakukan uji coba kelompok kecil 8 siswa. Uji coba pertama hanya digunakan untuk menilai kepraktisan perangkat pembelajaran dengan menggunakan tiga instrumen penilaian, yakni lembar keterlaksanaan perangkat pembelajaran, angket respon siswa, dan angket respon guru. Berdasarkan analisis kepraktisan produk, diperoleh hasil bahwa keterlaksanaan perangkat pembelajaran pada empat pertemuan memenuhi kriteria baik, respon siswa memenuhi kriteria sangat baik, dan respon guru memenuhi kriteria sangat baik. Dengan demikian, kepraktisan produk pada uji coba pertama memenuhi kriteria praktis.

 

Setelah uji coba pertama, revisi dilakukan kembali untuk mengurangi kesalahan yang muncul pada uji coba selanjutnya. Uji coba kedua dilakukan kepada 28 siswa kelas X SMAN 2 Batu. Uji coba kedua dilakukan untuk menguji kepraktisan dan keefektifan produk dalam meningkatkan motivasi siswa. Hasil uji kepraktisan pada uji coba kedua tidak jauh berbeda dengan uji coba pertama, yakni keterlaksanaan perangkat pembelajaran empat pertemuan memenuhi kriteria baik, respon siswa dengan kriteria sangat baik, dan respon guru dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan analisis keefektifan produk pada instrumen lembar pengamatan motivasi siswa dan tes hasil belajar, diperoleh hasil bahwa setelah uji coba dilakukan terdapat 22 siswa yang termotivasi sedangkan 19 siswa termotivasi sebelum uji coba dilakukan. Dengan analisis lebih lanjut, diperoleh hasil bahwa 18 siswa mengalami peningkatan motivasi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan memenuhi kriteria praktis dan efektif.