DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Representasi Matematis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita

Achmad Faruq

Abstrak


ABSTRAK

 

Faruq, Achmad. 2016.Representasi Matematis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Ipung Yuwono, M.S.,M.Sc (II) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si, Ph.D

 

Kata kunci: Representasi, Soal Cerita Matematika, Penyelesaian Masalah

Representasi matematis berperan penting dalam proses penyelesaian soal cerita (word problem). Berdasarkan fakta di lapangan yang menunjukkan bahwa siswa sering kesulitan dan gagal dalam menyelesaikan masalah matematis berbentuk soal cerita. Kegagalan tersebut diawali dari ketidakmampuannya dalam membuat representasi dengan tepat. Jika proses pembuatan representasi matematis yang dibuat oleh siswa dapat diketahui, maka diharapkan keberhasilan penyelesaian soal cerita matematika akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Proses pembuatan representasi dilakukan melalui tahap translasi, integrasi, dan solusi. 

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan untuk mengungkapkan kejadian dari gejala-gejala yang muncul dari subjek penelitian. Penelitian ini di laksanakan di SMP Negeri 3 Sidoarjo pada semester genap tahun pelajaran 2015-2016. Subjek penelitian dipilih 6 orang siswa SMP kelas VIII disekolah tersebut yang memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Teknik pemilihan subjek dalam penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh berupa hasil jawaban tugas penyelesaian soal cerita, data hasil wawancara terhadap subjek dan catatan lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi matematis siswa kelas VIII  di SMPN 3 Sidoarjo yang berkemampuan matematika tinggi yaitu Subjek 1 dan Subjek 2 dalam menyelesaikan soal cerita dengan melakukan representasi skematik melewati langkah-langkah sebagai berikut: (a) Pada tahap translasi dapat mengidentifikasi ide-ide matematis dan klarifikasi masalah, (b) pada tahap integrasi mampu membuat membuat skema dan mampu membuat penyataan deklaratif yang melibatkan variabel, namun tidak tepat dalam memberi makna pada variabel tersebut. (c) pada tahap solusi mampu melakukan komputasi yang menghasilkan solusi dan memeriksa kembali.Siswa kelas VIII di SMPN 3 Sidoarjo berkemampuan matematika sedang yaitu Subjek 3 dan Subjek 4, melakukan representasi skematik dengan langkah-langkah: (a) pada tahap translasi mampu mengidentifikasi ide-ide matematis dalam soal, namun lemah dalam klarifikasi masalah, (b) pada tahap integrasi mampu membuat hubungan antar ide-ide matematis dengan membuat parafrase/kata kunci, mampu membuat skema dari hasil identifikasi yang telah dilakukan, dan tidak mampu memaknai variabel dengan tepat (c) pada tahap solusi menggunakan teknik guessing (tebakan) sebelum melakukan komputasi, mampu melakukan komputasi yang menghasilkan solusi serta memeriksa kembali. Siswa kelas VIII di SMPN 3 Sidoarjo berkemampuan matematika rendah yaitu Subjek 5 dan Subjek 6, melakukan representasi piktorial dengan melalui langkah-langkah: (a) pada tahap translasi mampu mengidentifikasi informasi berupa kuantitas dan pernyataan relasional dalam soal cerita, (b) pada tahap integrasi tidak mampu membuat gambar dengan tepat, (c) pada tahap solusi melakukan rencana solusi dari gambar yang telah dibuat, melakukan komputasi dengan guessing (tebakan) untuk menghasilkan solusi.