DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perilaku Profesional dan Beban Kerja Pendidik di Sekolah Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas IA Blitar

Devi Mariana

Abstrak


ABSTRAK

 

Mariana, Devi. 2016. Perilaku Profesional dan Beban Kerja Pendidik di Sekolah Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas IA Blitar. Tesis, Manajemen Pendidikan Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M. Pd, (II) Drs. Burhanuddin, M.Ed., Ph. D.

 

Kata Kunci: perilaku profesional, beban kerja, profil pendidik, tugas pendidik.

Keberhasilan proses belajar mengajar sangat tergantung dari perilaku profesional mengajar pendidik sebagai pelaksana. Keterlibatan peserta didik dan interaksi yang terjadi tergantung pada sistem pembelajaran yang dikembangkan pendidik. Masalah yang paling utama dalam beban kerja terletak pada masing-masing pendidik. 

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendiskripsikan “perilaku profesional dan beban kerja pendidik di sekolah lembaga pemasyarakatan khusus anak blitar”. Fokus penelitian meliputi:(1) profil pendidik di sekolah LPKA, (2) perilaku profesional pendidik di sekolah LPKA, (3) beban kerja dan tugas pendidik di sekolah LPKA.

Penelitian dilaksanakan melalui rancangan studi kasus. Lokasi penelitian adalah di sekolah LPKA Blitar. Pengumpulan data dilaksanakan dengan  (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Sedang untuk mendapatkan keabsahan data dilakukan dengan pengecekan kredibilitas yang pelaksanaannya dilaksanakan dengan triangulasi, kecukupan referensial, dan pengecekan keanggotaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pendidik di LPKA Blitar beragam, pendidik memiliki kualifikasi pendidikan yang beragam terutama pada jenjang sekolah dasar yang sebagian besar bergelar sarjana hukum sedangkan pendidik di sekolah menengah pertama sebagian besar bergelar sarjana pendidikan karena mengikuti sekolah induk. Jumlah pendidik memadai, namun sebagian besar adalah petugas LPKA sendiri. Pendidik di SD LPKA sebagian tidak pernah memiliki pengalaman mengajar, sementara pendidik SMP LPKA memiliki pengalaman mengajar karena sebelumnya sudah mengajar di sekolah lain.

Perilaku profesional pendidik di sekolah LPKA dikelompokkan kedalam empat perilaku. Pertama, perilaku pedagogik berdasarkan penguasaan bahan pembelajaran pendidik SD LPKA tidak pernah membuat RPP sebagai rancangan pembelajarannya, sementara pendidik SMP selalu menyusun RPP untuk pembelajaran dan juga pelaporan, pendidik LPKA memberikan metode ceramah, diskusi, pemberian tugas dan kuis, dalam pemberian nilai pendidik menilai berdasarkan buku harian dan keaktifan mengikuti ulangan harian. Kedua, perilaku kepribadian pendidik LPKA memberikan teladan dengan membiasakan kesopanan kepada petugas, taat beribadah, menjaga kebersihan. Ketiga, perilaku sosial, hubungan antara pendidik dengan orang tua peserta didik terjalin dengan baik, dengan adanya komunikasi ketika orangtua mengurus perlengkapan anak didik dan ketika membicarakan masa tahanan anak. Keempat, perilaku profesional meliputi: penguasaan bahan/materi pelajaran, pengelolaan program pembelajaran, pengelolaan kelas, landasan-landasan pendidikan, dan interaksi belajar mengajar.

Beban kerja dan tugas pendidik secara keseluruhan sudah diatur dalam surat keputusan pendidik masing-masing dan menjadi hak kepala sekolah untuk menentukan, saat ini sebagian besar pendidik LPKA memiliki tugas rangkap karena kekurangan pendidik, hambatan dalam menjalankan tugas sebagian besar berasal dari peserta didik yang sulit di atur dan memiliki motivasi rendah dalam belajar, ketersediaan sarana prasarana pendidikan yang kurang memadai juga seringkali mengganggu pelaksanaan tugas dan tanggungjawab pendidik. 

Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian yaitu: (1) Kepala SD Istimewa III dan SMP Terbuka LPKA Blitar hendaknya memberikan bimbingan dalam mengelola pendidik terutama dalam perilaku profesional yaitu selalu menggunakan rancangan pembelajaran sebelum melakuan pembelajaran agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien. Selain itu, kepala sekolah hendaknya membagi beban kerja dan tugas antar pegawai secara adil; (2) Pendidik LPKA Blitar hendaknya menunjukkan perilaku profesional agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Pendidik LPKA juga sebaiknya dapat mengelola tugas dan tanggung jawab yang diemban meskipun memiliki tugas dan beban kerja yang rangkap; (3) Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas IA Kota Blitar hendaknya lebih memperhatikan Sub Binadik dalam mengurus masalah pendidikan anak-anak terpidana agar mereka dapat sepenuhnya memperoleh pendidikan yang layak, terutama memperhatikan pendidik agar tidak terjadi beban kerja yang melebihi kapasitas masing-masing. Sehingga mereka dapat bekerja dengan penuh konsisten; (4) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Blitar hendaknya memperhatikan pendidik di sekolah LPKA dengan memberikan bantuan tenaga pendidik agar penyelenggaraan pendidikan di LPKA berlangsung dengan baik; (5) Bagi Kepala Kemenkumham RI Jawa Timur sebagai pengelola LPKA seluruh Jawa Timur hendaknya lebih memperhatikan pendidikan anak didik LPKA terutama terhadap pendidik yang mengajar agar proses pembelajaran terselenggara dengan baik.dan (6) Peneliti lain hendaknya melakukan penelitian secara kualitatif atau kuantitatif dan penelitian pengembangan terkait perilaku profesional dan beban kerja pendidik yang efektif.