DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses Berpikir Siswa dalam Membuat Koneksi Matematis Pada Materi Barisan dan Deret Aritmetika

Prilyana Mukti Wirayanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Wirayanti, Prilyana Mukti. 2016. Proses Berpikir Siswa dalam Membuat Koneksi Matematis Pada Materi Barisan dan Deret Aritmetika. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.S, M.Sc, (II) Dr. Makbul Muksar, S.Pd, M.Si.

 

Kata kunci: Proses berpikir, koneksi matematis, barisan dan deret aritmetika.

Proses pembelajaran langsung adalah proses yang mana peserta didik mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berpikir. Ini berarti bahwa guru seharusnya perlu mengetahui proses berpikir siswa agar dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Peneliti telah melakukan observasi awal dengan siswa kelas XI TKR 3 (Teknik Kendaraan Ringan) di SMK Negeri 1 Kediri yang telah menerima materi barisan dan deret di kelas X. Dari 29 siswa terdapat 11 siswa yang lengkap dalam membuat koneksi matematis pada soal barisan dan deret aritmetika, tidak ada siswa yang lengkap dalam membuat koneksi matematis pada soal barisan geometri, dan tidak ada siswa yang membuat koneksi matematis pada soal deret geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam membuat koneksi matematis pada materi barisan dan deret aritmetika berdasarkan teori Swartz dan Reagan.

Koneksi matematis meliputi hubungan antara ide-ide matematis dalam satu topik yang sama (konsep atau prosedur barisan dan deret aritmetika dengan fungsi dan SPLDV), hubungan antara ide-ide matematis (konsep atau prosedur matematika) dalam suatu topik dengan topik yang lain (konsep atau prosedur barisan aritmetika dengan keliling lingkaran), dan hubungan antara ide-ide matematis dengan disiplin ilmu lain (konsep atau prosedur deret aritmetika dengan tegangan total pada rangkaian listrik yang disusun seri). Proses berpikir dalam membuat koneksi matematis adalah runtutan aktivitas yang menggunakan akal dan melibatkan keterampilan berpikir untuk mempertimbangkan dan memutuskan hubungan antara ide-ide matematis (konsep atau prosedur matematika). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, kuesioner, dan pedoman wawancara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir siswa berkemampuan koneksi matematis tinggi lengkap dalam membuat koneksi matematis pada materi barisan dan deret aritmetika dengan keliling lingkaran dan SPLDV yaitu dapat menentukan ide-ide matematis, menentukan kemiripan ide-ide matematis, menjelaskan ide-ide matematis, menghubungkan ide-ide matematis yang berhubungan dengan keliling lingkaran dan SPLDV, menentukan alasan dari hubungan tersebut, menjelaskan kelogisan hubungan tersebut menggunakan informasi yang terdapat pada permasalahan, membuat kesimpulan, mempertimbangkan dan memutuskan hubungan antara ide-ide matematis yaitu menggunakan rumus keliling lingkaran, eliminasi, dan substitusi serta menghubungkan konsep atau prosedur barisan dan deret aritmetika dengan keliling lingkaran dan SPLDV secara keseluruhan. Proses berpikir siswa berkemampuan koneksi matematis tinggi kurang lengkap dalam membuat koneksi matematis pada materi barisan dan deret aritmetika dengan fungsi dan tegangan total pada rangkaian listrik yang disusun seri tetapi siswa tersebut dapat mengetahui fungsi dan tegangan total pada rangkaian listrik yang disusun seri, menggunakan dan menghubungkannya dengan konsep atau prosedur barisan dan deret aritmetika secara keseluruhan. Proses berpikir siswa berkemampuan koneksi matematis sedang kurang lengkap dalam membuat koneksi matematis pada materi barisan dan deret aritmetika dengan keliling lingkaran, SPLDV, fungsi, dan rangkaian listrik yang disusun seri. Siswa berkemampuan koneksi matematis sedang tidak mengetahui fungsi dan kurang tepat dalam menghubungkan konsep atau prosedur barisan dan deret aritmetika dengan keliling lingkaran dan SPLDV secara keseluruhan. Proses berpikir siswa berkemampuan koneksi matematis rendah kurang lengkap dalam membuat koneksi matematis pada materi barisan dan deret aritmetika dengan keliling lingkaran, SPLDV, fungsi, dan tegangan total. Siswa berkemampuan koneksi matematis rendah tidak mengetahui fungsi, SPLDV, dan tegangan total pada rangkaian listrik yang disusun seri. Siswa berkemampuan berkemampuan koneksi matematis rendah kurang tepat dalam menggunakan SPLDV dan kurang tepat dalam menghubungkannya dengan konsep atau prosedur barisan dan deret aritmetika, dan kurang tepat dalam menghubungkan konsep atau prosedur deret aritmetika dengan tegangan total secara keseluruhan.