DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Kurikulum Muatan Lokal Kewirausahaan Untuk Menumbuhkan Minat Berwirausaha Peserta Didik (Studi Kasus di SMA Selamat Pagi Indonesia)

Akhadiyah Vivi Intansari

Abstrak


ABSTRAK

 

Intansari, Akhadiyah. V. 2016. Manajemen Kurikulum Muatan Lokal Kewirausahaan Untuk Menumbuhkan Minat Berwirausaha Peserta Didik (Studi Kasus di SMA Selamat Pagi Indonesia). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin,M.Pd. (II) Dr. H. Sultoni, M.Pd

 

Kata kunci: manajemen kurikulum, muatan lokal kewirausahaan

Menurut STIE Ekuitas (2013), jumlah wirausaha hanya 570.339 orang atau sekitar 0,24% dari jumlah penduduk yang sebanyak 237,64 juta. Hal itu membuktikan bahwa warga Indonesia yang berprofesi sebagai wirausaha tidak banyak. Itu artinya banyak peluang bagi siapa saja yang ingin berwirausaha dimulai dari hal yang sederhana. Tidak hanya orang dewasa, kinipun pelajar juga memiliki peluang untuk menjadi seorang wirausaha. Kewirausahaan sudah berkembang melalui muatan lokal kewirausahaan baik disekolah tingkat SMK bahkan SMA swasta atau negeri. Saat ini, Sekolah Menengah Ataspun juga sudah mendapat ilmu pengetahuan mengenai kewirausahaan melalui muatan lokal. Salah satunya yaitu SMA Selamat Pagi Indonesia yang berlokasi di Kota Wisata Batu yang sudah menerapkan muatan lokal kewirausahaan sejak dibangunnya sekolah tersebut.

Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendiskripsikan: (1) mendeskripsikan materi kewirausahaan yang menjadi isi kurikulum muatan lokal kewirausahaan di SMA Selamat Pagi Indonesia,(2) mendeskripsikan perencanaan program kurikulum muatan lokal kewirausahaan di SMA Selamat Pagi Indonesia, (3) mendeskripsikan pelaksanaan program kurikulum muatan lokal kewirausahaan di SMA Selamat Pagi Indonesia, dan (4) mendeskripsikan pengawasan program kurikulum muatan lokal kewirausahaan di SMA Selamat Pagi Indonesia.

Penelitian ini dilaksanakan denggan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melihat tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan keadaan sesungguhnya yang ada di lokasi penelitian tentang manajemen kurikukum muatan lokal kewirausahaan untuk menumbuhkan minat berwirausaha peserta didik. Penelitian ini dilakukan di SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu yang beralamatkan dijalan Pandanrejo No 1 Kota Wisata Batu, Provinsi Jawa Timur. Peneliti berperan sebagai instrumen penelitian dan sebagai pengumpul data. Informan kunci penelitian ini yaitu Bapak Abdi Riskiyanto, S,Pd selaku waka kurikulum di SMA Selamat Pagi Indonesia. Pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, dan teknik dokumentasi.

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) materi kewirausahaan yang menjadi isi kurikulum berpaku pada buku yang didapat dari Kemendikbud dengan menggunakan kurikulum 2013. Perencanaan kurikulum muatan lokal kewirausahaan (1) dilaksanakan pada awal tahun oleh semua guru dan Kepala Sekolah melalui rapat, dan (2) dilanjutkan dengan pengerjaan tanggungjawab guru dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran. Perencanaan ekstrakurikuler kewirausahaan dilaksanakan dengan (1) show talent, yang diikuti oleh semua peserta didik baru pada wal masuk sekolah, (2) membuat program, baik berupa program tahunan, bulanan, atau bahkan berupa jadwal. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan divisi ekstrakurikuler kewirausahaan, (3) jadwal piket ekstrakurikuler kewirausahaan, jadwal ini sangat fleksibel, karena besar kemungkinan peserta didik akan saling membantu antar divisi, jika terdapat divisi yang kekurangan personel. Pelaksanaan kurikulum muatan lokal kewirausahaan yaitu (1) pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan didalam kelas untuk teori dan diluar kelas untuk kegiatan praktek disesuaikan dengan materi yang akan dibahas, (2) Guru selalu mengedepankan metode pembelajaran praktek,  dan 3) tiap akhir semester, peserta didik selalu dimintai tugas akhir berupa hasil karya peserta didik yang disesuaikan dengan materi pembelajaran. Pelaksanaan ekstrakurikuler kewirausahaan dilaksanakan berdasarkan masing-masing divisi atau bidang yang sudah ditentukan, yaitu (1) 1) food production, bidang atau divisi ini memiliki pelaksanaan memproduksi produk makanan yang dilaksanakan oleh anak magang dan peserta didik SMA Selamat Pagi Indonesia, (2) Pertanian, kegiatan pertanian berawal dari pemanfaatan lahan kosong milik SMA Selamat Pagi Indonesia, dan karena sekolah bersistem asrama, kegiatan ini menjadi kegiatan utama peserta didik sepulang sekolah sebelum adanya kampung kidz, dan (3) Peternakan, kegiatan mereka dilaksanakan pada sore hari sepulang sekolah, dan untuk hari sabtu, dan minggu mereka melaksanakan kegiatan mulai dari pagi hari. Kegiatan itu meliputi permbersihan kandang, memberi makan hewan ternak, mengembangbiakkan hewan ternak, dan melayani pengunjung yang datang ke kampung kidz. Pengawasan kurikulum muatan lokal kewirausahaan berupa (1) supervisi pembelajaran kepada guru kewirausahaan dikelas, dan (2) workshop intern sekolah dengan mengundang pemateri dari luar. Pengawasan ekstrakurikuler kewirausahaan dilaksanakan oleh pembina dengan (1) pengawasan langsung, dan (2) pengawasan tidak langsung.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka saran yang dapat disampaikan yaitu kepada: (1) Kepala SMA Selamat Pagi Indonesia, alangkah baiknya jika metode atau teknik supervisi ditambah, tidak hanya menggunakan kunjungan kelas. Perlu adanya campur tangan sekolah dalam pengaturan atau manajemen seperti melibatkan waka kesiswaan untuk mengatur kegiatan ekstrakurikuler kewirausahaan, (2) Waka Kurikulum, hendaknya perlu adanya penambahan personil untuk mempermudah dan memperingan pekerjaan bagian kurikulum untuk mengatur semua kebutuhan sekolah. Sehingga akan dengan mudah bagian kurikulum untuk menjalankan tupoksinya, (3) Pembina Ekstrakurikuler Kewirausahaan, hendaknya pembina menggunakan pengawasan langsung dalam kegiatan atau keberlangsungan masing-masing divisi atau bidang yang dipegang. Meskipun keterlibatan yang dilakukan pembina tidak secara terjadwal atau rutin, setidaknya pembina turut dalam kegiatan atau pelaksanaan kegiatan divisi atau bidang yang menjadi tanggungjawabnya, (4) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, penelitian ini dapat dijadikan bahan literatur dan kepustakaan untuk mahasiswa jurusan Administrasi Pendidikan dalam bidang manajemen kurikulum muatan lokal kewirausahaan di sekolah menengah atas dan (5) peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam menambah kajian tentang manajemen kurikulum muatan lokal kewirausahaan serta sebagai bahan pengetahuan terkait manajemen esktrakurikuler kewirausahaan di sekolah menegah atas.