DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Bahan Manipulatif untuk Memahamkan Materi Peluang pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 26 Malang dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik

Raey Hanah

Abstrak


ABSTRAK

Peluang merupakan salah satu materi dalam pembelajaran matematika yang banyak digunakan dalam kehidupan, sehingga penting bagi siswa untuk memahami peluang. Hasil observasi awal di SMP Negeri 26 Malang menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan memahami materi peluang. Sebanyak 98% siswa tidak dapat menyelesaikan soal mengenai peluang teoretik dan 95% siswa tidak dapat menyelesaikan soal mengenai peluang empirik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran menggunakan bahan manipulatif dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik yang dapat memahamkan materi peluang pada siswa kelas VII SMP Negeri 26 Malang.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-C SMP Negeri 26 Malang sebanyak 38 orang, terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Pembelajaran dilaksanakan dalam tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kegiatan inti dilaksanakan dalam empat langkah, yaitu (1) memahami masalah kontekstual, (2) menyelesaikan masalah kontekstual menggunakan bahan manipulatif, (3) membandingkan dan mendiskusikan jawaban, dan (4) menyimpulkan. Langkah-langkah tersebut memuat lima karakteristik pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik, yaitu (1) penggunaan konteks, (2) penggunaan model untuk matematisasi progresif, (3) pemanfaatan hasil konstruksi siswa, (4) interaktivitas, dan (5) keterkaitan. Bahan manipulatif yang digunakan adalah dadu yang terbuat dari kotak susu bekas,  permainan spiner yang terbuat dari botol minuman bekas dan alas kertas bergambar lingkaran, empat macam dadu dari bahan kertas karton (dadu 6, 8, 12, dan 20 sisi) dan potongan sedotan berwarna.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pembelajaran yang telah dilaksanakan berhasil memahamkan materi peluang kepada siswa. Hal ini ditunjukkan dengan tercapainya kriteria keberhasilan penelitian pada siklus II. Hasil analisis keberhasilan tindakan siklus I menunjukkan bahwa 70% dari banyak siswa yang mengikuti tes akhir telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), 43% tidak melakukan kesalahan konseptual, 49% tidak melakukan kesalahan prosedural, dan 70% tidak melakukan kesalahan kalkulasi. Hasil analisis keberhasilan tindakan siklus II menunjukkan peningkatan, yaitu 91% dari banyak siswa yang mengikuti tes akhir telah mencapai KKM, 70% tidak melakukan kesalahan konseptual, 73% tidak melakukan kesalahan prosedural, dan 79% tidak melakukan kesalahan kalkulasi. Hasil observasi pembelajaran siklus I dan II menunjukkan bahwa aktivitas siswa dan guru berada pada kategori baik. Hasil wawancara siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa respon siswa terhadap pembelajaran berada pada kategori baik.