DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PengaruhTeknologi Mobile sebagaiMindtoolsterhadapKeterampilan Problem Solving danMetakognitif

Fajar Arianto

Abstrak


ABSTRAK

 

Arianto, Fajar. 2016.  Pengaruh Teknologi Mobile sebagai Mindtools   terhadap Keterampilan Problem Solving dan Metakognitif. Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri  Malang. Pembimbing: (I)  Prof. Dr.  Punaji  Setyosari, M.Pd., M.E.d, (II) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd., M.Kes., (III) Saida Ulfa, M.Edu., Ph.D

 

Keywords: mindtools, problem solving, metakognitif, teknologi mobile, smartphone

Teknologi pendidikan  bertujuan untuk memfasilitasi belajar dan peningkatan kinerja. Memfasilitasi belajar menyangkut semua pebelajar, termasuk pebelajar yang mengalami keterbatasan. Cerebral palsy (CP) tipe spastik memilki lebih dari dua keterbatasan, sehingga berdampak pada kemampuan belajarnya. Pembelajaran bagi CP hendaknya diarahkan pada kemandirian dan keterampilan dalam berfikir. Kemandirian dapat dilakukan dengan mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan metakognitif. Penggunaan teknologi mobile mampu mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh CP tipe spastik.  Teknologi mobile berfungsi untuk memberikan pengalaman belajar dalam  lingkungan sosial dan informatika serta mendukung interaksi unik  yang bermanfaat untuk belajar. Aplikasi  yang terdapat dalam teknologi mobile, dalam penelitian ini adalah smartphone, jika digunakan akan mewakili apa yang mereka ketahui dengan melibatkan alam berfikir kritis tentang konten yang dipelajarinya. Penggunaan teknologi mobile bagi CP tipe spastik dapat digunakan sebagai alat berfikir (mindtools).

Penelitian ini menggunakan metode single subject research (SSR) dengan desain  multiplebaseline  (MB).  Subjek penelitian berjumlah tiga orang CP tipe spastik tanpa gangguan kognitif yang masih bersekolah di SMPLB yang memiliki kemampuan dalam mengoperasikan smartphone.   Eksperimen pada penelitian ini dilaksanakan selama 12 minggu  dengan mengerjakan soal  problem solving, partisipan I lama baseline 3 minggu dan intervensi 9 minggu; partisipan II lama baseline 5 minggu dan intervensi 7 minggu; lama baseline 7 minggu dan intervensi 5 minggu. Dan selama eksperimen, tiap minggu dilakukan pengambilan data untuk keterampilan metakognitif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)  penggunaan teknologi mobile sebagai mintools bagi anak CP tipe spastik memberikan perubahan yang kecil  pada perolehan keterampilan  problem solving, (2) penggunaan teknologi mobile sebagai mintools bagi anak CP tipe spastik memberikan perubahan yang besar  pada perolehan keterampilan  metakognitif, (3) terdapat perbedaan di antara ketiga partisipan dalam perolehan keterampilan problem solving dengan  menggunakan teknologi mobile sebagai mindtools, dan (4) terdapat perbedaan di antara ketiga partisipan dalam perolehan keterampilan metakognitif dengan  menggunakan teknologi mobile sebagai mindtools,