DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tindak Tutur Asertif Guru Dengan siswa autis dalam interaksi pembelajaran

Hilmia wardani

Abstrak


ABSTRAK

 

Wardani, Hilmia. 2016. Tindak Tutur Asertif Guru dengan Siswa Autis dalam  Interaksi Pembelajaran.Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Program Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Abd. Syukur Ibrahim, (2) Dr. Widodo Hs,M.Pd

 

Kata Kunci: Tindak Tutur Asertif, Siswa Autis

Penggunaan tindak tutur asertif (TTA) oleh guru dalam pembelajaran tidak bisa dilepaskan dari tugas utama guru sebagai pendidik profesional. Tindak tutur tersebut tidak hanya digunakan pada siswa dengan kemampuan normal umum tapi juga di kelas siswa autis. Pengkajian tindak tutur asertif pada penelitian ini berfokus pada fungsi, strategi, dan keefektifannya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Data penelitian ini berupa (1) data verbal (tuturan)  guru dan siswa di Sekolah Autisme Laboratorium UM yang direkam dengan kamera DSLR Nikon D3100 dan (2) data catatan lapangan yang dikumpukan melalui observasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 fungsi TTA, yaitu (1) fungsi perbaikan dan penguatan konseptual dan  (2) fungsi perbaikan dan perbaikan prosedural. Fungsi perbaikan dan penguatan konseptual  merupakan fungsi yang muncul ketika guru menerangkan dan mengemukakan isi pikiran pada siswa tentang perbaikan atau penguatan konsep-konsep. Adapun fungsi perbaikan dan penguatan prosedural merupakan fungsi yang muncul ketika guru  menerangkan dan mengemukakan isi pikiran pada siswa tentang perbaikan atau penguatan prosedur mengerjakan sesuatu.

Strategi tindak tutur asertif guru dengan siswa autis ada dua, yaitu strategi langsung dengan penanda berupa pemunculan kalimat dan strategi langsung berbantuan gerakan tangan. Strategi tersebut muncul bergantian sesuai dengan konteks.  

Adapun keefektifan dari fungsi dan strategi yang digunakan pada tindak tutur asertif guru dengan siswa autis menunjukkan hasil yang efektif. Hal tersebut diketahui dari respon yang diberikan oleh siswa terhadap tuturan yang disampaikan oleh guru

Ada beberapa saran yang dapat diberikan berkaitan dengan perkembangan penelitian, antara lain (1) peneliti selanjutnya harus memperbanyak rujukan yang berkaitan dengan tindak tutur, pola komunikasi dengan anak autis, dan pembelajaran dengan anak autis, (2) masyarakat harus memperbanyak wawasan keilmuan tentang pendidikan untuk anak autis supaya mampu memahami problematika pendidikan seputar mereka, dan (3) guru harus menggunakan tindak tutur asertif yang tepat supaya siswa autis bisa memahami maksud perkataan guru dengan baik.