DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pola Berpikir dan Penguasaan Konsep Fisika Materi Kalor melalui Pembelajaran Interactive Demonstration pada Siswa SMA Kelas X

Rismatul Azizah

Abstrak


ABSTRAK

 

Azizah, R. 2016. Pola Berpikir dan Penguasaan Konsep Fisika Materi Kalor melalui Pembelajaran Interactive Demonstration pada Siswa SMA Kelas X. Tesis. Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Lia Yuliati, M. Pd., (II) Dr. Eny Latifah, M. Si.

 

Keywords: pola berpikir, penguasaan konsep fisika, pembelajaran interactive demonstration.

Penguasaan konsep fisika tidak terlepas dari cara berpikir siswa dalam memperoleh pengalaman menjadi pengetahuan. Cara siswa menerima dan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dapat diidentifikasi dengan pola berpikir.Model pembelajaran yang dapat mengembangkan pola berpikir dan meningkatkan penguasaan konsep fisika siswa pada materi kalor adalah pembelajaran interactive demonstration, karena karakteristik materi kalor yang perlu melakukan eksperimen dan demonstrasi interaktif. Demonstrasi interaktif dapat dilakukan menginat fenomena kalor banyak penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dengan interactive demonstrationsiswa terlibat dalam penjelasan dan pembuatan prediksi yang memungkinkan guru untuk memperoleh, mengidentifikasi, menghadapi, dan menyelesaikan konsepsi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipola berpikir siswa dan penguasaan konsep fisika siswa materi kalor melalui pembelajaran interactive demonstration di SMA.

Penelitian ini menggunakan rancanganmixed methodmodel embedded experimental design. Subjek penelitian iniadalah siswa kelas XMIA 1 SMA Negeri 1Bangilyang teridiri dari34 siswa pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Instrumen penelitian terdiri atas perangkat pembelajaran dengan model interactive demonstration, soal tes penguasaan konsep, kuis, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan pedoman wawancara. Sebelum pembelajaran, siswa menjalani pretest dan wawancara. Kemudian, siswa diberikan intervensi berupa pembelajaran interactive demonstration selama empat pertemuan dan siswa diberikan dua kali kuis. Setelah pembelajaran,siswa menjalaniposttest dan wawancara. Data hasil pretest, kuis, dan posttestdianalisis dengan uji Wilcoxon, average N-gain, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan data hasil wawancara digunakan untuk memperkuat hasil analisis data.Hasil analisis data diinterpretasikan dalam pola berpikir dan penguasaan konsepfisika siswa pada materi kalormelalui pembelajaran interactive demonstration.

Hasil penelitian menunjukkan bahwapola berpikir siswa menjadi lebih baik melalui pembelajaran interactive demonstration. Setelah pembelajaran sebagian besar siswa mempunyai kemampuan berpikir logis, kritis, dan matematis tingkat tinggi, yaitu sebesar 54,12%; 72,06%; dan 63,10%. Selain itu, penguasaan konsep fisika siswa juga mengalami peningkatan pada kategori sedang setelah pembelajaran interactive demonstrationdan sebagian besar siswa memiliki penguasaan konsep tingkat tinggi sebesar 82,35%.