DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tuturan Guru dalam Interaksi Pembelajaran di SMP Negeri 1 Palipi Kabupaten Samosir Sumatra Utara

Rissa Beatrik S Beatrik S

Abstrak


ABSTRAK

 

Beatrik S Rissa. 2016. Tuturan Guru dalam Interaksi Pembelajaran di SMP Negeri 1 Palipi Kabupaten Samosir Sumatra Utara. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) Pembimbing (1) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd, (2) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd

 

Kata Kunci:Tuturan guru, pengembangan Pengetahuan, sikap, keterampilan, interaksipembelajaran.

Tuturan guru menjadi hal yang sangat esensial dan menjadi sarana untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. Tuturan guru dalam proses pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting. Peran guru sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, motivator, dan evaluator digunakan untuk mengarahkan, mendorong, menggali potensi  siswa untuk menciptakan manusia yang berkualitas baik dari segi ilmu pengetahuan, sikap, dan keterampilan.  Guru harus ditempatkan pada posisi utama bukan sekedar pelaksana kurikulum, tetapi harus dilibatkan dalam perancangan kurikulum itu sendiri, hal ini sejalan dengan konsep kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Tugas  guru dalam menjalankan perannya sebagai guru yang profesional harus memiliki kompetensi untuk menciptakan siswa yang cerdas, beraklak dan terampil.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tuturan guru untuk pengembangan pengetahuan dalam interaksi pembelajaran (2)  tuturan guru untuk pengembangan sikap dalam interaksi pembelajaran (3)  tuturan guru untuk  pengembangan keterampilan dalam interaksi pembelajaran. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan metode deskriptif analitis yang bersifat kualitatif. Data diperoleh dari latar alamiah melalui observasi nonpartisipatif dan perekaman.  Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri. Peneliti sebagai instrumen utama  melakukan pengumpulan data, mereduksi data, menganalisis, menafsirkan data, dan menyusunnya menjadi laporan hasil penelitian. Pengumpulan data dengan menggunakan format pedoman observasi, perekaman, dan catatan lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini  adalah model alir dengan langkah-langkah (1) pengumpulan data, (2) reduksi data (3) penyajian data (4) penyimpulan atau verifikasi. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teori. Penelitian ini dilakukan pada guru SMP Negeri 1 Palipi Kabupaten samosir Sumatra Utara. Sampel penelitian dipilih secara purposif artinya penentuan sumber data dipilih dengan pertimbangan dan tujuan penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikemukakan bahwa fungsi tuturan guru untuk pengembangan pengetahuan mencakup empat fungsi yakni tuturan pengembangan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan fungsional.

Kecenderungan guru menggunakan kalimat pertanyaan literal dimaksudkan agar siswa lebih mudah memahami pembelajaran. Pemahaman dasar ini dibutuhkan oleh siswa untuk memahami informasi lanjutan. Tuturan guru untuk mengembangkan pengetahuan konseptual dimaksudkan untuk memfasilitasi siswa menata dan merangkai pengetahuan sehingga membentuk satu konsep yang padu dalam bentuk kategori, klasifikasi, perbandingan, prinsip dan ciri-ciri. Tuturan guru untuk pengembangan pengetahuan prosedural  dirinci menjadi empat bagian yakni tuturan yang menyebutkan kata kunci, tuturan yang menjelaskan arahan, tuturan untuk mendemonstrasikan contoh,  dan tuturan untuk menganalisis.

Tuturan pengetahuan untuk pengembangan sikap mencakup fungsi tuturan untuk memberikan pujian, tuturan memberi peringatan, tuturan memotivasi,  dan tuturan mengarahkan penghayatan. Tuturan pujian dimaksudkan untuk mengapresiasi kemampuan siswa, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan respon dan meningkatkan hubungan yang harmonis dalam interaksi pembelajaran. Tuturan memberi peringatan dimaksudkan untuk mencegah, mengurangi, dan menghilangkan respon negatif siswa. Tuturan memotivasi dimaksudkan untuk menggerakkan, mengarahkan dan menjaga tingkah laku siswa untuk melakukan sesuatu  sehingga tercapai tujuan penbelajaran.

Tuturan untuk mengembangkan keterampilan mencakup fungsi tuturan untuk melakukan perbaikan dan tuturan penugasan. Tuturan memperbaiki dimaksudkan agar siswa terlatih memperbaiki dan menganalisis contoh soal. Sehingga melalui proses pembiasaan ini diharapkan siswa menjadi terampil. Tendensi tuturan guru berada pada tuturan imperatif dan argumentatif.

Fungsi tuturan guru untuk mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa mencerminkan kompetensi guru sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, motivator, dan evaluator. Sebagai fasilitator guru juga memiliki otoritas dalam memodifikasi tuturan untuk berbagai tujuan pembelajaran. Guru mengembangkan strategi pembelajaran mandiri dan kooperatif dalam mengembangkan keterampilan siswa.  Fungsi Tuturan guru menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan hasil temuan bahwa tuturan guru untuk mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dapat mempengaruhi berbagai aspek dalam pembelajaran, maka disarankan agar guru dapat menggunakan tuturan yang bervariasi sesuai dengan tujuan pembelajaran mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan.