DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPS di Kelas IV SDN. No. 008 Batu Sopang Kabupaten Paser Kalimantan Timur

Ardansyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Ardansyah. 2016. Penggunaan Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPS di Kelas IV SDN. No. 008 Batu Sopang Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar. Pancasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M. E., M.Pd., (II) Prof. Hj. Utami Widiati, M. A., Ph. D

 

Kata kunci: model pembelajaran DLPS, pemecahan masalah, motivasi, prestasi belajar

Proses pembelajaran selalu berkaitan dengan peranan guru sebagai pendidik, fasilitator dan motivator bagi siswanya. Peran guru tidak hanya mentransfer ilmunya kepada siswa tetapi juga mengajak siswanya untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki dengan memberi contoh yang baik serta menggunakan berbagai metode/pendekatan pembelajaran yang tepat untuk  mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran yang tepat dan dikatakan berhasil jika dalam proses pembelajaran tersebut memberi kesempatan siswa untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya terutama dalam kemampuan memecahkan permasalahan yang kompleks. Dalam langkah penerapan model pembelajaran DLPS pada penelitian ini dimulai dari mencari penyebab langsung dari timbulnya suatu masalah, kemudian menyelesaikan masalah tersebut sesuai dengan analisis penyebab langsung yang telah dilakukan. Kegiatan ini dilakukan dalam dua loop terpisah, dimana loop pertama diarahkan kepada pendeteksian penyebab utama dari timbulnya masalah, kemudian merancang dan mengimplementasikan sebuah solusi yang disebut solusi sementara. Sedangkan loop kedua menekankan pada pencarian dan penemuan penyebab ditingkat yang lebih tinggi dari masalah itu, kemudian merencanakan dan mengimplementasikan solusinya, yang disebut solusi utama. Hal ini sesuai dengan indikator yang ingin ditingkatkan yaitu mengidentifikasi masalah, menentukan dan menerapkan strategi penyelesaian masalah, serta menafsirkan solusi penyelesaian masalah sesuai dengan konsep dan fakta yang ada.

Dari hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dengan penggunaan model pembelajaran DLPS didapatkan adanya peningkatan terhadap motivasi belajar siswa baik yang diamati melalui proses observasi maupun dari sebaran angket dari jumlah responden yang berjumlah sebanyak 31 orang siswa yang diperoleh persentase sebesar 82% dengan kategori motivasi sangat baik. Sedangkan dari hasil observasi Siklus I rata-rata persentase motivasi siswa adalah sebesar 66% dan pada Siklus II sebesar 81%. Sedangkan prestasi belajar siswa selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan yang positif. Prestasi belajar dalam penelitian ini dikatakan meningkat apabila KKM IPS > 70, dan daya serap kelas mencapai > 80%. Selanjutnya, ketuntasan belajar IPS secara klasikal dengan menggunakan model pembelajaran DLPS yang diperoleh dari analisis data pada Siklus I hanya mencapai persentase 52%, selanjutnya terjadi peningkatan pada Siklus II yang mencapai 81%.