DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis IPA Peserta Didik SMP Kelas VIII Melalui Model Pembelajaran Level of Inquiry Pada Level Inquiry Lesson Berbantuan Asesmen Autentik

Amelia Dwi Puji Istiyana

Abstrak


ABSTRAK

 

Pembelajaran IPA berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya peguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses. Melalui model pembelajaran level of inquiry level inquiry lesson dapat ditekankan pengalaman belajar guna pengembangan keterampilan proses sains dan sikap ilmiah. Level of inquiry merupakan model pembelajaran dengan pendekatan hirarki berdasarkan spektrum inkuiri. Salah satu instrumen yang dapat membantu guru dalam menilai keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran inkuiri adalah dengan menggunakan asesmen autentik. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pokok bahasan indera penglihatan dan alat optik melalui pembelajaran model level of inquiry berbantuan asesmen autentik.

Penelitian ini menggunakan mixed method embedded experimental design dengan subyek penelitian kelas VIIIA sebanyak 20 orang. Instrumen penelitian meliputi silabus, RPP, LKPD, instrumen pelaksanaan pembelajaran, instrumen lembar observasi keterampilan proses sains, soal tes tulis, lembar tes kinerja, angket, pedoman wawancara, dan catatan lapangan. Analisis data kualitatif dilakukan dengan mendeskripsikan data keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis. Data kuantitatif hasil keterampilan proses sains dianalisis dengan menghitung skor yang diperoleh selama proses pembelajaran, nilai tes tulis dan nilai tes kinerja yang dianalisis dengan menghitung rata-ratanya. Kemampuan berpikir kritis dianalisis dengan uji-t berpasangan, N-Gain, dan effect size.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keterampilan proses sains meliputi rudimentary skills, basic skills, intermediate skills terbentuk sesuai dengan proses pembelajaran pada tiap-tiap pertemuan setelah dilakukan pembelajaran model level of inquiry dengan rata-rata keterampilan proses sains yang terbentuk selama pembelajaran sebesar 80% dengan kriteria baik, 2) terjadi peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 0,6 dengan sumbangan efek (effect size) yang diberikan sebesar 1,45. Respon peserta didik terhadap pembelajaran IPA dengan model level of inquiry level inquiry lesson sangat positif dengan rerata skor 90,7%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model level of inquiry level inquiry lesson dapat mengembangkan keterampilan proses sains dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA