DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Kepercayaan Diri Siswa Di SMP Muhammadiyah 4 Malang (Studi Pada Kelas IX Materi Lembaga keuangan)

Jesy Diah Rokhmawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Rokhmawati, Jesy Diah. 2016. Implementasi Model Pembelajaran Problem BasedLearning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah DanKepercayaan Diri Siswa Di SMP Muhammadiyah 4 Malang (Studi PadaKelas IX Materi Lembaga keuangan). Tesis. Jurusan Pendidikan Bisnisdan Manajemen, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika R.W.W., M.A, M.Si.,(II) Dr. Ludiwishnu Wardana, S.T, S.E, S.Pd, M.M.

 

Kata kunci: problem based learning, kemampuan pemecahan masalah,kepercayaan diri

Model pembelajaran PBL cocok membantu siswa menjadi pembelajar aktif karena siswa belajar di masalah dunia nyata dan membuat siswa bertanggung jawab untuk pembelajaran mereka. Siswa bisa belajar berpikir secara kritis dalam mengidentifikasi, menganalisis dan memecahkan suatu permasalahan dengan tepat. Kemampuan memecahkan masalah sangat dibutuhkan siswa untuk membantu siswa dalam menghadapi perubahan dan penyesuaian dalam kehidupannya. Dan secara tidak langsung akan menambah kepercayaan diri karena siswa mampu mengaktualisasikan potensi-potensi yang ada dalam dirinya.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian kelas IX sebanyak 22 siswa. Metode pengumpulan data berupa tes pemecahan masalah dalam bentuk soal pilihan ganda yang diberikan pada pre tes dan post tes setiap siklus, tes kemampuan pemecahan masalah, tes kepercayaan diri, RPP, lembar pengamatan aktivitas mengajar guru, dan angket tanggapan siswa.

Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I terdapat peningkatan hasil pre tes dan post tes siswa dengan rata-rata persentase hasil tes pemecahan masalah siswa sebesar 54% dari pre tes 14% menjadi 68% pada post tes. Rata-rata persentase kemampuan pemecahan masalah siswa sebesar 69% siswa setuju dengan pernyataan mengenai kemampuan pemecahan masalah. Rata-rata persentase kepercayaan diri siswa sebesar 45%. Rata-rata persentase observasi aktivitas guru berdasarkan observer I pada pertemuan 1 sebesar 79% dan 73% berdasarkan observer 2. Peningkatan aktivitas guru pada pertemuan ke 2 sebesar 89% berdasarkan observer 1 dan 87% berdasarkan observer 2. Rata-rata persentase tanggapan siswa sebesar 69% siswa setuju penerapan model PBL dalam proses pembelajaran.

Temuan pada siklus II, rata-rata persentase hasil tes pemecahan masalah siswa meningkat sebesar 9% dari pre tes sebesar 86% menjadi 95% pada post  tes. Persentase kemampuan pemecahan masalah siswa naik 4% menjadi 73%. Rata-rata persentase kepercayaan diri siswa 68%. Rata-rata persentase observasi aktivitas guru berdasarkan observer I pada pertemuan 1 sebesar 94% dan 92% berdasarkan observer 2. Peningkatan aktivitas guru pada pertemuan ke 2 sebesar 94% berdasarkan observer 1 dan 94% berdasarkan observer 2 yang menunjukkan bahwa guru sudah baik dalam menerapkan model PBL. Untuk rata-rata persentase tanggapan siswa dalam proses pembelajaran pada siklus II sebesar 78% siswa setuju dalam penerapan model PBL dalam proses pembelajaran.