DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pola Asuh Orangtua Dalam Penanaman Jiwa Entreprenuership pada Anak (Studi Kasus Pada Usaha Kerajinan Tas Batok di Blitar)

Evita Novilia

Abstrak


ABSTRAK

 

Novilia,  Evita. 2016.  Pola Asuh Orangtua Dalam Penanaman Jiwa Entreprenuership pada Anak (Studi Kasus Pada Usaha Kerajinan Tas Batok di Blitar).  Tesis. Jurusan Pendidikan Bisnis dan Manajemen, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. F. Danardana Murwani, M.M., (II) Dr. Aniek Indrawati, S.Si, M.M. 

 

Kata kunci: Bentuk pola asuh, Faktor-faktor pola asuh, Dampak pola asuh

Pendidikan dalam keluarga merupakan salah satu faktor penting yang akan mempengaruhi dalam proses tumbuh kembang pada anak. Dalam hal ini, masing-masing orangtua akan memiliki pola asuh tersendiri yang digunakan dalam mendidik anak-anaknya sesuai dengan kebijakan yang telah disepakati. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti bentuk pola asuh yang digunakan orangtua dalam menanamkan jiwa entrepreurship pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bentuk pola asuh orangtua dalam menanamkan entreprenuership pada anaknya, (2) mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh orangtua dalam menanamkan entreprenuership, dan (3) mendeskripsikan dampak dari penerapan pola asuh orangtua dalam menanamkan entreprenurship pada anaknya.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan desain studi kasus dimana peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Data penelitian berupa paparan mengenai pola asuh yang diterapkan orangtua pada anak dalam penanaman jiwa entreprenuership. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara semistruktur kepada pemilik usaha, anak pemilik usaha, dan salah satu karyawan. Dalam hal ini untuk mengecek keabsahan data, digunakan triangulasi sumber dan triangulasi waktu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, bentuk pola asuh yang diterapkan oleh keluarga bapak Anas dan keluarga bapak Marlean termasuk dalam bentuk pola asuh demokratif. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga bapak Anas dan keluarga bapak Marlean memberikan kebebasan kepada masing-masing anaknya untuk mengembangkan kemampuan dalam dirinya dibawah pengawasan orangtua. Sementara itu keluarga bapak Ismarofi, lebih menerapkan bentuk pola asuh kolaborasi antara pola asuh demokratif dan pola asuh permitif. Keluarga bapak Ismarofi memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk berkegiatan baik itu di rumah ataupun di sekolah. Namun beliau terkesan cuek dengan kegiatan yang dilakukan oleh anak-anaknya sehingga terlihat seperti memperbolehkan semuanya. Disisi lain, ibu Ririn istri dari bapak Ismarofi tetap memberikan pengawasan kepada anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif. Sedangkan faktor yang mempengaruhi pola asuh keluarga bapak Anas, bapak Ismarofi, dan bapak Marlean dalam menanamkan jiwa entreprenurship pada anak terkait dengan waktu. Anak-anak masih dalam usia sekolah sehingga lebih banyak menghabiskan waktunya untuk sekolah dan mengerjakan tugas sekolahnya. Hal ini membuat bapak Anas, bapak Ismarofi, dan bapak Marlean tidak bisa melibatkan anak-anaknya dalam bisnis. Adapun pola asuh yang diterapkan oleh bapak Anas, bapak Ismarofi, dan bapak Marlean dalam menanankam entreprenuership pada anaknya berdampak pada sikap yang dimiliki oleh masing-masing anak. Secara umum anak-anak menjadi lebih mandiri, supel dan tampil percaya diri di depan umum. Mereka memiliki pemikiran jauh kedepan yang terlihat dari cita-citanya untuk meneruskan dan mengembangkan usaha milik orangtuanya.