DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Smart Parenting dalam Membangun Disiplin Siswa Kelas 1 SD Muhammadiyah 4 Kota Malang

Desy Irsalina Savitri

Abstrak


ABSTRAK

 

Savitri, Desy Irsalina, 2016, Smart parenting dalam membangun disiplin siswa kelas 1 di SD Muhammadiyah 4 Kota Malang, Program Studi S2 Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd (II) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd

 

Kata Kunci: Smart Parenting dalam membangun disiplin siswa kelas 1 SD

SD Muhammadiyah 4 Kota Malang merupakan salah satu sekolah yang menerapkan smart parenting. Kepala sekolah sebagai pemimpin sangat bijaksana dalam menjalankan perannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripkan (1)Cara smart parenting di Sekolah terutama pada siswa kelas 1 SD; (2)Cara parenting di rumah; (3)Karakter disipin anak yang memeroleh penerapan smart parenting di sekolah dan di rumah; (4)Hambatan saat proses penerapan smart parenting; (5)Upaya pemecahan hambatan saat proses penerapan smart parenting di rumah dan di sekolah

Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analis data model miles dan huberman yang terdiri dari reduksi data, display data, dan verifikasi data. Metode keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Peran sekolah melaksanakan smart parenting di SD Muhammadiyah 4 diperankan oleh guru dan kepala sekolah dengan cara membentuk grup komunikasi antar orangtua melalui media sosial WhatsApp dan jika ada orangtua yang ingin diskusi dengan guru maka guru selalu menyediakan waktu tatap muka setiap Hari Jumat pukul 11.00-12.00 (2)Penerapan parenting di rumah masih ada yang otoriter, memanjakan, demokratis, dan pembiaran. Namun semenjak adanya grup komunitas di media sosial dan fasilitas tatap muka dengan guru maka sikap orangtua dalam mendidik putra-putrinya sedikit demi sedikit berubah menjadi orangtua yang demokratis walau terkadang kebiasaan lama dalam mendidik masih sering muncul (3)Karakter disiplin yang ditunjukkan oleh dominan siswa menunjukkan hasil yang baik (4)Hambatan yang terjadi ketika pelaksanaan smart parenting dikemukakan oleh guru ialah masih ada orangtua yang kurang mengapresiasi guru muda dan ada beberapa orangtua siswa yang sulit memberi feedback kepada guru (5)Upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah ialah dengan selalu membina dan mengembangkan keterampilan guru dalam mengajar dengan cara memfasilitasi dan membangun kerjasama antar guru yang sudah berpengalaman dengan guru yang belum berpengalaman, serta memberi fasilitas waktu luang untuk guru sharing mengenai hambatan yang sulit dipecahkan oleh guru yang bersangkutan. Sedangkan upaya guru dalam memecahkan hambatan yang terjadi ialah dengan selalu berusaha memberikan laporan sikap dari putra-putri mereka dengan harapan memeroleh feedback dari orangtua yang jarang melakukan komunikasi dengan guru.

Saran berdasarkan penelitian ini adalah untuk menyebarluaskan cara untuk melaksanakan smart parenting yang baik dalam membangun disiplin siswa sekolah dasar secara menyeluruh, dan agar sekolah lain juga dapat memaksimalkan peran kepala sekolah, guru, dan orangtua dalam membangun disiplin pada siswa. Penting bagi siswa sekolah dasar, karena karakter disiplin siswa sebisa mungkin dibiasakan sejak anak dapat diajak diskusi. Siswa kelas 1 merupakan usia meniru, agar dapat tercipta disiplin yang baik maka perlu sekali peran orang dewasa (Kepala sekolah, Guru, dan Orangtua) dalam memaksimalkan tumbuh kembangnya.