DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pendekatan Pembelajaran Saintifik Model Six Thinking Hats (STH) untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Tematik Siswa Kelas V SDN Ngijo 03 Karangploso, Kabupaten Malang

Rina Wijayanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Wijayanti, Rina. 2016. Penerapan Pendekatan Pembelajaran Saintifik Model Six Thinking Hats (STH) untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Tematik Siswa Kelas V SDN Ngijo 03 Karangploso, Kabupaten Malang. Tesis. Program Pendidikan Dasar. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd., (II) Dr. Muhardjito, M.S.

 

Keywords: model STH, kualitas pembelajaran tematik, sekolah dasar

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kerisauan terhadap pelaksanaan pem-belajaran tematik dengan pendekatan saintifik. Hasil orientasi menunjukkan ke-giatan 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba/mengasosiasi, menyimpul-kan) belum terlaksana dengan maksimal, proses diskusi siswa masih pasif, dan lemahnya siswa dalam aspek berbicara. Kajian pustaka membawa pada dugaan: model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penerapan model STH (six thinking hats) yang di dalamnya meliputi aktivitas metafora topi putih, merah, kuning, hitam, hijau, dan biru. Masalahnya, bagaimanakah meningkatkan kualitas pembelajaran tematik siswa yang merujuk pada model STH di SD?

Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas V di SDN Ngijo 03 Karangploso, Kabupaten Malang. Tujuannya berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran tematik siswa. Data diambil melalui kegiatan observasi, wawancara, lembar pengamatan, catatan la-pangan, dan dokumentasi. Kajian proses diarahkan pada perkembangan aktivitas STH (metafora topi putih, merah, kuning, hitam, hijau, dan biru). Kajian hasil di-arahkan pada perkembangan aspek afektif, kognitif, dan psikomotor.

Perkembangan kualitas proses meliputi aktivitas (metafora) topi putih, topi merah, topi kuning, topi hitam, topi hijau, dan topi biru pada umumnya meningkat pada siklus kedua. Aktivitas metafora topi putih meliputi: (1) interpretasi fakta meningkat 18%; (2) analisis fakta meningkat 55%; (3) manipulasi informasi me-ningkat 33%. Aktivitas metafora topi merahmeliputi: (1) mengungkapkan intuisi meningkat 30%; (2) mengungkapkan perasaan, seluruh siswa mendapatkan pre-dikat “baik sekali” (100%); (3) memunculkan emosi meningkat 19%. Aktivitas metafora topi kuning meliputi: (1) mengungkapkan kritik positif meningkat 34%; (2) mengungkapkan keuntungan meningkat 26%; (3) mengungkapkan keuntungan sebesar 26%. Aktivitas metafora topi hitam meliputi: (1) mengkritik (negatif) fakta seluruh siswa mendapatkan predikat “baik sekali” 100%; (2) mengungkap-kan kecurigaan meningkat 70%; (3) mengungkapkan resiko meningkat 48%. Aktivitas metafora topi hijau meliputi: (1) membuat kemungkinan meningkat 15%; (2) aspek mengajukan upaya pemecahan masalah meningkat 11%; (3) menciptakan ide/gagasan baru tidak ada perubahan dibandingkan siklus pertama. Aktivitas metafora topi biru meliputi: (1) mengelompokkan hasil diskusi me-ningkat 81%; (2) menguraikan hasil diskusi meningkat 78%; (3) membuat ke-simpulan meningkat 11%. Penilaian kognitif dari nilai pratest dan posttest hasil-nya meningkat pada seluruh muatan pelajaran (Bahasa Indonesia, IPA, PPKn). Penilaian psikomotor dari aktivitas membuat poster meningkat pada seluruh aspek penilaian.  

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan sebagai berikut. Model STH dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran tematik untuk Kuri-kulum 2013 yaitu STH. Penerapan model STH di kelas dapat disesuaikan dengan pembelajaran berbasis teks. Keberhasilan paling bermakna adalah dalam pe-ningkatan aktivitas diskusi.

Dari hasil penelitian ini disarankan bagi guru dan peneliti selanjutnya. Bagi guru kelas, diharapkan terus menerapkan, melakukan pengujian, dan me-ngembangkan model STH sesuai kreativitas pribadi guru. Bagi peneliti selanjut-nya yang berhubungan dengan topik penelitian disarankan untuk fokus mengem-bangkan aktivitas mencoba dengan topi hijau.